Senin, 27 April 2026

Tribunnews Update

Iran Desak AS Cabut Sanksi Jika Ingin Capai Kesepakatan Nuklir, Tolak Lepas Hak Pengayaan Uranium

Senin, 23 Februari 2026 20:58 WIB
Sumber Lain

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membuka peluang tercapainya kesepakatan nuklir baru dengan Amerika Serikat.

Araghchi menyebut, kesepakatan nuklir dengan AS masih sangat mungkin seusai ketegangan baru-baru ini dengan Amerika.

Baca: Konflik Memanas! AS Siagakan 16 Kapal & 40 Ribu Personel ke Timur Tengah, Iran Siap Perang Hibrida

Menlu Araghchi menilai, kesepakatan itu bisa lebih sederhana daripada perjanjian joint comprehensive plan of action (JCPOA).

Pernyataan itu disampaikan Araghchi pada Minggu (22/2/2026).

“Saya yakin kesepakatan yang lebih baik daripada JCPOA adalah mungkin. Ada unsur-unsur yang bisa jauh lebih baik dibandingkan perjanjian sebelumnya,” ujarnya.

Araghchi menyatakan, kesepakatan nuklir baru Iran-AS tidak perlu memuat terlalu banyak rincian teknis.

Baca: Iran Klaim Punya Rudal Misterius yang Mampu Tenggelamkan Kapal Induk Raksasa AS jika Perang Pecah

Pihaknya lebih menekankan pentingnya menyepakati dua hal utama. 

Yakni jaminan program nuklir Iran bersifat damai dan akan tetap damai selamanya.

Kemudian, pencabutan lebih banyak sanksi terhadap Iran.

Baca: Iran Tegaskan Tak Berniat Memulai Perang namun Siap Hadapi Serangan, AS Diminta Hati-hati

Menurut Araghchi, pendekatan yang lebih sederhana justru dapat mempercepat tercapainya solusi konkret dan saling menguntungkan.

Kendati membuka ruang negosiasi, Teheran tegas menolak melepaskan hak kedaulatannya untuk memperkaya uranium.

Bagi Iran, pengayaan uranium adalah bagian sah dari program nuklir nasional.

Lanjut, Araghchi menegaskan, diplomasi adalah satu-satunya solusi yang realistis.

Baca: Alarm Perang Teluk! AS Mundur dari Pangkalan Terbesar di Timur Tengah, Iran Pasang Siaga Tempur

Araghchi menilai, peningkatan kekuatan militer atau penumpukan pasukan tidak akan membawa manfaat.

“Saya yakin masih ada peluang yang baik untuk mencapai solusi diplomatik berdasarkan prinsip saling menguntungkan. Tidak perlu ada peningkatan militer, karena itu tidak akan membantu dan tidak dapat menekan kami,” tegasnya. (Tribun-Video.com)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di yahoo.com dengan judul Menteri Luar Negeri Iran mengatakan kesepakatan dengan AS masih 'sangat mungkin'.

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Ardrianto SatrioUtomo
Sumber: Sumber Lain

Tags
   #TRIBUNNEWS UPDATE   #Iran   #Amerika Serikat   #perang   #sanksi   #nuklir   #Uranium

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved