Tribunnews WIKI

Garut, Salah Satu Kabupaten di Provinsi Jawa Barat dengan penduduk 2.548.723 jiwa per 2015

Jumat, 16 Agustus 2019 00:06 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COMKabupaten Garut adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Barat.

Ibu kota Kabupaten Garut adalah Tarogong Kidul.

Kabupaten Garut memiliki luas wilayah sebesar 3.065,19 km persegi dan berpenduduk sebanyak 2.548.723 jiwa (per 2015).

Letak geografis kabupaten Garut memiliki batas-batas sebagai berikut:

  • Utara: Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang
  • Timur: Kabupaten Tasikmalaya
  • Selatan: Samudera Indonesia
  • Barat: Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur

Hari jadi Garut diperingati setiap tanggal 16 Februari.

Sejarah

Pada 2 Maret 1811, Kabupaten Limbangan dibubarkan oleh Gubernur Jendral Daendels.

Kabupaten Limbangan awalnya adalah salah satu daerah yang subur dan makmur namun produksi kopinya menurun sehingga menjadi alasan pembubaran.

Bupatinya pun menolak penanaman nila (indigo).

Namun pada 16 Februari 1813, Limbangan dikembalikan statusnya oleh Gubernur General Raffles menjadi kabupaten di Keresidenan Priangan.

Tumenggung/Adipati Adiwidjaja ditunjuk sebagai Bupati Limbangan.

Ibu kota Limbangan saat itu adalah Suci, namun oleh Adipati Adiwidjaja dipindah ke tempat lain karena Suci sempit dan tidak subur.

Awalnya daerah Cimurah dipilih, namun ternyata di tempat itu sulit mendapat air bersih.

Kemudian ditemukan sebuah wilayah, 5 km dari barat Suci yang subur, airnya bersih dan dikelilingi gunung-gunung.

Saat ditemukan mata air yang tertutup semak belukar berduri, seorang panitia 'kakarut' atau tergores tangannya sampai berdarah,

Ketika ditanya oleh orang Eropa bertanya, begitu dijawab kemudian ia menirukan dengan tidak fasih menjadi 'gagarut'.

Sejak saat itu rombongan panitia itu dinamai 'Ki Garut' dan telaganya disebut 'Ci Garut'.

Cetusan nama Garut untuk daerah itu disetujui Adipati Adiwidjaja untuk menjadi ibu kota Limbangan.

Peletakan batu pertama sarana dan prasarana diadakan pada 15 September 1813.

Ibu Kota Kabupaten Limbangan pindah dari Suci ke Garut sekitar Tahun 1821. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal No: 60 tertanggal 7 Mei 1913.

Nama Kabupaten Limbangan diganti menjadi Kabupaten Garut pada tanggal 1 Juli 1913.

Pada 14 Agustus 1925, Kabupaten Garut disahkan menjadi daerah otonom oleh Gubernur Jenderal.

R A A Soeria Kartalegawa yang menjadi bupati pertama memimpin Kabupaten Garut.

Geografis

Kabupaten Garut memiliki luas wilayah sebesar 3.065,19 km persegi.

Garut berada pada ketinggian 0 m sampai dengan 2800 meter.

Kabupaten Garut memiliki letak geografis yang dekat dengan Kota Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat.

Kabupaten Garut dikelilingi gunung-gunung tinggi yaitu Gunung Gede (atau Gunung Papandayan), Gunung Guntur dan Gunung Cikuray.

Pada era 20-an, Garut dikenal sebagai Swiss van Java karena pesona alamnya yang indah.

Pada tahun 1950, Garut mendapat julukan Kota Intan.

Garut memiliki iklim tropis basah (human tropical climate) dengan klasifikasi iklim Koppen.

Hla ini disebabkan karena adanya pola sirkulasi angin musiman, topografi yang bergunung-gunung, dan elevasi topografi di Bandung.

Sosial dan Budaya

Pada tahun 2015, catatan sipil pemerintah Garut mencatat jumlah penduduk Garut sebanyak 2.548.723 jiwa.

