Minggu, 19 April 2026

Berita Terkini

Bantu AS Tangkap Maduro, Venezuela Keluarkan Dekret Buru Pembelot Pendukung AS

Selasa, 6 Januari 2026 18:31 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Pihak berwenang Venezuela diperintahkan untuk menemukan dan menangkap siapapun yang terlibat dalam mendukung operasi militer Amerika Serikat (AS) di negara itu.

Operasi militer AS menyebabkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Dekret keadaan darurat itu dikeluarkan pada Sabtu (3/1/2026) tak lama setelah penangkapan Maduro.

Namun dekret itu dipublikasikan pada Senin (5/1/2026) sebagaimana dikutip dari Reuters.

Isi dekret memerintahkan polisi untuk "segera memulai pencarian dan penangkapan nasional terhadap semua orang yang terlibat dalam promosi atau dukungan terhadap serangan bersenjata oleh Amerika Serikat."

Baca: Retret Hambalang Digelar, Prabowo Evaluasi Kinerja Seluruh Kementerian seusai Setahun Pemerintahan

Belum jelas dakwaan apa yang dapat dikenakan terhadap mereka yang ditahan.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengatakan hampir 200 pasukan AS dilibatkan untuk menangkap Presiden Maduro dan istrinya Cilia Flores.

Sebagian besar tim Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Venezuela Nicolas Maduro tewas dibunuh pasukan Delta Force Amerika Serikat (AS).

Hal itu terjadi di hari serangan AS di sejumlah wilayah Venezuela Sabtu (3/1/2026).

Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino menyatakan Paspampres Maduro tewas demi melindungi sang presiden.

Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang jumlah korban.

Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) menempatkan agen mata-mata di dalam pemerintahan Venezuela memantau lokasi Nicolás Maduro selama beberapa hari maupun saat-saat sebelum penangkapannya oleh pasukan operasi khusus Amerika, menurut laporan New York Times.

Informasi ini juga dimuat oleh beberapa media lain.

Tim CIA memantau 'pola hidup' Maduro sejak Agustus 2025 lalu.

Menurut sebuah sumber yang dikutip oleh Reuters, CIA telah mengerahkan tim kecil ke Venezuela mulai Agustus 2025 lalu yang memungkinkan mereka untuk mempelajari rutinitas harian Maduro.(Tribun-Video.com/Rima Anggi Pratiwi)

(Tribun-Video.com/Tribunnews)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Arifah Nur Shufiyatin
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved