Minggu, 14 Juni 2026

Adik dan Ipar Deden Maulana Korban Pesawat ATR 42-500 ke Makassar untuk Sampel Antemortem

Senin, 19 Januari 2026 22:27 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO - Polri mulai mengumpulkan data pembanding para keluarga korban Pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport yang hilang kontak dan jatuh di Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

Keluarga Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI yang menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, bertolak ke Makassar, Sulawesi Selatan untuk menyerahkan data antemortem kepada tim DVI Polri sebagai bagian dari proses identifikasi.

Polri mulai mengumpulkan data pembanding para keluarga korban pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak dan jatuh di Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

Keluarga Deden Maulana, seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP) yang menjadi salah satu korban dari insiden tersebut juga turut memberikan data pembanding, Antemortem untuk kegunaan identifikasi Deden nantinya apabila diperlukan.

Antemortem adalah pemeriksaan yang dilakukan sebelum kematian terjadi, digunakan dalam identifikasi jenazah seperti halnya melihat ciri-ciri fisik, sidik jari, DNA dari keluarga.

Ayahanda dari Deden Maulana, Mukhsin Rifai menyatakan, adik kandung dari Deden malam tadi sudah bertolak ke Makassar untuk memberikan data pembanding tersebut.

"Adik Deden dan menantu saya tadi malam pergi ke Makassar," kata Mukhsin kepada awak media saat ditemui di Kediaman Deden Maulana, di Jalan Mesir II Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026).

Saksikan LIVE UPDATE lengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

Editor: Srihandriatmo Malau
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Deden Maulana   #pesawat ATR   #Makassar   #antemortem

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved