Mancanegara
Iran Tanggapi Keputusan RI Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza, Tegaskan Relasi Tetap Aman
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah Republik Islam Iran menanggapi keputusan Indonesia.
Soal bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan (22/1/2026).
Bahwa pihaknya menghormati keputusan Presiden RI Prabowo Subianto.
Baca: Momen Macron Sambut Prabowo Gunakan Bahasa Indonesia, Jadi Simbol Kedekatan RI-Prancis
Baca: Memanas! Iran Siaga Tinggi saat Kapal Induk Nuklir AS Menuju Teheran, IRGC: Target Sah, Siap Tembak!
Meskipun Iran tidak sependapat dengan pembentukan dewan tersebut.
Boroujerdi menjelaskan bahwa setiap negara memiliki hak penuh.
Untuk menentukan kebijakan luar negeri berdasarkan kepentingan nasionalnya masing-masing, termasuk Indonesia.
Ia menegaskan bahwa pilihan Indonesia dalam bergabung dengan BoP merupakan keputusan berdaulat yang tidak bisa dicampuri oleh pihak lain.
(Tribun-Video.com/Thalia Iza)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Iran Hormati Keputusan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Tak Pengaruhi Hubungan Diplomatik
# Iran # Keputusan # RI # Dewan # Perdamaian Gaza # Relasi # Gaza #
Video Production: Arifah Nur Shufiyatin
Sumber: Tribunnews.com
Tribun Video Update
Iran Ultimatum AS: Serangan Darat Berisiko Buat Kerugian Besar, Ribuan Pasukan Trump akan Ditawan
Kamis, 16 April 2026
Internasional
MOMEN HARU Rakyat Iran Berterima Kasih ke Indonesia atas Dukungan Lawan AS-Israel, Doakan Sejahtera
Kamis, 16 April 2026
Konflik Timur Tengah
Lolos Blokade AS! Kapal Supertanker Iran Berlayar Bebas Tanpa Cegatan di Selat Hormuz
Kamis, 16 April 2026
Tribunnews Update
Rusia dan China Bekingi Iran! Bela soal Senjata Nuklir & Beri Warning Keras AS terkait Selat Hormuz
Kamis, 16 April 2026
Tribun Video Update
10 Ribu Pasukan Siap di Timur Tengah, Pentagon: Mereka akan Gabung dengan 50 Ribu Pasukan Sebelumnya
Kamis, 16 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.