Senin, 13 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Respons Muhammadiyah soal Potensi Perbedaan Awal Puasa Ramadhan, Ajak Umat Islam Saling Menghargai

Selasa, 17 Februari 2026 18:13 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengajak seluruh umat Islam menyikapi potensi perbedaan awal Ramadhan dengan cerdas dan tasamuh (saling menghargai).

Haedar mengatakan, perbedaan awal Ramadhan sering terjadi dan menjadi sesuatu yang biasa.

Dalam keterangan tertulis pada Selasa (17/2/2026), Haedar menilai perbedaan harus disikapi dengan arif bijaksana.

Terlebih, tujuan utama puasa adalah untuk meningkatkan takwa kepada Allah SWT.

Haedar berpesan agar umat Islam menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang dan tidak terganggu oleh perbedaan.

Baca: Pemantauan Hilal 1 Ramadhan 1447 H di Masjid KH Hasyim Asyari Jakarta, Yenny Wahid Turut Hadir

"Tak perlu saling menyalahkan satu sama lain, dan satu sama lain juga tidak merasa paling benar sendiri," kata Haeder.

Sebelumnya, PP Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah pada Rabu (18/2/2026).

Penetapan ini menegaskan penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang kini sepenuhnya diadopsi organisasi tersebut

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama masih akan menggelar sidang isbat petang nanti.

Melalui sidang tersebut akan diumumkan apakah hilal sudah terlihat.

Di sisi lain, Badan Riset dan Invoasi Nasional (BRIN) memprediksi adanya potensi perbedaan awal Ramadhan.

Peneliti Pusat Antariksa BRIN, Thomas Djamaludin menyebut posisi hilal pada saat Maghrib 17 Februari 2026 di Asia Tenggara belum memenuhi kriteria MABIMS.

Baca: Situasi Pantauan Hilal 1 Ramadhan 1447 H di Lombok, Kemenag NTB Pindah Lokasi ke Desa Teniga

Istilah tersebut merujuk pada forum Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Namun, Thomas juga menjelaskan bahwa tidak semua pihak menggunakan kriteria MABIMS. 

Beberapa ormas Islam mengacu pada kriteria Turki yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat.

Thomas menegaskan bahwa perbedaan ini bersifat ilmiah dan metodologis, bukan perbedaan prinsip keagamaan.

"Jadi, ada potensi perbedaan awal Ramadan, ada yang 18 Februari dan ada yang 19 Februari," ungkap Thomas dalam video di YouTube pribadinya pada 20 Desember 2025.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di laman resmi PP Muhammadiyah dengan judul Haedar Nashir Ajak Umat Jadikan Ramadan sebagai Kanopi Sosial

Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Muhammad Taufiq Rahman Setyawan
Uploader: bagus gema praditiya sukirman

Editor: bagus gema praditiya sukirman
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Muhammad TaufiqRahman
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Muhammadiyah   #Ramadhan   #Islam

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved