Rabu, 13 Mei 2026

Saksi Kata

Aparat Brimob Polri Akhiri Konflik Perang di Kwamki, Mimika yang Sudah Berlangsung hingga 3 Bulan

Minggu, 1 Februari 2026 16:19 WIB
Tribun Papua

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Tradisi patah panah dan panah babi tandai berakhirnya perang antara dua kubuh di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Senin (12/1/2026) siang.

Kedua kubuh terlibat perang bersepakat damai setelah proses negosiasi panjang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Mimika dan Puncak.

Perang berlangsung kurang lebih tiga bulan lebih lamanya ini mengakibatikan setidaknya 10 orang meninggal dunia dari masing-masing kubu.

Prosesi patah panah dan panah babi dilakukan oleh kedua kubuh disaksikan oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, Wabup Mimika, Emanuel Kemong, Wabup Puncak, Naftali Akawal, Sekda Puncak, Nenu Tabuni.

Bupati Mimika dan Wabup Puncak berkesempatan untuk melakukan patah panah setalah kedua belah pihak melakukan panah babi dilokasi perdamaian yang telah disiapkan.

Kapolres dan Dandim Mimika juga melakukan tembakan ke udara menandakan perang telah selesai.

Beberapa tahanan terlibat dalam perang diamankan polisi juga dihadikan sesuai permintaan masyarakat.

Bupati Johannes Rettob mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terlibat dalam rangkaian acara perdamaian ini.

"Kami pemerintah Mimika dan Puncak telah berusahaha semaksimal mungkin kurang lebih 3 bulan lebih lamanya mulai dari jatuhnya korban awal hingga saat ini," ungkapnya.

Jhon menegaskan kalau tidak adala lagi perang di Kabupaten Mimika dan Papua secara keseluruhan.

"Mari kita selesaikan masalah dengan damai, dengan hati tulus. Kalau persolan keluarga silahkan selesaikan secara keluarg agar tidak membias," katanya.

Selama satu minggu lanjut bupati pihaknya telah melakaukan negosiasi secara langsung antara kedua kubu.

"Kita telah menandatangani kesepakatan bersama agar tidak ada lagi perang di Kwamki Narama," jelasnya.

Lanjutnya, perdamaian ini dilakukan dan tidak ada lagi perang susulan. Jika masih ada lagi maka para pelaku akan diproses sesuai hukum berlaku.

"Tidak ada lagi perang saudara, perang adat. Semua diselesaikan dengan baik di dalam keluarga," pungkasnya.(*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunpapuatengah.com dengan judul Tradisi Patah Panah Hingga Panah Babi Tandai Berahkirnya Perang di Kwamki Narama Mimika , https://papuatengah.tribunnews.com/mimika/4218/tradisi-patah-panah-hingga-panah-babi-tandai-berahkirnya-perang-di-kwamki-narama-mimika.

Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Papua Tengah
Editor: Akmal Khoirul Habib

#saksikata #perangadat #perang #tradisi #papua #adat #perangsuku #papuatengah #perangpanah #papua #brimob #hukum #aparatpolisi #polri #aparathukum #mimika #timika #kwamki

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Akmal KhoirulHabib
Sumber: Tribun Papua

Tags
   #Saksi Kata   #Perang Adat   #Mimika   #Papua

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved