Tribunnews Update
Iran Desak AS Cabut Sanksi Jika Ingin Capai Kesepakatan Nuklir, Tolak Lepas Hak Pengayaan Uranium
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membuka peluang tercapainya kesepakatan nuklir baru dengan Amerika Serikat.
Araghchi menyebut, kesepakatan nuklir dengan AS masih sangat mungkin seusai ketegangan baru-baru ini dengan Amerika.
Baca: Konflik Memanas! AS Siagakan 16 Kapal & 40 Ribu Personel ke Timur Tengah, Iran Siap Perang Hibrida
Menlu Araghchi menilai, kesepakatan itu bisa lebih sederhana daripada perjanjian joint comprehensive plan of action (JCPOA).
Pernyataan itu disampaikan Araghchi pada Minggu (22/2/2026).
“Saya yakin kesepakatan yang lebih baik daripada JCPOA adalah mungkin. Ada unsur-unsur yang bisa jauh lebih baik dibandingkan perjanjian sebelumnya,” ujarnya.
Araghchi menyatakan, kesepakatan nuklir baru Iran-AS tidak perlu memuat terlalu banyak rincian teknis.
Baca: Iran Klaim Punya Rudal Misterius yang Mampu Tenggelamkan Kapal Induk Raksasa AS jika Perang Pecah
Pihaknya lebih menekankan pentingnya menyepakati dua hal utama.
Yakni jaminan program nuklir Iran bersifat damai dan akan tetap damai selamanya.
Kemudian, pencabutan lebih banyak sanksi terhadap Iran.
Baca: Iran Tegaskan Tak Berniat Memulai Perang namun Siap Hadapi Serangan, AS Diminta Hati-hati
Menurut Araghchi, pendekatan yang lebih sederhana justru dapat mempercepat tercapainya solusi konkret dan saling menguntungkan.
Kendati membuka ruang negosiasi, Teheran tegas menolak melepaskan hak kedaulatannya untuk memperkaya uranium.
Bagi Iran, pengayaan uranium adalah bagian sah dari program nuklir nasional.
Lanjut, Araghchi menegaskan, diplomasi adalah satu-satunya solusi yang realistis.
Baca: Alarm Perang Teluk! AS Mundur dari Pangkalan Terbesar di Timur Tengah, Iran Pasang Siaga Tempur
Araghchi menilai, peningkatan kekuatan militer atau penumpukan pasukan tidak akan membawa manfaat.
“Saya yakin masih ada peluang yang baik untuk mencapai solusi diplomatik berdasarkan prinsip saling menguntungkan. Tidak perlu ada peningkatan militer, karena itu tidak akan membantu dan tidak dapat menekan kami,” tegasnya. (Tribun-Video.com)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di yahoo.com dengan judul Menteri Luar Negeri Iran mengatakan kesepakatan dengan AS masih 'sangat mungkin'.
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Ardrianto SatrioUtomo
Sumber: Sumber Lain
TRIBUNNEWS UPDATE
10 Ilmuwan Nuklir AS Hilang & Tewas Misterius, Pegang Data Rahasia Negara, Trump Minta Penyelidikan
Sabtu, 18 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Antisipasi Amerika Serikat jika Negosiasi Iran Tak Kunjung Deal, Langsung Ungkap Ancaman Besar
Sabtu, 18 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Waspada! Trump Isyaratkan Tak Perpanjang Gencatan Senjata: Kita Harus Menjatuhkan Bom Lagi ke Iran
Sabtu, 18 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Trump Berikan Sinyal Positif! Singgung Potensi Gencatan Senjata dengan Iran Dapat Diperpanjang
Sabtu, 18 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Pihak Iran Bak Ejek Kabar soal Pasukan AS Kekurangan Makanan di Lautan, Singgung Porsi Tak Layak
Sabtu, 18 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.