Mayoritas penduduk Garut berprofesi sebagai petani karena Garut memang memiliki tanah yang subur.

Selain itu sektor perhotelan juga menjadi penyumbang terbesar pendapatan perkapita Kabupaten Garut.

Masyarakat Garut menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu dan bahasa sehari-hari.

Bahasa yang digunakan terbagi atas 3 bagian yaitu kasar, lemes, dan bahasa untuk sesama (didaerah Jawa seperti Ngoko, Krama Madya, dan Krama Inggil).

Namun, bahasa Sunda Garut kadang memiliki perbedaan dengan bahasa sunda daerah lain.

Tradisi masyarakat sunda adalah Seni Adu Domba yang merupakan kesenian turun temurun.

Beberapa adat lain yang diselenggarakan di Garut adalah:

  • Upacara Seba yang dilaksanakan oleh masyarakat adat Ciburuy
  • Upacara Ngalungsur oleh masyarakat Godog dalam rangka menghormati benda-benda peninggalan Sunan Godog
  • Upacara ke Makam Karomah
  • Upacara 12 Mulud
  • Upacara 14 Mulud yang dilakukan oleh masyarakat adat Kampung Dukuh
  • Hajat Laut Pakidulan oleh masyarakat Cikelet dalam rangka mensyukuri hasil laut yang telah diberikan Allah SWT

Visi & Misi

Visi:

  • "Terwujudnya Garut yang Mandiri dalam Ekonomi, Adil dalam Budaya dan Demokratis dalam Politik dengan Didasari Ridlo Allah SWT."

Misi:

  • Membangun kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan nilai agama, sosial dan budaya sesuai kearifan lokal;
  • Mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis agrobisnis, agroindustri dan pariwisata disertai pengembangan budaya lokal;
  • Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah yang baik dan bersih;
  • Meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur wilayah sesuai dengan daya dukung dan fungsi ruang;

Lambang & Arti

Perda No. 9 Tahun 1981

Tentang

Lambang Daerah Kabupaten Garut

Pasal 1:

Lambang Daerah adalah suatu lukisan yang mempunyai bentuk tertentu dan terlukiskan nilai-nilai potensi alam wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Garut.

Pasal 2:

  1. Bentuk dan ukuran Lambang Daerah ialah sebuah perisai bersudut 3, bergaris tepi kuning tua yang merupakan bingkai dengan ukuran lebar 3 dan tinggi 4.
  2. Lukisan :

Langit biru pada bagian atas perisai.

Bintang bersudut 5 warna kuning emas bersinar

Gunung, warna biru tua, berpuncak 5 yang menggambarkan Gn.Talagabodas, Gn. Cakrabuana, Gn. Cikuray, Gn. Papandayan, dan Gn. Guntur

Sungai, dilukiskan dengan 3 garis putih, yang menggambarkan 3 sungai besar di daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Garut, yaitu Sungai Cimanuk, Cikandang, dan Cilaki.

Gelombang laut, 2 buah garis berwarna biru laut menggambarkan batas Selatan Kabupaten Garut merupakan Samudera Indonesia yang bergelombang besar.

Hamparan berwarna hijau tua pada perisai bagian bawah menggambarkan keadaan tanah di Kabupaten Daerah Tingkat II Garut yang subur.

Sebuah Jeruk Garut, berwarna kuning jeruk yang merupakan hasil spesifik dari Kabupaten Daerah Tingkat II Garut yang disebut dimana-mana dengan sebutan Jeruk Garut.

Kelengkapan, berupa pita merah yang terletak di bawah menyangga perisai, kedua ujungnya terdapat lipatan dan tertulis huruf putih berbunyi "TATA TENGTREM KERTARAHARJA"

(TribunnewsWiki/Indah)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul: Kabupaten Garut

ARTIKEL POPULER:

Baca: Gunung Ciremai, Gunung yang Berada di Antara Kabupaten Majalengka dan Kuningan

Baca: Nelayan di Kabupaten Parimo Dikabarkan Hilang

Baca: Gunung Kerinci, Gunung yang Terletak di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi dengan Ketinggian 3805 md

 

TONTON JUGA:

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved