Tribunnews WIKI

Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika, Konferensi untuk Menyatukan Asia-Afrika Setelah Penjajahan

Selasa, 13 Agustus 2019 23:12 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM – Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika merupakan sebuah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika.

Konferensi Asia Afrika digelar untuk menyatukan negara-negara setelah dijajah.

Perang Dingin terjadi ketika Perang Dunia II selesai.

Pada saat itu kolonialisme lawas diganti dengan neo-kolonialisme.

Negara komunis yang kuat dan negara liberal yang tidak kalah kuat, membuat negara bekas jajahan yang baru saja merdeka menjadi pertarungan.

Pemimpin negara di Asia Afrika menyadari bahaya adanya Perang Dingin tersebut.

Ali Sastroamijoyo mengusulkan untuk mengadakan kerja sama antara negara-negara Asia dan Afrika dalam menjaga perdamaian dunia.

Pada 25 April hingga 2 Mei 1954, Ali Sastroamijoyo memenuhi undangan Perdana Menteri Srilanka Sir John Kotelawala.

Ali Sastroamijoyo bertemu dengan beberapa pemimpin negara Asia lainnya dan mengusulkan untuk diadakan pertemuan lagi.

Kemudian 28-29 Desember 1954, Ali Sastroamijoyo berkumpul di Bogor, untuk mengusulkan sebuah kerja sama.

Kemudian Indonesia mempersiapkan kota Bandung untuk menjadi tuan rumah dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut.

Gubernur Jawa Barat membentuk sebuah panitia lokal untuk mengurusi mengurusi akomodasi, transportasi, logistik, keamanan, penerangan, komunikasi, kesehatan, hiburan, dan lainnya.

Tempat KAA berlangsung di Gedung Concordia dan Gedung Dana Pensiun.

Tempat penginapan disiapkan di Hotel Preanger, Hotel Homman, dan 12 hotel lainnya serta 31 bungalow di sekitar Lembang, Ciumbuleut, dan jalan Cipaganti.

Jumlah peserta yang hadir diperkirakan sekitar 1500 orang.

Sebanyak 143 mobil, 30 taksi, 20 bus, serta 230 sopir disiapkan untuk memperlancar KAA.

Gedung Dana Pensiun kemudian diubah namanya menjadi Gedung Dwiwarna.

Gedung Concordia diganti menjadi Gedung Merdeka.

29 para pemimpin negara-negara Asia dan Afrika berkumpul dan akan melaksanakan KAA di Bandung.

Kemudian Konferensi dibuka pada 18 April 1955 dan dilaksanakan hingga 24 April 1955.

Soekarno membuka KAA diawali dengan pidato "Mari Kita Lahirkan Asia Baru dan Afrika Baru".

Tujuan KAA

  1. Terciptanya ketentraman dan kedamaian di negara-negara Asia Afrika.
  2. Menjalin kerja sama antar negara Asia dan Afrika untuk kepentingan bersama, berhubungan baik sebagai tetangga dan menciptakan persahabatan.
  3. Media pertimbangan masalah ekonomi, sosial dan budaya yang dialami oleh negara anggota KAA.
  4. Sebagai media pertimbangan masalah khusus yang dialami oleh negara anggota KAA seperti kolonialisme, kedaulatan, rasisme dan nasional.
  5. Meninjau rakyat Asia Afrika agar tetap damai dan bekerja sama.

Pokok Pembicaraan

  1. Usaha untuk meningkatkan kerja sama bidang ekonomi ,sosial,budaya dan HAM.
  2. Hak untuk menentukan nasib sendiri.
  3. Rasialisme(perbedaan warna kulit).
  4. Kerja sama internasional.
  5. Pelucutan senjata.
  6. Masalah rakyat yang masih terjajah di Afrika Utara.
  7. Masalah Irian Barat.
  8. Isi Dasasila Bandung yang diusung KAA 1955
  9. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam piagam PBB
  10. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa
  11. Mengakui persamaan semua suku bangsa besar maupun kecil
  12. Tidak melakukan campur tangan dengan persoalan dalam negeri orang lain
  13. Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian ataupun kolektif yang sesuai dengan Piagam PBB
  14. Tidak menggunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara besar dan tidak melakukannya terhadap negara lain
  15. Tidak melakukan tindakan-tindakan ataupun ancaman agresi maupun penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah maupun kemerdekaan politik suatu negara
  16. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, seperti perundingan, persetujuan, arbitrasi (penyelesaian masalah hukum) , ataupun cara damai lainnya, menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan Piagam PBB
  17. Dapat memajukan kepentingan bersama dan kerjasama
  18. Menghormati hukum dan kewajiban–kewajiban internasional.

Pengaruh KAA

  1. Berkurangnya ketegangan di antara RRC dengan Amerika Serikat akibat persengketaan masalah Taiwan.
  2. Perjuangan bangsa-bangsa Asia-Afrika untuk mencapai kemerdekaan semakin meningkat. Hal ini tampak dengan meningkatnya jumlah negara-negara Asia- Afrika yang merdeka setelah tahun 1955.
  3. Politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan Indonesia, India, Birma, dan Srilangka mulai diikuti negara-negara lain yang tidak masuk Blok Barat maupun Blok Timur.

Negara yang mengikuti KAA

  1. Afganistan
  2. Arab Saudi
  3. Burma (sekarang Myanmar)
  4. Ceylon (sekarang Sri Lanka)
  5. China
  6. Ethiopia
  7. Filipina
  8. India
  9. Indonesia
  10. Irak
  11. Iran
  12. Jepang
  13. Kamboja
  14. Laos
  15. Lebanon
  16. Liberia
  17. Libya
  18. Mesir
  19. Nepal
  20. Pakistan
  21. Siprus
  22. Sudan
  23. Suriah
  24. Thailand
  25. Turki
  26. Vietnam
  27. Vietnam Selatan
  28. Yaman
  29. Yordania

Pelopor KAA

  • Ali Sastroamidjojo (Perdana Menteri Indonesia)
  • Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India)
  • Mohammad Ali Bogra (Perdana Menteri Pakistan)
  • Sir John Kotelawala (Perdana Menteri Ceylon)
  • U Nu (Perdana Menteri Burma)

(TribunnewsWiki/Sekar)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul 17 AGUSTUS - Seri Sejarah Nasional: Konferensi Asia Afrika

ARTIKEL POPULER:

Baca: Republik Indonesia Serikat, Pemerintahan dan Bentuk Negara Setelah Konferensi Meja Bundar

Baca: Cara Mudah Menggunakan Panggilan Konferensi di iPhone

Baca: Polresta Solo Gelar Konferensi Pers terkait Pos Polisi Fajar Indah yang Terbakar, Ini Penjelasannya

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved