Internasional
Trump Ketar-ketir Rusia hingga China Bekingi Venezuela, Desak Putus Hubungan dengan Sekutu
TRIBUN-VIDEO.COM - Rusia hingga China menyatakan tegas dukungan terhadap Venezuela seusai diserang militer AS hingga penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Kini AS menuntut agar pemerintah Venezuela memutus hubungan dengan Rusia, China, Iran, hingga Kuba.
Dikutip dari TASS, Washington mengajukan beberapa tuntutan kepada Wapres Venezuela, Delcy Rodriguez.
Adapun beberapa tuntutan itu sebagai syarat untuk meningkatkan produksi minyak.
Tuntutan pertama yakni Venezuela harus menghentikan kerja sama dengan beberapa negara.
Tuntutan kedua, Venezuela harus menyetujui kerja sama eksklusif dengan AS di bidang produksi minyak.
Di satu sisi, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa otoritas sementara Venezuela setuju untuk menyerahkan hingga 50 juta barel minyak kepada AS.
Sementara AS yakin mampu memberikan tekanan karena kapal tanker minyak Venezuela sudah penuh.
Hal itu disampaikan Menlu AS Marco Rubio kepada anggota parlemen dalam pengarahan tertutup.
Ia menyebut AS memperkirakan Venezuela hanya memiliki beberapa minggu sebelum menghadapi kebangkrutan finansial tanpa menjual cadangan minyaknya.
Baca: Rusia Marah Kapal Tanker Minyak Berbendera Moskow Disita AS, Desak Washington Bebaskan Awaknya
Baca: China Pamerkan Senjata Hurricane 3000, Sistem Gelombang Mikro Disebut Bisa Ungguli Amerika Serikat
(*)
Video Production: Elvera Kumalasari
Sumber: Tribun Video
Terkini Nasional
SITUASI TERKINI SELAT HORMUZ! Kapal -kapal Tetap Berlayar di Tengah Kebuntuan Iran vs AS!
Senin, 4 Mei 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS-Iran: Eropa Ikut Memanas Imbas 2 Perang, Misi Khusus AS Evakuasi 22 Awak Kapal Iran
Senin, 4 Mei 2026
Mancanegara
Rudal Vs Armada! Iran Klaim Hantam Kapal AS, Washington Siapkan Operasi Besar
Senin, 4 Mei 2026
Mancanegara
Iran Ngamuk! Trump Akui seperti 'Bajak Laut' saat Blokade Hormuz: PBB Harus Bertindak!
Senin, 4 Mei 2026
Tribun Video Update
Iran Akui Siap Tembaki Kapal-kapal Perang AS & Telah Menyiapkan Skenario Lain terkait Selat Hormuz
Senin, 4 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.