Terkini Nasional

Muhamat Asraf Lolos Paskibraka Nasional, Sempat Pinjam Sepatu Robek Tetangga ketika Latihan

Jumat, 16 Agustus 2019 09:29 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kisah haru perjuangan Muhamat Asraf, anak yatim yang lolos jadi Paskibraka Nasional, pinjam sepatu robek dari tetangga untuk latihan.

Banyak kisah yang mengetuk hati dalam proses seleksi Paskibraka Nasional HUT RI 17 Agustus 2019, salah satunya kisah Muhamat Asraf.

Perjuangan Muhamat Asraf untuk menjadi satu dari puluhan anggota Paskibraka Nasional di Istana Negara, Jumat (17/8/2019) besok patut diapresiasi.

Muhamat Asraf adalah salah satu Pasukan Pengibar Bendera Pusaka ( Paskibraka) yang mewakili Provinsi Riau di tingkat nasional.

Asraf akan menjadi salah satu pengibar sang merah putih pada Upacara Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia (HUT RI) di Istana Negara pada Sabtu (17/8/2019) nanti.

Tapi, perlu diketahui seperti apa perjuangan Asraf hingga menjadi Paskibraka nasional.

Muhamat Asraf adalah seorang anak yatim.

Dia tinggal bersama ibunya di Desa Bina Baru, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar.

Bocah kelahiran tahun 2002 itu anak bungsu dari tiga bersaudara.

Saat ini ia duduk di bangku kelas 2 di SMAN 1 Kampar Kiri Tengah.

Ibu Asraf bernama Atik mengaku tidak menyangka anaknya bisa lolos menjadi Paskibraka nasional.

Saat ini anaknya sudah berada di Jakarta.

"Alhamdulillah, saya bangga sekali.

Sungguh saya tidak menyangka Asraf bisa lolos ke tingkat pusat," ucap Atik saat diwawancarai wartawan di rumahnya, di Desa Bina Baru, Rabu (14/8/2019).

Atik yang bekerja serabutan ini, mengaku mendukung penuh anaknya untuk ikut Paskibraka.

Mulai dari seleksi dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional.

"Saya bilang ke dia, kalau memang mau jadi anggota Paskibraka, berlatihlah dengan tekun dan sungguh-sungguh," kata Atik.

Pinjam sepatu robek

Asraf sempat merasa minder dan sedih, karena tidak memiliki sepatu untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat nasional.

Tapi, orangtuanya tidak punya uang untuk membeli sepatu tersebut.

Namun, ibunya tidak menyerah. Atik meminjam sepatu tetangganya yang sudah robek, agar anaknya bisa ikut seleksi.

"Dia sempat malu sama kawan-kawannya.

Jadi saya pinjam sepatu tetangga," aku Atik.

Ia menceritakan, awalnya Asraf mengikuti seleksi Paskibraka di sekolanya.

Setelah pulang dari latihan, Asraf muntah-muntah.

"Saat itu dia muntah sampai di rumah.

Dia bilang tadi ikut Paskibraka," sebut Atik.

Dikatakan Atik, anak bungsunya itu memiliki tinggi badan 170 cm, yang bercita-cita ingin menjadi polisi.

Asraf memiliki sosok yang pendiam, dan hobi mencari ikan di sungai dan berolahraga main bola voli.

Bahkan, Atik tak menyangka Asraf menekuni Paskibraka.

"Karena dia sering melihat upacara bendera 17-an di televisi, Asraf tertarik menjadi salah satu pasukan Paskibraka. Ternyata ia tekuni," ujar Atik.

Sejak itu, Asraf sering mengikuti kegiatan Paskibraka di sekolah, hingga akhirnya menjadi Paskibraka nasional.

"Kami sangat bersyukur dan tim seleksi profesional.

Kali ini mungkin baru anak jelata bisa masuk (Paskibraka) tingkat nasional," ujar Atik.

Tidak punya biaya

Atik mengaku tidak ada biaya untuk anaknya yang mengikuti seleksi Paskibraka.

Saat seleksi, Asraf sering tidak dibekali dengan uang.

"Saya tidak punya uang.

Saya hanya kerja serabutan di kebun sawit dan karet orang lain.

Kadang satu hari dapat gaji Rp7 5 ribu. Itu pun enggak tiap hari," aku Atik.

Atik dan anak-anaknya tinggal di sebuah rumah bantuan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Rumah itu dibangun di atas tanah milik saudaranya.

Sebelumnya, dia tinggal di sebuah rumah terbuat dari kayu, yang dipinjamkan oleh kakak ibunya.

"Dulu kami tinggal di rumah kayu punya kakak ibu.

Tapi sekarang alhamdulillah dapat bantuan bedah rumah dari pemerintah," kata Atik.

Meski sudah tak punya suami, Atik mengaku tetap semangat menyekolahkan anaknya.

Asraf salah satunya.

Perjuangan Atik menyekolahkan Asraf membuahkan hasil.

Apalagi, Asraf seorang anak yang rajin dan tekun belajar.

"Ashraf ini anak yatim dari lahir.

Dia anak yang rajin dan tekun belajar.

Saya selalu berdoa yang terbaik buat dia dan anak-anak saya yang lain," ucap Atik.

Pada saat mengikuti latihan maupun seleksi, aku dia, Asraf jarang sekali membawa uang.

Tapi, Atik selalu memberikan semangat dan motivasi.

Kini, anak kesayangannya itu sukses menjadi salah satu pasukan pengibar sang merah putih di Istana Negara.

"Saya sangat bangga sama Asraf," ungkapnya.

Karena sudah jarang bertemu, Atik mengaku sangat rindu dengan Asraf.

"Saya kangen sekali sama dia.

Dia gak pegang HP jadi enggak bisa dihubungi.

Saya harap Asraf sukses pada saat pengibaran bendera nanti," tutup Atik.

Untuk diketahui, dua orang Paskibraka nasional perwakilan Riau, yakni Muhamat Asraf dan Tri Setya Negara Putri, siswi SMA 1 Rengat di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

(Kompas.com/KONTRIBUTOR PEKANBARU, IDON TANJUNG)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita Haru Muhamat Asraf Lolos Paskibraka Nasional, Pinjam Sepatu Robek Tetangga untuk Latihan

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Bintang Nur Rahman
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved