Kamis, 9 April 2026

Viral

Respons Dedi Mulyadi Diminta Korban Praktik Pengantin Pesanan di China, DP3AKB Jabar Buka Suara

Minggu, 1 Maret 2026 12:53 WIB
Tribun Jatim

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang warga Kabupaten Cirebon diduga menjadi korban praktik pengantin pesanan di China.

Kasus tersebut kini ditelusuri Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat (Jabar).

Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti mengatakan, pihaknya sudah menerima informasi awal terkait kasus yang viral di media sosial tersebut.

Saat ini, pihaknya sedang memastikan kondisi korban.

Kasus itu pun akan ditangani bersama sejumlah pihak karena melibatkan dua negara.

"Pemprov Jabar berkomitmen memberikan perlindungan kepada warga, khususnya perempuan dan anak yang diduga menjadi korban kekerasan atau tindak pidana perdagangan orang," kata Siska dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/2/2026).

Baca: Bareskrim Tetapkan 12 Tersangka TPPO dengan Modus Jual Beli Bayi di TikTok, Terancam 15 Tahun Bui

Atensi Dedi Mulyadi

Siska menyebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah meminta agar penanganan dilakukan secara cepat dan tepat.

DP3AKB Jabar pun sudah berhasil menghubungi korban dan mendapat gambaran awal soal kejadian serta lokasi korban terbaru.

Karena peristiwa tersebut terjadi di luar negeri, Pemprov Jabar berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI).

Selain itu, pihaknya berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon sebagai daerah asal korban.

Baca: Polisi Tetapkan Pasutri Pemilik Eltras Pub Maumere Jadi Tersangka Kasus TPPO 13 Wanita Asal Jabar

Tujuannya, agar proses pendampingan hingga pemulangan berjalan sesuai aturan.

"Semoga korban bisa segera dipulangkan dan kami akan menyiapkan layanan pendampingan lanjutan, baik psikologis, sosial, maupun reintegrasi, apabila korban telah kembali ke Jawa Barat," ucap Siska, melansir Kompas.com.

Ke depan, Siska akan memperkuat pencegahan dengan meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang modus perdagangan orang yang berkedok pernikahan atau pekerjaan.

Masyarakat diimbau tidak mudah tergiur janji ekonomi yang tidak jelas.

Bila menemukan kasus serupa segera melaporkannya.

"Jika menemukan dugaan perekrutan atau pernikahan lintas negara yang mencurigakan. Laporan bisa disampaikan melalui Hotline UPTD PPA di nomor 085222206777 atau layanan SAPA 129," katanya.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Perempuan Nangis Disekap Jadi Korban ‘Pengantin Pesanan’ di China, Gubernur Minta Penanganan Cepat

# china # pengantin pesanan # dedi mulyadi # gubernur jawa barat

Editor: Fitriana SekarAyu
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribun Jatim

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved