Tribunnews Update
Iran Terpecah Jadi 2 Pasca Kematian Ali Khamenei, Media Berduka saat Sejumlah Warga Merayakan
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Iran menghadapi kondisi sosial-politik yang terbelah setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Media pemerintah menyiarkan narasi duka nasional, sementara rekaman amatir menunjukkan sebagian warga di Teheran, Isfahan, hingga Mashhad justru merayakan kabar kematian Khamenei.
Kembang api dinyalakan dari atap rumah, klakson kendaraan dibunyikan panjang, dan sejumlah warga menyebut peristiwa ini sebagai “peluang emas untuk perubahan.”
Meski aparat keamanan dikerahkan, banyak warga tetap nekat mengekspresikan kegembiraan.
Sementara itu, Pemerintah Iran menetapkan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari libur nasional.
Baca: Rudal AS-Israel Tewaskan 200 Warga Iran, IRGC Siapkan Serangan Balasan: Baru Rudal Rongsokan
Upacara penghormatan akan digelar di tengah situasi keamanan yang masih genting akibat bombardir lanjutan.
Penindasan dan Penjagaan Ketat
Menurut laporan Suspilne, aparat keamanan dan milisi Basij menempati titik strategis.
Di Shiraz, polisi antihuru-hara menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa yang meneriakkan slogan anti-pemerintah.
Beberapa warga dilaporkan mengalami bentrokan saat aparat berusaha menyita ponsel yang merekam perayaan.
Serangan udara juga menewaskan sejumlah petinggi militer Iran, termasuk Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh, Kepala Staf Abdolrahim Mousavi, Panglima IRGC Mohammad Pakpour, dan Kepala Dewan Pertahanan Ali Shamkhani.
Mereka gugur saat rapat darurat di markas komando pertahanan, menjadikan peristiwa ini pukulan besar bagi struktur militer Iran.
Kematian Khamenei memicu protes di luar negeri.
Ribuan Muslim Syiah di Kashmir turun ke jalan, sementara di Karachi, Pakistan, demonstrasi berujung bentrokan dengan polisi hingga menewaskan satu orang.
Pemerintah Irak menetapkan tiga hari berkabung sebagai solidaritas terhadap Iran.
Ancaman Kekosongan Kekuasaan
Dewan Transisi Iran yang dipimpin Presiden Masoud Pezeshkian dan Kepala Peradilan kini berupaya menstabilkan situasi.
Namun, ancaman kekosongan kekuasaan menimbulkan kekhawatiran akan pecahnya perang saudara atau revolusi internal.
(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Massa Turun ke Jalan Rayakan Kematian Khamenei di Balik Masa Berkabung Nasional Iran
Reporter: Putri Dwi Arrini
Video Production: Muna Salsabila
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Soroti Pembatasan Jual Aset AS di Tengah Konflik, Sinyal Tekanan di Pasar Keuangan Global Naik
4 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Perang Iran Disebut Ganggu Pasokan Senjata AS ke Ukraina, Zelensky Soroti Risiko Pertahanan Udara
4 hari lalu
Internasional
Terkubur 1 Bulan! Bom Penghancur Bunker AS Gagal Meledak, Akhirnya Dijinakkan Iran
5 hari lalu
Internasional
Strategi AS jika Gencatan Senjata Gagal, Targetkan Pemimpin Militer Iran hingga Kapal Kecil
5 hari lalu
Mancanegara
Terjadi Lagi! Pasukan TNI Praka Rico Gugur di Lebanon akibat Serangan Israel
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.