Rabu, 29 April 2026

Local Experience

Buntut Kasus Perusakan Rumah Nenek Elina, 2.000 Elemen Surabaya Deklarasikan Perang Lawan Premanisme

Jumat, 2 Januari 2026 16:33 WIB
Surya

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Genderang perang terhadap premanisme resmi ditabuh di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim). 

Di penghujung tahun 2025, Balai Kota Surabaya tidak hanya dipenuhi oleh persiapan perayaan, melainkan oleh kemarahan kolektif ribuan warga yang muak dengan aksi kekerasan di wilayah mereka.

Sebanyak 2.000 anggota komunitas budaya, tokoh agama hingga 70 Organisasi Masyarakat (Ormas) berkumpul untuk mendeklarasikan komitmen bersama: Haramkan premanisme di tanah Surabaya.

Respons Tegas Atas Kasus Pengusiran Nenek Elina

Aksi besar-besaran ini bukan tanpa alasan. Deklarasi ini merupakan puncak kegeraman publik menyusul kasus viral Nenek Elina Widjajanti (80), lansia di Sambikerep yang diusir paksa dan rumahnya dirobohkan oleh oknum ormas. 

Meski aktor utama, Samuel Ardi Kristanto dan M Yasin telah diringkus Polda Jatim, warga Surabaya menuntut jaminan keamanan permanen.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi atau Cak Eri, dengan nada bicara yang tegas memastikan bahwa mulai hari ini, tidak akan ada lagi tempat bagi siapa pun yang menggunakan kekuatan otot untuk melangkahi hukum.

“Jadi, kami komitmen untuk menjaga Kota Surabaya, maka tidak ada lagi premanisme. Kami sudah akan proses hukum, dan kami akan bergerak dengan Forkopimda Kota Surabaya,” ujar Eri Cahyadi di hadapan massa, Rabu (31/12/2025).

Forkopimda Bergerak: "Langsung Sikat!"

Cak Eri menegaskan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak akan berkompromi dengan oknum yang mengabaikan aturan dan memilih cara-cara intimidasi. 

Ia menjamin sinergi penuh antara Pemkot Surabaya, Kepolisian dan TNI untuk menyapu bersih praktik premanisme hingga ke akar-akarnya.

“Dalam hal apa pun ya, kalau ada aturan dan ternyata tidak menjalankan aturan, terus menggunakan kekuatan premanisme, kami lawan. Kami sampaikan, kami akan langsung sikat!” tegas pria asli Surabaya tersebut.

Acara yang juga dihadiri Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistyawan dan jajaran petinggi TNI ini, diakhiri dengan doa bersama lintas agama, memohon keselamatan bagi Surabaya agar tetap menjadi kota yang humanis.


Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Buntut Kasus Pengusiran Nenek Elina, 2.000 Elemen Surabaya Deklarasi Perang Lawan Premanisme

Program: Local Experience
Editor: Akmal Khoirul Habib

#localexperience #beritaterkini #indonesia #shortvideo #news #peristiwa #beritasurabaya #surabaya #nenekelina #elina #preman #premanisme #oknumormas #ormas #organisasimasyarakat #oknummadas #madas #kasuspremanisme

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Akmal KhoirulHabib
Sumber: Surya

Tags
   #Nenek Elina   #premanisme   #Surabaya

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved