Warga Deklarasi Menolak Pungli di Pantai Batakan

Senin, 5 Agustus 2019 11:44 WIB
Banjarmasin Post

TRIBUN-VIDEO.COM - Satu destinasi wisata yang menjadi ikon Kabupaten Tanahlaut nampaknya masih diminati pengunjung. Pasalnya, Pantai Batakan seolah memberikan daya tarik tersediri akah kekhasannya.

Namun dibalik itu, adanya kekhawatiran pungli membuat sejumlah pengunjung lebih perhatian akan tiket masuk. Mereka juga khawatir adanya oknum yang minta biaya masuk tambahan.

"Tadi kami tiketnya bayar Rp 5.000 perorangnya. Saya juga minta karcisnya buat jaga-jaga kalau ada yang meminta bayaran lagi," ucap Sigit kepada Banjarmasinpost.co.id di lokasi wisata Pantai Batakan, Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Tanahlaut, Kalsel, Sabtu (3/8/2019).

Meski baru pertama kali pascapuluhan tahun kemaren menjajakan kaki di Pantai Batakan, isu adanya pungli pada objek wisata tersebut rupanya juga pernah didengar warga Banjarmasin ini. Namun ia bersyukur tak pernah mengalami.

Keluhan pungli juga diceritakan oleh Ketua Pokdarwis Batakan, Suriansyah. Lelaki yang memiliki usaha dagang di Pantai Batakan tersebut kerab mendengarkan kisah dari pengunjung mengenai adanya bayaran berlebih masuk objek wisata.

"Sering pengunjung yang bercerita dan mengeluhkan tiket masuk," ucap Surianyah.

Adanya deklarasi menolak, menentang dan melarang pungli, meminta-minta dan pemalakan terhadap pengunjung objek wisata Pantai Batakan membuat Suriansyah berharap adanya kemajuan pada wisata alam itu.

Apalagi jelasnya, pascaramainya pengalaman pengunjung yang membayar tiket lebih dari aturan menjadikan Pantai Batakan sepi. Dalam artian pelancong wisata ke tempat itu menurun.

Akan tetapi karena dilakukan sejumlah perbaikan sistem, 2019 ini dianggap lebih ramai dibanding 2017 lalu.

Deklarasi penolakan terhadap pungli dilakukan oleh warga Desa Batakan, Kepala Desa Batakan, Arsani, tokoh masyarakat , KNPI, Karangtaruna serta anggota TNI dan Polri yang bertugas pada wilayah tersebut. Terlibat pula dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tanahlaut yang mengelola pantai.

"Deklarasi ini menjadi modal penting untuk kemajuan pariwisata di Kabupaten Tanahlaut, khususnya di Pantai Batakan. Karena ini menjadi satu ikon wisata," ucap Kabid Usaha Jasa Pariwisata, Dinas Pariwisata Kota Pariwisata Kabupaten Tanah Laut, M Hadiat Wicaksono.

Sebutnya insiden masalah pungli di tempat pariwisata tak hanya di Pantai Batakan. Bahkan sebut Hadiat mungkin saja pada sejumlah wisata lain juga terjadi. Namun bagaimana caranya instansi terkait meminimalisir.

Ia pun optimis problematika tersebut hanya sementara. Adanya peningkatan sumberdaya manusia di Desa Batakan bakal mengurangi kegiatan pungli yang dikhawatirkan terjadi.

Sementara mengenai tarif, Hadiat menerangkan sesuai dengan Peraturan Bupati Tanahlaut nomor 23 tahun 2019 untuk hari biasa di Pantai Batakan dieknakan Rp 5.000 itupun termasuk asuransi. Begitupun pada weekend.(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Editor: Novri Eka Putra
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Banjarmasin Post
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved