Rabu, 22 April 2026

Tribunnews Update

Ribuan Ikan Mati Mengambang Gara-gara Sungai Cisadane Tercemar, Wali Kota Minta Tak Dimakan

Jumat, 13 Februari 2026 08:26 WIB
Tribun Banten

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Buntut kebakaran gudang kimia di kawasan Pergudangan Taman Tekno, Kelurahan Setu, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan pada Senin (9/2/2026), Sungai Cisadane kini tercemar.

Alhasil ribuan ikan mati dan jadi buruan warga setempat dalam tiga hari terakhir.

Ikan dengan beragam bentuk mulai dari yang kecil hingga besar tampak mengapung diduga keracunan limbah pasca-kebakaran gudang.

Banyak video yang beredar di media sosial yang memperlihatkan warga mengumpulkan ikan menggunakan alat pancing.

Adapun gudang kimia yang menyimpan lima ton bahan cair insektisida berjarak 3,3 kilometer dari aliran Sungai Jaletreng yang merupakan anak Sungai Cisadane.

Bangunan dua lantai yang tampak hamgus tersebut saat ini dipasangi garis polisi.

Baca: 10 Truk Sampah dari Tangerang Selatan Dibuang ke TPAS Cilowong Kota Serang, Ditutup Terpal Hijau

Baca: Tercemar Limbah! Ribuan Ikan Mati di Sungai Cisadane, Warga Malah Ramai-ramai Tangkap Ikan

Di bagian dalam gudang tampak gelap dengan sisa material yang hangus terbakar.

Sementara itu, puluhan drum yang diduga berisi cairan kimia tampak berjejer.

Aroma bau kimia menyengat bahkan dari radius 20 meter dari lokasi.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi dampak lanjutan terhadap lingkungan sekitar.

Sejumlah pihak terkait seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel sudah meninjau lokasi untuk melakukan pengecekan.

Kepala DLH Tangsel, Bani Khosyatullah dalam keterangan pada Rabu (11/2/2026) menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pengecekan internal dokumen lingkungan yang terdaftar di instansinya.

Hasilnya, tak ditemukan dokumen atas nama gudang tersebut.

Menurut Bani, bangunan tersebut diduga hanya menggunakan dokumen lingkungan berupa Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (SPL).

Baca: Ribuan Ikan di Cisadane Mengapung Lemas Imbas Air Sungai Tercemar Limbah, Warga Ramai-ramai Berburu

Baca: Awal Mula Bocah 8 Tahun Hanyut di Aliran Sungai Cisadane Bogor, Berawal dari Asyik Berenang

Dokumen tersebut umumnya diperuntukkan bagi usaha dengan skala tertentu dan pengurusannya dapat dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Wali Kota Tangsel, Banyamin Davnie menginstruksikan seluruh puskesmas di tujuh kecamatan bersiaga sebagai langkah antisipasi dampak kesehatan yang timbul akibat konsumsi ikan atau air yang tercemar zat kimia.

Benyamin pun meminta pada warga agar tidak mengonsumsi ikan dari sungai yang tercemar agar tak mengalami gangguan kesehatan.

Sementara itu, Lurah Setu Adhi Mustofa mengungkapkan, sudah terjadi tiga kali kebakaran di kawasan industri Taman Tekno dalam setahun terakhir.

Ia menilai, peristiwa kebakaran yang berulang perlu menjadi bahan evaluasi bersama, terutama terkait pengawasan dan sistem pengelolaan lingkungan di kawasan industri tersebut.

Sebab Adhi menduga, tidak semua gudang atau perusahaan di Taman Tekno memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai.

Adapun saat ini Polres Tangsel melakukan penyelidikan terkait kebakaran tersebut untuk mengetahui ada unsur pidana atau tidak.

(TribunVideo.com)

Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Kondisi Terkini Gudang Kimia Terbakar di Setu Tangsel, Aroma Menyengat Sangat Terasa

Editor: Januar Imani Ramadhan
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Januar Imani Ramadhan
Sumber: Tribun Banten

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved