Tribunnews WIKI

Alangkah Lucunya Negeri Ini, Film Komedi yang Mengangkat Permasalahan Dasar Indonesia

Selasa, 13 Agustus 2019 23:12 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM – Film Alangkah Lucunya (Negeri Ini) sebuah drama komedi satir yang dapat menampar siapapun yang menontonnya.

Film Alangkah Lucunya (Negeri Ini) mengangkat permasalahan dasar bangsa ini dengan mengedepankan konflik batin yang terjadi, yaitu pendidikan dan kemiskinan.

Berbagai dilema tentang benar-salah, boleh-tidak boleh dan halal-haram diramu lewat jahitan adegan demi adegan dalam film ini.

Film yang digarap oleh Deddy Mizwar ini menyajikan pesan-pesan moral yang dibungkus dengan komedi santai.

Dengan menggunakan naskah yang sederhana, film ini juga memuat anekdot-anekdot politis yang tak berlebihan.

Menceritakan tentang seorang sarjana S1 yang sulit mendapatkan pekerjaan, film ini diperankan oleh Reza Rahadian, Asrul Dahlan, juga Tika Bravani.

Beberapa pemeran anak-anak pencopet beberapa diantaranya benar-benar diperankan oleh anak-anak jalanan.

Film ini pernah diputar di Lisbon, Portugal dalam acara Ciclo de Cinema dos Países MIKTA 2018 yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Portugal.

Di samping itu, Alangkah Lucunya (Negeri Ini) juga sempat lolos dalam seleksi awal dalam kategori Film Berbahasa Asing Terbaik Academy Awards 2011.

Sinopsis

Alangkah Lucunya (Negeri Ini) mengisahkan mengenai Muluk (Reza Rahadian), seorang pemuda yang setelah dua tahun diwisuda menjadi seorang sarjana, masih belum menemukan pekerjaan yang tepat untuknya.

Untungnya, ia tak pernah patah semangat.

Ia selalu mendapat dukungan dari sang ayah, Pak Makbul (Deddy Mizwar), serta sang kekasih, Rahma (Sonia).

Suatu ketika, Muluk berkenalan dengan Komet (Angga), seorang pencopet cilik yang dijumpainya di pasar.

Oleh Komet, Muluk kemudian dikenalkan dengan Jarot (Tio Pakusadewo), pimpinan dari sekelompok pencopet anak-anak yang seringkali beraksi di masyarakat.

Atas pertemuan ini, Muluk kemudian menawarkan sebuah kerjasama pada Jarot.

Ia akan melakukan sistem manajemen terhadap setiap penghasilan yang didapat dari setiap pencopet di setiap harinya.

Muluk beralasan, dengan cara ini, maka sedikit demi sedikit, uang tersebut akan terkumpul dan para pencopet cilik tersebut nantinya dapat membuka sebuah usaha dan tak perlu lagi mencopet.

Dengan mengenakan biaya 10% dari hasil setiap mencopet akan diberikan pada Muluk, Jarot pun setuju menjalani kerjasama tersebut.

Walau mendapat tentangan dari beberapa orang pada awalnya, hubungan Muluk dengan para pencopet cilik tersebut bertambah justru lama-kelamaan malah bertambah dekat.

Tidak hanya menjadi manajer uang yang keluar masuk, Muluk kemudian mengajak dua orang temannya, Pipit (Ratu Tika Bravani) dan Samsul (Asrul Dahlan), untuk mengajarkan anak-anak tersebut ilmu kewarganegaraan serta ilmu agama.

Hasilnya, kini anak-anak pencopet tersebut telah menjadi orang yang 'berpendidikan', baik secara sosial maupun relijius.

Namun, apakah pendidikan mampu membuat mereka untuk berhenti dari mencopet?

Pemeran

  1. Reza Rahadian (Muluk, anak Pak Makbul)
  2. Deddy Mizwar (Pak Makbul)
  3. Slamet Rahardjo (Haji Rachmat)
  4. Ratu Tika Bravani (Pipit, putri Haji Rahmat)
  5. Jaja Mihardja (Haji Sarbini)
  6. Sonia (Rahma, Putri Haji Sarbini)
  7. Asrul Dahlan (Samsul)
  8. Tio Pakusadewo (Jarot, boss para copet)
  9. Edwin Bejo (Jupri, calon anggota DPR)
  10. Sakurta Ginting (Ribut, ketua copet angkot)
  11. Moh Irfan Siagian (Glen, Ketua copet mal)
  12. Angga Putra (Komet, ketua copet pasar)
  13. Jaya Kusuma (Mata Dewa)
  14. Rina Hassim (Istri Haji Rahmat)
  15. Daniel Hamonangan (Bedul, copet pasar)
  16. Mohammad Rabil (Subur, copet pasar)
  17. Agus Foldero Lubis (Sabar, copet pasar)
  18. Ponda Malik (Bedil, copet pasar)
  19. Ahmad Ismail (Boy, copet mal)
  20. Ahmad Yanwar (Eros, copet mal)
  21. Pradana Ardiansyah (Ongky, copet mal)
  22. Agri Firdaus (Ari Wibowo, copet mal)
  23. Hafidz (Kampret, copet angkot)
  24. Gundala (Kalong, copet angkot)
  25. Dede Setiawan (Codot, copet angkot)
  26. Deni Albab Mulyadi (Sobrat, copet angkot)

Penghargaan

Berikut penghargaan yang diterima film Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010):

2011

  • Festival Film Bandung - Penata Editing Terpuji
  • Indonesia Movie Awards - Pemeran Pendukung Pria Terbaik
  • Indonesia Movie Awards - Pemeran Anak-Anak Terbaik

2010

  • Jakarta International Film Festival - Best Feature Film
  • Festival Film Indonesia - Penata Musik Terbaik
  • Festival Film Indonesia - Penulis Skenario Cerita Asli Terbaik
  • Festival Film Indonesia - Penata Suara Terbaik

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Niken)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul FILM - Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010)

ARTIKEL POPULER:

Baca: FILM - The A Team (2010)

Baca: FILM - My Stupid Boss

Baca: Sinopsis Film Mahasiswi Baru yang Sedang Tayang di Bioskop Indonesia

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved