Jumat, 5 Juni 2026

Terkini Nasional

Seskab Teddy Bantah Pemerintah Lamban Tangani Bencana Sumatera: Kami di Sini Sejak Awal!

Jumat, 19 Desember 2025 17:51 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Inf Teddy Indra Wijaya, menegaskan bahwa sejak hari pertama bencana banjir dan longsor di 3 provinsi di Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar), pemerintah sudah terjun langsung.

Sejumlah masyarakat sebelumnya menganggap pemerintah lambat dalam menangani bencana Sumatra karena telah berlangsung lebih dari tiga pekan.

Selain itu, alih-alih menetapkan sebagai bencana nasional, pemerintah dinilai malah sibuk membatasi narasi-narasi yang berbanding terbalik dengan kondisi lapangan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sementara yang terbaru, total korban jiwa bencana Sumatra sudah mencapai 1,068 orang per Kamis (18/12/2025).

Sementara korban hilang masih ada sebanyak 190 orang dan 7.000 warga mengalami luka-luka.

Baca: Turun Tangan Cek Pasukan Operasi Lilin Maung 2025, Wagub Banten: Ini Bagian dari Bela Negara

Bencana banjir dan longsor itu berdampak pada 53 Kabupaten/Kota yang menyebabkan 147.236 rumah rusak, terdiri dari 44.051 rumah rusak berat, 29.809 rusak sedang, dan 73.376 rusak ringan.

Namun, Teddy menjelaskan bahwa sebenarnya pemerintah sejak awal sudah bekerja cepat dan terjun langsung ke lokasi bencana.

"Di tanggal 26 (November 2025), Pak Kepala BNPB langsung ke Sumatra Utara. Saat itu beliau posisinya di Lumajang. Kenapa? Karena kita masih ada bencana juga, saudara-saudara kita di Lumajang, erupsi Semeru," ucapnya dalam konferensi pers, Jumat (19/12/2025), dikutip dari YouTube BNPB.

"Nah, yang di lapangan ini seluruh petugas TNI, Polri, Basarnas, kemudian BNPB daerah, semuanya di detik pertama, hari pertama langsung bekerja, tanpa kamera," tegas Teddy.

Teddy juga mengatakan, sejak hari pertama, Presiden Prabowo Subianto juga langsung menghubungi Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, dan kepala daerah lainnya untuk monitor keadaan di sana.

"Kemudian di hari itu juga Bapak Presiden menginstruksikan Bapak Menko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) mengkoordinir segala kekuatan untuk sebesar-besarnya mobilisasi semua yang kita punya langsung ke sana," ujarnya.

Baca: Respons Temuan Tindakan Asusila, Wali Kota Bandung Tugaskan Personel Patroli di Teras Cihampelas

Kemudian pada hari berikutnya, Teddy mengatakan bahwa seluruh helikopter yang ada di Pulau Sumatra langsung bergerak ke Padang, Medan, dan Banda Aceh.

"Juga seluruh helikopter dan pesawat yang ada di Jawa digerakkan ke Sumatra. Dari Jawa ke Sumatra, helikopter itu butuh 13 sampai 15 jam terbangnya."

"Di tanggal 27 itu juga, beberapa heli sampailah ke Banda Aceh, angkat Jetset PLN, angkat logistik, sama, tidak ada media di situ, tidak ada kamera di situ," ucapnya.

Saat itu, kata Teddy, semua kekuatan TNI, Polri, dan warga, digerakkan semua untuk evakuasi warga. Kemudian baru pada tanggal 28 November 2025 ada pelepasan pesawat.

"Baru kita undang rekan-rekan media. Jadi itu semuanya sejak hari pertama saya pastikan sudah berjuang keras, secepat mungkin di sana."

"Sampai sekarang totalnya mungkin lebih dari 80 helikopter, pesawat TNI, Polri, Basarnas, Polisi, gabungan swasta, dibantu Susi Air, dibantu rekan-rekan semuanya sampai sekarang, setiap harinya," papar Teddy.

"Bapak Presiden di hari kelima atau keenam langsung ke tiga provinsi tersebut, diikuti Bapak Wapres dan menteri-menteri," lanjutnya.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Seskab Teddy Tegaskan Pemerintah Terjun Sejak Hari Pertama Bencana Sumatra: Tanpa Kamera dan Media, 

#Bencana Sumatra #Seskab Teddy #pemerintah #prabowo

Editor: winda rahmawati
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved