Terkini Daerah
Mobil Bawa Bantuan Bencana ke Aceh Diduga Kena Pungli Oknum Dishub di Terminal Karya Jaya
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Sebuah video yang diunggah akun Instagram Banten News viral di media sosial dan menuai kecaman warganet.
Video tersebut memperlihatkan seorang petugas yang berjaga di depan Terminal Karya Jaya Palembang diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap kendaraan relawan yang membawa bantuan kemanusiaan dari Banten menuju Aceh.
Dalam rekaman video tersebut, terlihat sejumlah truk dan kendaraan dihentikan petugas yang diduga tengah melakukan penertiban terkait pelanggaran over dimension over load (ODOL).
Namun, salah satu kendaraan yang dihentikan adalah minibus Isuzu ELF yang membawa relawan serta bantuan kemanusiaan.
Perekam video yang merupakan seorang perempuan menyebut petugas meminta uang sebesar Rp150 ribu agar kendaraan mereka bisa melanjutkan perjalanan.
Ia juga menjelaskan bahwa petugas menghentikan kendaraan di jalan, lalu mengarahkan sopir untuk melakukan transaksi di warung sekitar Terminal Karya Jaya.
Pengemudi kendaraan relawan, Rizki Nur Habibi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan rombongan berangkat dari Banten pada Selasa (6/1/2026) dan tiba di Palembang pada Rabu (7/1/2026).
“Saat melintas di depan Terminal Karya Jaya, kami dihentikan petugas dan diminta menunjukkan STNK, SIM, dan dokumen kendaraan lainnya,” ujar Rizki.
Menurut Rizki, seluruh dokumen kendaraan lengkap, kecuali dokumen fisik KIR yang tertinggal. Meski demikian, ia mengaku telah menjelaskan bahwa kendaraan tersebut membawa bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh.
Namun, petugas tetap meminta uang jalan sebesar Rp150 ribu. Awalnya, rombongan hanya memberikan Rp50 ribu, tetapi petugas disebut sempat mengancam perjalanan mereka akan bermasalah jika tidak membayar sesuai jumlah yang diminta.
“Petugas bilang perjalanan kami masih jauh, kalau mau aman harus bayar,” katanya.
Demi kelancaran misi kemanusiaan, Rizki dan rombongan akhirnya menambahkan Rp50 ribu, sehingga total uang yang diberikan mencapai Rp100 ribu.
Dalam video juga terdengar petugas yang menerima uang tambahan sambil tersenyum dan menyebut uang tersebut untuk “biaya kondangan”, sembari merokok.
Unggahan video itu pun langsung menuai reaksi keras dari warganet. Mayoritas mengecam tindakan petugas yang dinilai mencoreng nama institusi, terlebih karena kendaraan yang dihentikan membawa bantuan kemanusiaan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Supyanto, membantah bahwa petugas dalam video tersebut merupakan anggotanya.
“Petugas itu bukan dari Dishub Palembang, melainkan dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumatera Selatan Kelas II,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).
Meski demikian, Agus menyebut pihaknya bersama BPTD Sumsel akan memanggil petugas yang bersangkutan untuk dilakukan klarifikasi.
“Hari ini Dishub Palembang bersama BPTD Sumsel akan memanggil yang bersangkutan untuk klarifikasi,” katanya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak BPTD Sumatera Selatan masih belum mendapat respons.
Artikel ini telah tayang di Sripoku.com dengan judul Mobil Pembawa Bantuan ke Aceh Diduga Jadi Korban Pungli Oknum Dishub di Palembang, 'Uang Kondangan'
Program: Local Experience
Editor: Akmal Khoirul Habib
#localexperience #beritaterkini #indonesia #shortvideo #beritahariini #news #berita #banjiraceh #bencanaalam #banjirsumatera #bantuankemanusiaan #bantuan #bantuanaceh #pungli #dishub #oknum #bantuanbencana #oknumdishub #pungutanliar
Video Production: Akmal KhoirulHabib
Sumber: Sriwijaya Post
Seleb
PETUNJUK AYAH RESSA ROSANO DIBONGKAR! Anak Denada Itu Bocorkan Asal Usul sang Ayah: dari Aceh
Jumat, 10 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Kejam! Pria Bersajam Serang Ibu dan Anak di dalam Rumah, Sempat Duel dengan Bocah 12 Tahun
Jumat, 10 April 2026
Terkini Nasional
DEDI MULYADI DATANG LANGSUNG ke Jembatan Cirahong setelah Viral Video Pungli oleh Warga
Kamis, 9 April 2026
LIVE UPDATE
Terancam Terputus, Abrasi Sungai Alas Gerus Bahu Jalan Nasional Lawe Sekerah di Aceh Tenggara
Kamis, 9 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.