Rabu, 15 April 2026

Bandara Tanah Merah Terus Berkembang Melayani Masyarakat Papua

Selasa, 13 Agustus 2019 12:06 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kepala Bandara Tanah Merah Asep Soekarji mengatakan Bandara Tanah Merah, Papua, terus berkembang melayani masyarakat. Pihaknya tengah mengupayakan pengembangan bandara dan penambahan subsidi untuk penerbangan perintis.

Bandara Tanah Merah beroperasi dari pukul 07.00 WIT – 17.00 WIT. Bandara ini memiliki runway berdimensi 1.250 meter x 30 meter dan apron seluas 200 meter x 60 meter.

Bandara Tanah Merah melayani penerbangan perintis ke Oksibil di Kabupaten Pegunungan Bintang; Kepi di Kabupaten Mappi; serta Bomakia, Koroway Batu, dan Manggelum di Kabupaten Boven Digoel.

Asep mengatakan pengembangan Bandara Tanah Merah akan dilakukan dengan perpanjangan landasan dari 1.250 meter menjadi 1.400 meter, perluasan terminal penumpang, dan perbaikan alat bantu pendaratan. Pengembangan akan dimulai pada 2020.

"Pengembangan bandara agar pesawat berukuran lebih besar dapat mendarat. Otomatis daya angkut semakin besar dan jadwal penerbangan akan bertambah," ujar Asep.

Bandara Tanah Merah bisa digunakan untuk lepas landas dan mendarat pesawat jenis ATR-42 atau pesawat jenis lain yang lebih kecil dari ATR-42. Apron yang luasnya 200 meter x 68 meter pun baru bisa menampung 11 pesawat, yakni 9 grand caravan, 1 ATR-42, dan 2 pesawat twin otter.

Setiap hari, bandara rata-rata melayani 55 penumpang dan 500 kilogram kargo. Penerbangan meliputi angkutan penumpang dan kargo. Kemudian, dibagi lagi menjadi penerbangan perintis yang disubsidi pemerintah dan komersial berupa sewa pesawat.

"Pemerintah menyubsidi Rp 12,5 miliar untuk kargo dan Rp 7,3 miliar untuk penumpang per tahun. Menurut rencana, akan ditambah," ucap Asep.

Penerbangan perintis menggunakan pesawat kecil dengan daya angkut 12 orang. Adapun pesawat mengangkut 1 ton kargo berupa bahan pokok dan bahan bakar minyak sekali jalan.

Sementara Masyarakat Boven Digoel, Papua, berharap ada penambahan jadwal penerbangan komersial ataupun perintis dari Bandar Udara Tanah Merah, Boven Digoel, Papua. Moda transportasi udara memudahkan mobilitas dan distribusi bahan kebutuhan pokok.

Disampaikan warga saat Tribunnews bersama Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan berkunjung ke Tanah Merah, Boven Digoel, Selasa-Jumat (6-9/8/2019). Marselina Jamlean (43), salah seorang warga yang bekerja di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boven Digoel, mengatakan, banyak warga Boven Digoel lainnya sering kali memilih menggunakan moda transportasi udara karena lebih cepat serta harga yang relatif terjangkau.

"Masyarakat pilih penerbangan karena lebih cepat (waktu tempuh). Manfaat penerbangan juga sangat terasa. Ke Jayapura (ibu kota Provinsi Papua), misalnya, dengan pesawat hanya makan waktu satu jam. Sebelum ada penerbangan, kalau mau ke Jayapura (ibu kota Provinsi Papua), misalnya, harus berangkat beberapa hari sebelumnya," ujarnya.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Reporter: Dennis Destryawan
Videografer: Dennis Destryawan
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved