Terkini Daerah
Jawaban KSAD Andika Perkasa atas Protes Warga Nduga yang Mengungsi akibat Konflik Aparat dan KKB
Laporan wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan
TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa menyatakan dampak konflik aparat keamanan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) harus dilihat apa adanya.
Andika menegaskan, jawabannya terkait hal tersebut berdasarkan aspek pembinaan dan bukan dalam konteks operasi karena yang berwenang untuk itu Mabes TNI.
Andika mengatakan, jika memang warga di sana komplain karena apa yang dilakukan oleh pihak TNI AD, maka pihaknya memiliki keinginan untuk memperbaiki diri selama alasan mereka menyatakan keberatan logis dan realistis.
Namun, bila tidak ada alasan yang logis dan realistis untuk komplain mengenai pengamanan, maka jangan mengada-ada.
Hal itu disampaikannya di Markas Besar Angkatan Darat Jakarta Pusat pada Selasa (13/8/2019).
"Yang jelas kalau memang mereka komplain kalau kita melakukan apa, kita pun punya keinginan, good will, untuk memperbaiki diri. Tapi kalau memang tidak ada apa-apa kemudian juga mereka terus komplain. Ya harus ada dasarnya dong. Harus realistis dan logis saja. Apa yang sudah kami lakukan di sana, apa keberatan mereka, dan seterusnya," kata Andika.
Ia pun menegaskan, kehadiran TNI Angkatan Darat di Nduga sama seperti kehadiran pihaknya sama seperti kehadiran pihaknya di tempat lain.
"Yang jelas kami hadir di sana sama seperti di tempat lain kok. Tidak kemudian kami di sana melakukan tindakan yang berbeda. Sama sekali tidak," kata Andika.
Diberitakan sebelumnya, Konflik akibat kontak senjata antara aparat TNI polri dengan kelompok kriminal bersenjata pimpinan Egainus Kogoya di Distrik Yal Kabupaten Nduga pada 26 Februari 2019 menyebabkan warga di Distrik Mbua, Yal, Yigi, Mapenduma, Nikuri, dan Mbulmu Yalma mengungsi.
Diperkirakan sekitar 2.000 warga mengungsi yang tersebar di Distrik Mbua, Distrik Yal, Distrik Mbulmu Yalma Kabupaten Nduga dan kabupaten Wamena.
Jumlah pengungsi pelajar SD, SMP, SMA sebanyak kurang lebih 600 orang yang terdata di Distrik Mbua, Distrik Yal, Distrik Mbulmu Yalma Kabupaten Nduga sedangkan di Kabupaten Wamena belum diketahui secara pasti karena kondisi pengungsi berada di keluarga atau suku masing-masing.
Begitu pula dengan jumlah pengungsi dewasa dan kelompok rentan lainnya masih belum bisa didata karena kondisi keamanan serta masyarakat yang masih merasa takut untuk berkomunikasi dengan pihak di luar sukunya atau keluarganya.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jawaban KSAD Andika Perkasa Atas Protes Warga Nduga yang Mengungsi Akibat Konflik Aparat dan KKB
ARTIKEL POPULER:
Baca: Edhy Prabowo Tegaskan Bagi yang Tidak Merasa Penumpang Gelap dan Sebut Tak Usah Kebakaran Jenggot
Baca: Meski Prabowo Hadir di Kongres PDIP, Belum Tentu Koalisi di 2024
Baca: Prabowo Hadir di Kongres V PDIP, Sinyal Baik untuk Dunia Politik Indonesia?
TONTON JUGA:
Video Production: Bayu Romadi
Sumber: Tribunnews.com
LIVE UPDATE
Tegas! Mahasiswa Kabupaten Nduga Kecam 'Drama Kursi Kosong' Wakil Bupati yang Tidak Kunjung Usai
Kamis, 9 April 2026
Nasional
Tragedi di Nduga: Prajurit TNI Asal Kupang Gugur dalam Baku Tembak dengan KKB
Jumat, 9 Januari 2026
Tribunnews Update
Senjata Ikut Dirampas, Prajurit TNI Praka Satria Taopan Asal NTT Gugur Ditembak KKB Papua di Yuguru
Jumat, 9 Januari 2026
Tribunnews Update
Massa Nduga Ancam Gelar Demo Besar, Tuntut Pemprov Evakuasi 5 Warga yang Terisolasi Pascabencana
Selasa, 11 November 2025
Tribunnews Update
Update Pencarian Korban Banjir dan Longsor di Nduga Papua: 10 Jenazah Ditemukan, 13 Masih Hilang
Selasa, 11 November 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.