Kamis, 23 April 2026

Berita Terkini

Fakta Baru Kasus Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Introvert dan Kurang Kehangatan Keluarga

Selasa, 3 Maret 2026 19:25 WIB
Tribunnews Bogor

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Tim Psikologi Biro SDM Polda Riau mulai mendalami kondisi kejiwaan Raihan Mufazzar (21), tersangka yang nekat membacok mahasiswi UIN Suska Riau bernama Faradilla Ayu Pramesti (23).

Pendampingan yang dilakukan pada Senin (2/3/2026) ini bertujuan untuk menelusuri latar belakang perilaku tersangka yang tega menyerang korban menggunakan kapak.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (26/2/2026) pagi di area kampus, saat Fara sedang bersiap mengikuti seminar proposal (sempro) tugas akhir KKN.

Tanpa peringatan, Raihan yang merupakan rekan satu jurusannya di Ilmu Hukum datang membawa kapak serta parang.

Baca: Capai Rp85, 6 M, Sumber Kekayaan Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Disorot, Kini Terjaring OTT KPK

Ia menyerang Fara secara membabi buta hingga korban mengalami luka serius di kepala, lengan, dan punggung.

AKBP Dr. Winarko yang memimpin tim psikologi mengungkapkan bahwa Raihan merupakan sosok yang introvert.

Dari penelusuran sementara, tersangka diketahui tumbuh tanpa merasakan kehangatan yang cukup di lingkungan keluarganya.

Meski memiliki latar belakang tersebut, Raihan menunjukkan penyesalan saat menjalani proses pemeriksaan di tahanan.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menyebutkan bahwa selain untuk kepentingan hukum, pemeriksaan ini penting untuk menjaga stabilitas mental semua pihak yang terlibat.

"Pendampingan ini bertujuan memastikan proses berjalan secara menyeluruh, baik dari sisi hukum maupun pemulihan psikologis," ujar Pandra.

Sementara proses hukum berjalan, Polda Riau juga fokus pada pemulihan Faradilla yang masih dirawat di RSUD Arifin Achmad.

Tim psikologi menerapkan metode Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) untuk membantu korban mengatasi rasa cemas dan bayangan ketakutan akibat kekerasan yang dialaminya.

Pandra mengingatkan pentingnya komunikasi di dalam keluarga agar tekanan pribadi seorang anak tidak berujung pada tindakan kriminal.

"Pengawasan, komunikasi, dan kehangatan keluarga merupakan faktor penting agar persoalan pribadi tidak berkembang menjadi tindakan yang merugikan," pungkasnya.

Dinamika Hubungan Sepihak

Penyelidikan polisi mengungkap bahwa Raihan dan Fara sebenarnya sempat memiliki kedekatan, namun hubungan tersebut mulai merenggang sejak November 2025.

Perubahan sikap Fara membuat Raihan menarik diri dari lingkungan hingga memutuskan berhenti aktif kuliah pada periode tersebut.

Raihan diduga memiliki persepsi bahwa kedekatan mereka di masa lalu berarti ia sudah memiliki Fara sepenuhnya.

Sementara itu, Fara yang dikenal ceria dan mudah bergaul tetap menganggap hubungan mereka hanya sebatas teman biasa.

"Kami tanyakan hubungan seperti apa, tersangka menyatakan dia merasa lebih dari sekadar teman, namun korban sendiri tidak merasakan hal yang sama," kata Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah.

Saat menjalani interogasi awal, Raihan sempat berkilah dan mengaku tidak berniat menghabisi nyawa Fara.

Setelah ditekan, Raihan akhirnya memberikan pengakuan yang berbeda.

Saat penyidik bertanya tanpa menyorotkan kamera secara langsung, Raihan spontan menganggukkan kepala ketika ditanya apakah targetnya memang ingin membunuh korban.

(Tribun-Video.com/TribunnewsBogor.com)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Lulu Adzizah F
Sumber: Tribunnews Bogor

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved