Tribunnews WIKI

Pura Gunung Kawi, Sebuah Bagian Kompleks Arkeologi yang Monumental di Bali

Senin, 12 Agustus 2019 07:09 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COMPura Gunung Kawi merupakan sebuah situs purbakala yang dilindungi di Bali.

Situs Pura Gunung Kawi ini terletak di Banjar Panaka, Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.

Pura Gunung Kawi berada di sekitar 30 kilometer dari Kota Denpasar.

Kompleks Pura Gunung Kawi merupakan salah satu arkeologi yang monumental di daerah Bali.

Arti nama 'Gunung Kawi' berasal dari kata 'gunung' yang berarti pegunungan dan kawi yang berarti pahatan.

Secara lengkap dapat diartikan sebagai pahatan yang terdapat di pegunungan

Di Pura Gunung Kawi ini terdapat candi yang dipahat di tebing-tebing berada di sekitar Pura Gunung Kawi.

Selain sebagai situs bersejarah, Pura Gunung Kawi juga kerap dijadikan tempat beribadah.

Sejarah

Pura Gunung Kawi dibangun pada abad ke-11 Masehi.

Menurut sejarah, pada saat itu Raja Udayana merupakan seorang pemimpin dari dinasti Warmadewa.

Pembangunan Pura Gunung Kawi diperkirakan mulai pada masa pemerintahan Raja Sri Haji Paduka Dharmawangsa Marakata Pangkaja Stanttunggadewa.

Hingga berakhir pada pemerintahan Raja Anak Wungsu.

Pura Gunung Kawi ditemukan pada awal tahun 1910.

Kompleks Pura Gunung Kawi awalnya dibangun oleh Raja Marakata sebagai tempat pemujaan bagi arwah sang ayah, Raja Udayana.

Menurut sejarah lain, keberadaan Pura Gunung Kawi ini dikaitkan dengan sosok Empu Kuturan.

Empu Kuturan adalah utusan Raja Airlangga untuk adiknya, Raja Anak Wungsu.

Kemudian, Empu Kuturan diangkat menjadi penasihat utama raja dan memiliki peran penting dalam perkembangan Kerajaan Bedahulu.

Bangunan

Pura Gunung Kawi dikelompokkan menjadi dua yaitu kelompok candi tebing dan kelompok ceruk pertapaan.

Selain itu di Pura Gunung Kawi terdapat ratusan anak tangga.

Pura Gunung Kawi berada di dasar lembah sehingga harus menuruni sekitar 230 anak tangga.

Saat berada di dasar lembah, maka akan tampak pahatan candi di dinding tebing, di sisi barat maupun timur pura.

Pahatan candi di dinding Pura Gunung Kawi dibagi menjadi empat gugusan, yaitu:

Gugusan pertama

Merupakan candi yang berada di paling utara.

Gugusan ini merupakan simbol penghormatan pada Raja Udayana.

Dan candi di sebelahnya merupakan istana untuk permaisuri dan anak Raja Udayana.

Kemudian di samping gugusan pertama terdapat Pura Gunung Kawi.

Gugusan kedua

Terdapat candi yang berfungsi sebagai kuil untuk para permaisuri raja.

Gugusan ketiga

Merupakan bangunan biara dan ceruk yang dipahat pada tebing di Pura Gunung Kawi.

Gugusan keempat

Merupakan candi dan ceruk untuk bertapa.

Selain itu, di kawasan Pura Gunung Kawi juga terdapat makam abu Raja Anak Wungsu serta makam Raja Udayana.

Oleh karena itu, Pura Gunung Kawi disebut sebagai makam Dinasti Warmadewa.

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria Cika)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul: Pura Gunung Kawi

ARTIKEL POPULER:

Pura Taman Ayun - Warisan Budaya Indonesia di Bali

Pura Luhur Uluwatu

5 Tempat Wisata dengan Bangunan Candi Bentar yang Instagramable di Bali

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunnewsWiki
Tags
   #Pura Gunung Kawi
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved