Saksi Kata
Aparat Brimob Polri Akhiri Konflik Perang di Kwamki, Mimika yang Sudah Berlangsung hingga 3 Bulan
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Tradisi patah panah dan panah babi tandai berakhirnya perang antara dua kubuh di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Senin (12/1/2026) siang.
Kedua kubuh terlibat perang bersepakat damai setelah proses negosiasi panjang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Mimika dan Puncak.
Perang berlangsung kurang lebih tiga bulan lebih lamanya ini mengakibatikan setidaknya 10 orang meninggal dunia dari masing-masing kubu.
Prosesi patah panah dan panah babi dilakukan oleh kedua kubuh disaksikan oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, Wabup Mimika, Emanuel Kemong, Wabup Puncak, Naftali Akawal, Sekda Puncak, Nenu Tabuni.
Bupati Mimika dan Wabup Puncak berkesempatan untuk melakukan patah panah setalah kedua belah pihak melakukan panah babi dilokasi perdamaian yang telah disiapkan.
Kapolres dan Dandim Mimika juga melakukan tembakan ke udara menandakan perang telah selesai.
Beberapa tahanan terlibat dalam perang diamankan polisi juga dihadikan sesuai permintaan masyarakat.
Bupati Johannes Rettob mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terlibat dalam rangkaian acara perdamaian ini.
"Kami pemerintah Mimika dan Puncak telah berusahaha semaksimal mungkin kurang lebih 3 bulan lebih lamanya mulai dari jatuhnya korban awal hingga saat ini," ungkapnya.
Jhon menegaskan kalau tidak adala lagi perang di Kabupaten Mimika dan Papua secara keseluruhan.
"Mari kita selesaikan masalah dengan damai, dengan hati tulus. Kalau persolan keluarga silahkan selesaikan secara keluarg agar tidak membias," katanya.
Selama satu minggu lanjut bupati pihaknya telah melakaukan negosiasi secara langsung antara kedua kubu.
"Kita telah menandatangani kesepakatan bersama agar tidak ada lagi perang di Kwamki Narama," jelasnya.
Lanjutnya, perdamaian ini dilakukan dan tidak ada lagi perang susulan. Jika masih ada lagi maka para pelaku akan diproses sesuai hukum berlaku.
"Tidak ada lagi perang saudara, perang adat. Semua diselesaikan dengan baik di dalam keluarga," pungkasnya.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunpapuatengah.com dengan judul Tradisi Patah Panah Hingga Panah Babi Tandai Berahkirnya Perang di Kwamki Narama Mimika , https://papuatengah.tribunnews.com/mimika/4218/tradisi-patah-panah-hingga-panah-babi-tandai-berahkirnya-perang-di-kwamki-narama-mimika.
Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Papua Tengah
Editor: Akmal Khoirul Habib
#saksikata #perangadat #perang #tradisi #papua #adat #perangsuku #papuatengah #perangpanah #papua #brimob #hukum #aparatpolisi #polri #aparathukum #mimika #timika #kwamki
Video Production: Akmal KhoirulHabib
Sumber: Tribun Papua
LIVE UPDATE
Rakorwil dan Pelantikan Pengurus PSI se-Papua Barat Daya, Ketum Kaesang Beri Instruksi Penting
6 hari lalu
Saksi Kata
Polemik Super Air Jet, Rombongan Santri Gagal Terbang di Pangkalpinang meski Sudah Check In
7 hari lalu
Saksi Kata
Menyamar Jadi Satpam! Kapolsek Cileungsi Bekuk Pengedar Obat Terlarang di Bogor
Senin, 4 Mei 2026
LIVE UPDATE
WPFD 2026 di Papua Jayapura: Solusi Pers Berkualitas demi Masa Depan Indonesia yang Damai dan Adil
Senin, 4 Mei 2026
LIVE UPDATE
Wagub Papua Barat Daya Titip 3 Pesan pada 296 Jemaah Haji: Jaga Sikap, Kebersamaan, Saling Bantu
Senin, 4 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.