Kamis, 16 April 2026

Di Balik Kesepakatan Tarif Indonesia-AS, Perpanjangan Operasional Freeport hingga 2061

Minggu, 22 Februari 2026 20:38 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Dalam kesepakatan dagang Indonesia–AS bertajuk Agreement on Reciprocal Tariff (ART) yang diteken Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump pada 19 Februari 2026, turut disepakati perpanjangan kontrak perusahaan tambang asal AS, Freeport-McMoRan.

Melalui PT Freeport Indonesia, masa operasional tambang di Indonesia diperpanjang hingga 2061.

Sebelumnya, kontrak PTFI dijadwalkan berakhir pada 2041.

Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Tariff (ART) di Washington DC, Amerika Serikat pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap dalam kesepakatan dagang terbaru dengan AS, terdapat paket kerja sama strategis lain yang tak kalah penting, termasuk pengembangan mineral kritis dan perpanjangan operasi Freeport hingga 2061.

Perpanjangan tersebut merujuk pada operasi tambang yang dikelola PT Freeport Indonesia, anak usaha dari Freeport-McMoRan.

Sebelumnya, kontrak operasi Freeport di wilayah operasional penambangan di Timika, Papua diketahui berlaku hingga 2041.

Kesepakatan perpanjangan ini merupakan bagian dari implementasi Agreement of Reciprocal Trade bertajuk Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance yang diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump.

Pemerintah Indonesia mengklaim perpanjangan kontrak operasional perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan, hingga 2061 akan mendatangkan tambahan investasi jumbo senilai US$ 20 miliar atau setara Rp 337,68 triliun (kurs Rp 16.884 per dolar AS).

Tambahan investasi US$ 20 miliar dinilai strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi tembaga dan mineral kritis lainnya. 

Kemudian, investasi tersebut juga dihitung berpotensi meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan negara melalui pajak, royalti, dan dividen.

Rosan menegaskan, nota kesepahaman (MoU) yang telah diteken akan segera difinalisasi menjadi perjanjian definitif dalam waktu dekat.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa saham PT Freeport Indonesia  (PTFI) dari Freeport McMoran akan bertambah 12 persen dari saat ini 51 persen akan menjadi 63 persen pada 2041.

Bahlil mengatakan, dalam kesepakatan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI setelah 2041, pemerintah Indonesia mendapatkan tambahan 12 persen.

Bahlil menegaskan tambahan saham ini tidak dikenakan biaya akuisisi saham.

Ia menuturkan, kesepakatan tersebut didapat setelah dilakukan negosiasi intensif antara pemerintah Indonesia, MIND ID dan Freeport McMoRan selama dua tahun terakhir. 

Adapun sebagian dari tambahan saham tersebut akan dialokasikan kepada pemerintah daerah Papua. 

Harapannya selain pendapat negara yang meningkat, pendapatan daerah juga bertambah.

Bahlil menuturkan, pertimbangan pemberian perpanjangan IUPK setelah 2041 dikarenakan puncak produksi PTFI akan terjadi pada 2035, sehingga diperlukan kepastian keberlanjutan operasional tambang. 

Adapun saat ini, produksi konsentrat mencapai sekitar 3,2 juta ton per tahun, yang menghasilkan kurang lebih 900.000 ton tembaga serta 50-60 ton emas.

Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

Editor: Srihandriatmo Malau
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved