Petani Karet Damithulu Minta Bendungan Galian Tambang Punya Saluran

Rabu, 14 Agustus 2019 16:55 WIB
Banjarmasin Post

TRIBUN-VIDEO.COM - Kebanjiran kebun karet yang menimpa petani di Desa Damithulu, Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel diduga karena aktivitas tambang, dipaparkan oleh petani karet, Ismanto.

Kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (12/8/2019) kemaren di lahan karet milik warga yang terdampak, adanya rendaman air tersebut dikarenakan galian tambang berjarak kurang lebih lima kilometer dari desanya.

Penyebab utama jelasnya, ialah adanya bendungan yang dibuat oleh penambang pada galian tersebut. Sehingga air yang seharusnya mengalir ke timur, menjadi turun ke lahan karet yang semestinya bukan jalur sungai.

Dikawasan tersebut ujar Ismanto memang ada sungai hidup. Banyak sungai kecil yang airnya terus mengalir. Namun apabila ditutupi oleh bendungan, maka dampaknya ke lokasi perkebunan warga. Padahal satu tahun sebelumnya, kebun karet di desa tersebut ujarnya sama sekali tidak pernah terendam.

Ada sekitar empat bendungan yang mengahalangi aliran air di kawasan tersebut. Sehingga menyebabkan karet terendam.

Hal serupa juga disampaikan oleh Istihar. Ia mengatakan, penyebab utama positif karena tambang.

“Ini positif darisana (tambang), karena sebelumnya gak ada (tidak terendam),” ucap Istihar.

“Sejak dulu penambang memang ada. Cuma tidak pernah ditutup arus kalinya. Tetap ada jalannya. Tapi baru setahun ini saja kalinya ditutup,” tambahnya.

Seharusnya ujar Istihar bendungan yang dibuat oleh pemilik tambang harusnya tidak ada. Jika pun menggunakan bendungan, harus memiliki saluran pembuangan.

“Kalau air ini apabila dibendung juga membahayakan juga. Bendungan saja punya pembuangan, kok ini gak ada pembuanganya,” keluh Istihar.

Begitupun dengan Ismanto, ia juga hanya berharap agar pemilik tambang turut perhatian akan warga setempat. Caranya yakni membuatkan saluran pembuangan air agar tidak ke lahan perkebunan warga. Apalagi dalam satu tahun terakhir, warga mendapatkan kerugian hingga puluhan juta.

“Sebenarnya masyarakat gak mau minta ganti rugi atau apa, yang penting air ini bisa mengalir,” ujar Ismanto.

Sementara Camat Jorong, M Alfan Rosidi Anwar mengajak banjarmasinpost.co.id melihat lokasi petambangan tersebut, Senin (12/8/2019).

Ia menunjukan beberapa lokasi aktivitas tambang yang terletak di Desa Batalang, Kecamatan Jorong. Dari yang dianggap kecil, masih terlihat aktivitas alat berat, serta yang nampak besar dan berpindah tempat.

Beberapa lubang galian terisi air diperlihatkan oleh Alfan yang didampingi pula dari warga dan pihak Desa Damithulu yang terdampak akan aktivitas galian tersebut.

Diduga, bendungan-bendungan dari tambang itulah yang menyebabkan aliran air menuju perkebunan karet warga. Sehingga dampaknya ada sekitar 10 hektar tanaman karet terendam.

“Adanya air yang terbendung ini warga Desa Damithulu mengeluh karena lahan mereka sekitar 10 hektar jadi terndam air dan kami masih mencoba mencarikan solusinya agar hal tersebut bisa teratasi,” ucap Alfan.

Pasalnya, karena dibuat bendungan, sehingga air dari sungai-sungai kecil di Desa Damithulu dan sekitarnya tidak mengalir secara normal. Sehingga air pun naik ke lahan karet milik warga.

Keluhan warga itu ujar Alfan sudah pihaknya respon sejak satu bulan lalu. Lantas oleh Kecamatan Jorong langsung berkoorinasi dengan Pemda dan instansi terkait. Bahkan sebutnya pihak lingkungan hidup juga sempat datang ke lokasi dan berencana membuka bendungan.

“Namun dua minggu belakangan belum ada kemajuan positif atas laporan ini,” ucap Alfan.

Ia juga menerangkan, informasi beredar, pemilik tambang tersebut merupakan pengusaha yang berdomisili di Jorong. Pihaknya pun sudah melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan. Namun jawaban yang didapat yakni pengusaha tersebut mengatakan tidak ada aktivitas tambang miliknya pada lokasi itu.

“Sampai saat ini kami masih mencari siapa yang menambang disini,” jelasnya.

Sementara itu, sebelumnya sempat ada rencana untuk melakukan mediasi antara warga dan pemilik tambang.

Alfan menerangkan, memang ada janji bertemu dengan pihak tambang. Terlebih penambang yang dimaksud ingin mengetahui lokasi tambang yang diduga menjadi penyebab banjir. Namun hal itu ujarnya gagal, karena pengusaha tambang itu ada kesibukan lain.

Semenjak permasalahan itu timbul, Alfan mengatakan, pihaknya menawarkan solusi jangka pendek. Di antaranya membuka setiap bendungan yang menyumbat air dan berkordinasi dengan kepala daerah.(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Editor: Novri Eka Putra
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Banjarmasin Post
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved