Sabtu, 30 Mei 2026

Nasional

PILUNYA PENJUAL ES Gabus, Trauma Dianiaya Aparat dan Dituduh Pakai Spons, Pilih Tak Dagang

Selasa, 27 Januari 2026 21:20 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM - Sudah tiga hari ini Suderajat (49) tak lagi berjualan es gabus. Tepatnya setelah kejadian viral ia dituduh menggunakan bahan berbahaya dalam dagangannya.

Suderajat ternyata masih trauma. Peristiwa itu memang sangat membekas di hatinya.

Selain itu, ia juga khawatir akan dikeroyok jika kembali berjualan.

“Sudah tiga hari belum jualan, gara-gara kejadian hari Sabtu ya begini, takutnya saya dikeroyokin pas ke Kemayoran,” ucap Suderajat, saat ditemui di rumahnya, Selasa (27/1/2026).

Ia menuturkan, insiden yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB itu masih menyisakan luka gores di pipi serta memar di bagian bahu.

Menurut Suderajat, luka tersebut didapat akibat beberapa pukulan yang diduga dilakukan sekelompok orang yang menuduh es gabus dagangannya terbuat dari spons.

Ia mengungkapkan, sekitar empat hingga lima orang tiba-tiba menghampirinya dengan alasan ingin membeli es gabus.

Namun, es tersebut justru dirusak.

Baca: TAK CUMA DIFITNAH! PEDAGANG ES GABUS Suderajat Alami Luka Bahu dan Pipi Ada Momen yang Tak Terekam

“Dia bilang beli es kue, abis itu terus dibejek-bejek, dilempar juga es sampai kena ke saya,” ungkap Suderajat.

Suderajat menyebut, dagangannya diragukan dan disebut-sebut menyerupai busa atau kapas bedah.

Ia mengaku telah berupaya menjelaskan bahwa es gabus yang dijualnya merupakan produk murni buatan pabrik rumahan di Depok.

Namun, penjelasan tersebut tidak dihiraukan.

Ia justru kembali menerima lemparan es gabus hingga menyebabkan luka di pipinya.

Usai kejadian, Suderajat pulang ke rumah menggunakan KRL Commuter Line dengan membawa barang dagangannya yang telah rusak.

Diberitakan sebelumnya, kabar soal dijualnya es kue atau es gabus berbahan spons di Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi sorotan setelah dilaporkan salah seorang warga.

Mulanya, warga bernama M. Arief Fadillah (43), seorang wiraswasta yang tinggal di Utan Panjang III, Kemayoran, Jakarta Pusat, melaporkan dugaan penjualan makanan berbahaya berupa es gabus berbahan spons lewat call center 110 pada Sabtu (24/1/2026).

Pedagang yang dilaporkan bernama Suderajat (49) beralamat di Kampung Panjang, Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat.

Suderajat dilaporkan menjual es kue, es gabus, agar-agar, coklat meses, dan sisa kue yang sempat dibeli pelapor.

Es yang diperdagangkan disebut mengandung Polyurethane Foam (PU Foam) atau biasa dikenal sebagai material busa kasur maupun spons untuk mencuci.

Usai mendapat laporan, tim piket Reskrim Polsek Kemayoran mendatangi lokasi di wilayah Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk menindaklanjuti pengaduan.

Baca: Nasib Penjual Es Gabus di Jakarta, Dituding Pakai Bahan Spons Kini Polisi Minta Maaf dan Ganti Rugi

“Barang dagangan milik pedagang kami amankan untuk diuji lebih lanjut, karena keselamatan masyarakat adalah prioritas,” ujar kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (25/1/2026).

Hasil pemeriksaan laboratorium Kemudian, Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya memeriksa seluruh barang dagangan yang dijual Suderajat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, disampaikan seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan coklat meses dipastikan aman dan layak dikonsumsi.

“Tim DOKKES telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas: Produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya," jelas Roby.

"Namun untuk menjamin ketenangan publik dan memastikan hasil yang lebih pasti dan ilmiah, kami juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri," imbuhnya.

Roby bilang, hasil resmi pengujian setelah dikirimkan ke kedua instansi masih menunggu proses uji selesai.

Selain itu, polisi juga menelusuri lokasi pembuatan es di Depok.

Penelusuran ini memastikan bahwa produksi es tersebut tidak menggunakan bahan berbahaya atau spons.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Trauma Suderajat Penjual Es Gabus Dituduh Polisi Pakai Spons: Sudah 3 Hari Tak Jualan karena Takut

# PENJUAL # ES Gabus # Trauma # Dianiaya # Aparat # Dituduh # Spons # Suderajat # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #es gabus   #Penjual   #trauma   #aparat   #Dituduh   #spons   #Suderajat

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved