Tribunnews Wiki

Profil Muhammad Yusuf Ronodipuro - Wartawan Radio dan Politisi

Kamis, 15 Agustus 2019 08:04 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM – Muhammad Yusuf Ronodipuro atau Yusuf Ronodipuro lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 30 September 1919 dan wafat di Jakarta Selatan pada 27 Januari 2008.

Merupakan lulusan sekolah menengah tinggi Algemeene Middelbare School (AMS) di Batavia dan pernah bekerja pada perusahaan dagang Belanda.

Ketika masa pendudukan Jepang, Yusuf Ronodipuro bekerja di Keimin Bunka Sidoosho atau Pusat Kebudayaan pada bagian Seni Lukis.

Dikenal sebagai tokoh yang menyiarkan kemerdekaan Republik Indonesia ke seluruh penjuru ketika bekerja di Radio Hoso Kyoku.

Yusuf Ronodipuro pernah menjadi Duta Besar Indonesia di Uruguay, Argentina, dan Chili.

Yusuf Ronodipuro adalah satu dari pendiri Radio Republik Indonesia (RRI) yang didirikan pada 11 September 1945.

Yusuf Ronodipuro wafat di RSPAD Gatot Subroto pada 27 Januari 2008 karena penyakit komplikasi stroke dan kanker paru-paru.

Yusuf Ronodipuro dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta tanggal 28 Januari.

Wartawan Radio

Yusuf Ronodipuro bekerja sebagai wartawan radio militer Jepang di Jakarta, Hoso Kyoku sejak 1943 .

Hoso Kyoku dipimpin oleh anggota tentara Jepang, Letkol Tomo Bachi, dan Utoyo Ramlan.

Setelah Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.

Yusuf Ronodipuro mengetahui berita penyerahan Jepang dari Mochtar Loebis yang curiga tentang siaran luar negeri radio Hoso Kyoku yang ditutup oleh Kekaisaran Jepang.

Yusuf Ronodipuro segara berangkat ke markas perkumpulan pemuda yang merupakan tempat berkumpulnya pejuang muda Indonesia, Menteng 31.

Di markas Menteng 31 kemudian diadakan rapat yang dipimpin oleh Sukarni.

Semua telah mendengar kabar penyerahan Tentara Kekaisaran Jepang dari Adam Malik yang kala itu bekerja sebagai wartawan Domei.

Penyiaran Kemerdekaan Indonesia

Yusuf Ronodipuro tidak mengetahui bahwa Proklamasi Kemerdekaan telah dibacakan pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 karena para staf Hoso Kyoku sejak 15 Agustus 1945 tidak diizinkan keluar dari stasiun radio.

Hoso Kyoku juga dijaga ketat oleh Kompetai atau polisi militer Jepang.

Wartawan Domei, Syahrudin dapat menembus penjagaan dan berhasil memberikan surat dari Adam Malik kepada Yusuf Ronodipuro yang berisi naskah proklamasi.

Yusuf Ronodipuro kemudian mengubah pengaturan kabel stasiun radio, sehingga kabel pemancar siaran dalam negeri tersambung dengan pemancar manca negara.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia kemudian dibacakan Yusuf Ronodipuro melalui siaran radio ke seluruh dunia pada pukul 19.00.

Selang 20 menit kemudian, Yusuf Ronodipuro kembali membacakan naskah proklamasi dalam Bahasa Inggris agar radio internasional seperti BBC London, Radio Amerika, Singapura dan lainnya dapat memahami dan meneruskan siaran tersebut ke seluruh penjuru dunia.

Aksi nekat tersebut kemudian ketahui oleh Tentara Kekaisaran Jepang sehingga Yusuf Ronodipuro dan seluruh staf Hoso Kyoku yang terlibat aksi dikenai sanksi disipliner.

Setelah peristiwa tersebut, Yusuf Ronodipuro mendirikan The Voice of Free Indonesia atau Radio Suara Indonesia Merdeka dari barang-barang elektronik bekas.

Pada 25 Agustus 1945, Yusuf Ronodipuro memohon Ir. Sukarno untuk menyampaikan pidato pertama sebagai presiden Indonesia di radio tersebut, disusul pidato Mohammad Hatta pada 29 Agustus 1945.

Pada 10 September 1945, pimpinan-pimpinan radio daerah, dari Surakarta, Yogyakarta, Bandung, Semarang dan lain-lain berkumpul untuk membicarakan gagasan Yusuf Ronodipuro agar radio-radio daerah terus mengumandangkan kemerdekaan Indonesia dan menyebarkan semangat perjuangan.

Pertemuan tersebut juga membahas langkah untuk mengambil alih stasiun radio daerah dari Jepang kepada Indonesia.

Pada 11 September 1945, Radio Republik Indonesia (RRI) didirikan karena pihak Jepang menolak menyerahkan stasiun radio pada Indonesia.

Setelah Kemerdekaan

Meskipun proklamasi kemerdekaan telah dikumandangkan, Sekutu bersama Belanda kembali ke Indonesia untuk mengambil alih Indonesia dari Jepang.

Belanda juga merebut RRI sedangkan Yusuf Ronodipuro ditangkap kemudian dipenjara pada 21 Juli 1947.

Setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada 1949, Yusuf Ronodipuro kembali menjabat sebagai Kepala RRI.

Yusuf Ronodipuro juga merupakan anggota delegasi Indonesia dalam Asian Radio Consultative Conference di New Delhi pada 1950 dan di Swiss pada1954.

Yusuf Ronodipuro juga sering menjadi penasihat delegasi Indonesia dalam Sidang Umum PBB pada 1961-1965.

Yusuf Ronodipuro kemudian ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal Departemen Penerangan Indonesia (1969-1972), Duta Besar RI untuk Chile dan Uruguay (1972-1976), dan Direktur Utama Percetakan Negara RI (1976).

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul: 17 AGUSTUS - Seri Tokoh Nasional: Yusuf Ronodipuro

ARTIKEL POPULER:

Baca: VIDEO: Presiden Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke 58

Baca: Lirik Lagu dan Kunci (Chord) Gitar Gajah - Tulus

Baca: VIDEO: Live Streaming Liga 1 2019 Arema FC Vs Persebaya Surabaya Kamis (15/8) Pukul 15.30 WIB

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved