Tribunnews Update
Buka Paksa Gembok Keraton Solo saat Fadli Zon Datang, LDA: Mohon Maaf Tak Berpegang pada Etika
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Lembaga Dewan Adat (LDA) menyampaikan permintaan maaf soal huru-hara yang terjadi saat Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendatangi Keraton Surakarta Hadiningrat pada Minggu (18/1/2026).
Adapun keributan di Keraton Solo sudah terjadi jelang kedatangan Fadli Zon dalam acara penyerahan Surat Keputusan (SK).
Kala itu terjadi pembukaan paksa oleh kubu LDA dengan cara menjebol gembok-gembok pintu yang sebelum dikunci oleh kubu Pakubuwono XIV Purbaya.
Ketua Eksekutif LDA KPH Eddy Wirabhumi saat dikonfirmasi mengatakan, pembukaan paksa bertujuan untuk mempersiapkan lokasi acara Kementerian Kebudayaan.
Selain itu, langkah ini juga untuk melanjutkan konservasi yang sebelumnya berjalan di Museum Keraton Solo.
Baca: Dualisme Keraton Kasunanan Surakarta, Pemerintah Bentuk Lembaga Pengelola Pelestarian Kebudayaan
Baca: Protes Penunjukan Plt Keraton Solo, GKR Timoer Rumbai Kini Surati Kemendikbud hingga Prabowo
Terkait keributan yang terjadi jelang acara, Eddy menyebut hal itu dipicu miskomunikasi antara pihak penyelenggara acara dengan kubu PB XIV Purbaya.
Menurut Eddy, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pihak Purbaya terkait kedatangan Fadli Zon ke Keraton Solo.
Eddy pun menyayangkan peristiwa tersebut terjadi dan menyampaikan permintaan maaf.
Lebih lanjut Eddy menekankan pentingnya SK Menteri Kebudayaan sebagai landasan hukum yang menguatkan posisi Keraton Solo dalam sejarah dan konstitusi negara.
Sementara itu, terkait dualisme di Keraton Solo, Eddy berharap segera tercipta komunikasi bersama untuk membahas suksesi.
Baca: Ricuh di Keraton! Kubu PB XIV Purboyo Ngamuk saat Fadli Zon Serahkan SK Tedjowulan Plt Keraton Solo
Baca: Menbud Fadli Zon Angkat Tedjowulan Jadi Pelaksana Keraton Solo, Pihak PB XIV Purboyo Protes
Adapun saat ini Panembahan Agung Tedjowulan menjalankan tugasnya sebagai pelaksana dan penanggung jawab pengelolaan keraton.
Keributan di Keraton Solo dipicu penolakan dari kubu Purbaya soal penunjukkan Tedjowulan sebagai penanggung jawab pengelolaan keraton oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Puncaknya saat kedua kubu saling dorong di pintu Kori Gajahan.
Putri sulung PB XIII, GKR Panembahan Timoer bersikeras bahwa Keraton Solo milik adat, bukan milik negara.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul LDA Minta Maaf, Sebut Pembukaan Paksa Pintu Keraton Solo Demi Agenda Tinjauan Fadli Zon
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Januar Imani Ramadhan
Sumber: TribunSolo.com
LIVE UPDATE
Polemik Keraton Surakarta Hadiningrat Memanas, Kubu Purboyo Kritik Proyek Songgo Buwono
6 hari lalu
Local Experience
Inilah Fungsi Dua Alun-alun yang Mengapit Keraton Solo! Jadi Simbol Penting Bagi Masyarakat Solo
6 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.