Gubernur Ahok: Itu Black Campaign yang Pengecut
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lendy Ramadhan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - "Kamu perhatikan fotonya, itu lagi sobek atau lagi masang? lagi sobek. Itu adalah black campaign yang pengecut dan nggak kreatif," begitulah kata Gubernur Ahok ketika dikonfirmasi mengenai foto satpol PP yang diklaim sedang memasang spanduk kampanye dirinya beberapa hari lalu.
Mantan Bupati Belitung Timur itu membantah melakukan perintah kepada satpol PP untuk memasang spanduk tersebut. Justru ia memerintahkan satpol PP untuk mencopot spanduk yang tidak diketahui siapa yang memasang spanduk tersebut.
Hal tersebut disampaikan kepada para awak media usai bertemu Ketua Umum Partai Nsional Demokrasi (Nasdem), Surya Paloh di Kantor Partai Nasdem, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/9/2016).
Sebagaimana diberitakan, sebuah gambar beredar di media sosial. Gambar itu, memperlihatkan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI memegang spanduk dukungan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.
Pada gambar terdapat tulisan, yang membuat pembacaranya berasumsi, pasangan petahana itu, menyalahgunakan wewenangnya. Seakan para Satpol PP dikerahkan untuk membantu kampanya Ahok-Djarot.
"Baru juga diumumkan 18 September 2016, belum resmi daftar dan jadwal kampanye, SUDAH LANGGAR ATURAN. Sejak kapan Satpol PP malah pasang spanduk kampanye? Biasanya Satpol PP itu tugasnya tertibkan dan turunkan spanduk kampanye yang langgar aturan keindahan kota. Mana Bawaslu/Panwaslu? Apa sudah disuap Ahok?," demikian tertulis dalam gambar yang beredar, Rabu, 21 September 2016.
Gambar juga berisi tulisan foto diambil di dekat Pengadilan Agama Jakarta Pusat, Minggu, (18/9/2016).(*)
Reporter: Lendy Ramadhan
Videografer: Lendy Ramadhan
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS ON FOCUS
[FULL] Pesan Tersembunyi di Balik Spanduk Permohonan Maaf Catut UGM, Pakar Desak RI 1 Ajak Dialog
7 hari lalu
Tribunnews Update
Viral Spanduk Permohonan Maaf soal Prabowo-Gibran di Bundaran UGM, Kampus Hormati Aspirasi
Jumat, 22 Mei 2026
Tribunnews Update
Isi Lengkap Spanduk Besar yang Dipasang di Bundaran UGM: Minta Maaf Biarkan Prabowo Jadi Presiden
Jumat, 22 Mei 2026
Tribunnews Update
UGM Tegaskan Spanduk Besar Berisi Permohonan Maaf Biarkan Prabowo Jadi Presiden Tak Wakili Kampus
Jumat, 22 Mei 2026
Tribunnews Update
Heboh Spanduk Raksasa di UGM Kritik Bobroknya Prabowo-Gibran, Berakhir Dicopot: Tempat Tak Sesuai
Kamis, 21 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.