Kamis, 30 April 2026

Terkini Nasional

Gus Yahya Pastikan PBNU Solid, Tegaskan Tak Ada Dua Ketua Umum

Rabu, 10 Desember 2025 21:34 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya percaya diri tidak akan ada dua Ketua Umum di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Hal ini dikatakan Gus Yahya saat menanggapi soal agenda rapat pleno yang digelar Syuriyah PBNU yang hasilnya akan menunjuk penjabat (Pj) Ketum PBNU yang baru pada Selasa (9/12/2025).

"Enggak, mungkin ada dua lho. Enggak mungkin ada dua. Nah kalau plenonya enggak sah itu kok bisa dianggap sah," kata Gus Yahya kepada wartawan di Kantor PBNU, Jakarta.

Ia pun tak mempunyai kekhawatiran jika PBNU mengalami perpecahan karena konflik internal yang terjadi.

Baca: Gus Ipul Tegas Bantah PBNU Pecah Gegara Isu Pengelolaan Tambang: Milik NU, yang Mau Berebut Siapa?

Hal ini berkat dukungan dari seluruh warga PBNU yang tidak menginginkan perpecahan.

Gus Yahya pun menyebut jika organisasi ini bukan merupakan milik perorangan melainkan milik Tuhan Yang Maha Esa.

"Lihat sekarang sampai ke bawah, semuanya orang enggak mau NU pecah. Enggak ada yang mau NU pecah, enggak ada yang mau," ucapnya.

"Para kiyai, pesantren-pesantren yang tidak terhitung sampai mereka biasanya enggak jarang-jarang bikin surat aja pada bikin surat sekarang. Jangan sampai pecah. Cabang-cabang juga udah enggak terhitung pada kirim surat supaya bersatu kembali. Sebenarnya enggak ada emang. Ya, Insya Allah lah," sambungnya.

Untuk informasi, Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Imam Buchori Cholil menegaskan Rais Syuriah tetap akan menggelar rapat pleno pada Selasa (9/12/2025) hari ini.

Baca: Sosok KH Zulfa Mustofa, Keponakan Wapres ke-13 Maruf Amin yang Ditunjuk jadi Pj Ketum PBNU

Menurut Ra Imam, peserta rapat pleno diharapkan dapat memanfaatkan momen untuk menyelesaikan gejolak internal Nahdlatul Ulama (NU).

Gonjang-ganjing di tubuh NU bermula dari munculnya desakan pengurus Syuriah NU terhadap Gus Yahya untuk mundur dari jabatan Ketua Umum PBNU.

Desakan ini berhembus sejak Jumat (21/11) lalu, tepatnya setelah beredarnya Risalah Rapat Harian Syuriah PBNU tertanggal Kamis 20 November 2025.

Ada dua alasan mengapa Gus Yahya diultimatum untuk segera mengundurkan diri, yakni soal undangan terhadap tokoh Pro-Zionis/Pro-Israel dan adanya dugaan masalah tata kelola keuangan organisasi.

Lebih lanjut, muncul Surat Edaran yang ditandatangani Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir dan Katib Aam PBNU KH Ahmad Tajul Mafatikhir, telah resmi memberhentikan Gus Yahya dari jabatan Ketua Umum PBNU.

Selain itu, Gus Yahya diminta untuk melepas segala atributnya sebagai Ketua Umum PBNU, dan posisinya digantikan sementara oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Terlepas dari desakan mundur dari posisi Ketua Umum PBNU, Gus Yahya sudah tiga kali menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dan akan menyelesaikan jabatannya hingga masa khidmat 2022-2027 berakhir.

Gus Yahya juga mengklaim, keputusan Rapat Harian Syuriah PBNU tidak sah dan Ketua Umum PBNU hanya bisa diganti melalui muktamar.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gus Yahya Percaya Diri Tidak akan Ada Dua Ketua Umum PBNU: Enggak Ada yang Mau NU Pecah

# Yahya Cholil Staquf # Gus Yahya # PBNU

Editor: Fitriana SekarAyu
Video Production: Muhammad Arief Prasetyo
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #PBNU   #Gus Yahya   #Yahya Cholil Staquf

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved