Travel

8 Fakta Menarik Hokben, Restoran ala Jepang Asli Indonesia yang Berusia 34 Tahun

Kamis, 1 Agustus 2019 15:35 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Restoran HokBen atau dahulu bernama Hoka Hoka Bento sukses bertahan lintas generasi.

Bagi milenial yang besar di Jakarta, HokBen bahkan punya tempat tersendiri di hati.

Bersantap di HokBen layaknya nostalgia ketika kecil bersama orang tua.

Ada banyak fakta menarik seputar HokBen yang sekarang berusia 34 tahun.

1. Berdiri sejak 1985

Hokben pertama berdiri pada 18 April 1985 dengan nama Hoka Hoka Bento. Gerai pertamanya berada di Jalan Kebon Kacang, Jakarta Pusat.

"Pada awal berdiri itu 1985 pembangunan di Jakarta sedang sangat pesat. Owner (PT Eka Bogainti atau HokBen) melihat ada kebutuhan makan cepat untuk pekerja kantoran," kata Marketing Communication Group Head PT Eka Bogainti (HokBen), Fransisca Lucky ditemui KompasTravel dalam acara peluncuran menu sehat Salmon Guriru, HokBen WTC 2, Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Owner HokBen terinspirasi akan nasi kotak di Jepang yang disebut bento.

Makanan ini jadi andalan para pegawai kantoran di Jepang.

Jadilah pertama kali HokBen dibuka sebagai restoran khusus makan siang untuk take away atau dibungkus.

Pada perkembangannya, orang Indonesia ternyata lebih gemar makan di tempat dan duduk.

Pada akhirnya HokBen menambahkan tempat untuk bersantap dan layanan pesan antar.

2. Semua restoran HokBen cabang, bukan waralaba

Hokben saat ini punya 153 gerai yang terbesar di berbagai kota besar di Indonesia.

Paling jauh masih di Pulau Bali.

Semua gerai HokBen adalah cabang di bawah naungan PT Eka Bogainti, tidak ada yang waralaba.

Sayangnya jika mencari gerai pertama HokBen di Jalan Kebon Kacang sekarang sudah tidak beroperasional.

3. Sempat rebranding

Pada 2013, Hoka Hoka Bento berubah nama menjadi HokBen.

Nama ini disingkat karena menurut Fransisca saran dari para konsumen.

Nama HokBen dianggap lebih mudah disebut. Konsep restoran yang tadinya berwarna hitam dan merah, dibuat lebih energik dengan warna kuning dan putih.

Dua maskot HokBen yakni Tori dan Hanako masih dipertahankan.

4. 100 persen produk Indonesia

Awalnya pemilik HokBen membeli izin menggunakan merek dan asistensi teknik Hoka Hoka Bento dari Jepang.

Namun seiring waktu, HokBen di Jepang sudah tidak ada lagi dan saat ini HokBen 100 persen produk Indonesia.

5. Makanan favorit sepanjang masa

Fransisca mengatakan makanan favorit HokBen dari awal berdiri adalah teriyaki, chiken katsu, dan yakiniku.

Ada juga es merah delima yang legendaris tetapi sudah tidak dijual karena sulitnya menjaga kesegaran delima.

Cita rasa nasi putih dan mayoinaise di HokBen juga menjadi pembeda Hokben dari restoran lain.

6. Punya pabrik pusat

Utuk menjaga kualitas dan cita rasa makanan yang sama antar cabang, HokBen punya pabrik pusat di Ciracas dan pabrik hub di Bogor, Yogyakarta, dan Surabaya.

Dari sana seluruh bahan makanan Hokben diantar ke cabang dengan distribusi sendiri.

7. SOP pegawai

Pegawai HokBen punya standar operasional melayani tamu dari awal pemesanan (saat tamu mengambil nampan) sampai mengantarkannya ke kasir.

Satu orang tamu dilayani oleh satu orang pegawai HokBen agar proses transaksi berjalan cepat.

8. Harga makanan

Saat ini harga makanan di Hokben paling murah Rp 17.000 untuk makanan ringan seperti takoyaki dan siomay.

Sedangkan paket paling murah adalah Hoka Hemat Rp 25.000.

Sedangkan yang paling mahal adalah sajian terbaru Salmon Guriru Rp 80.000 sudah termasuk pajak. (*)

Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul 8 Fakta Menarik Soal HokBen, Restoran ala Jepang Asli Indonesia

ARTIKEL POPULER:

Rekomendasi 7 Restoran yang Sajikan Masakan Khas Korea Terbaik di Jakarta Selatan

Rekomendasi 7 Restoran Terbaik di Semarang Versi Google Local Guide

7 Restoran Paling Menjijikan Milik Selebritis Luar Negeri, Siapa Saja ya?

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Rizky Cahya Nugraha
Sumber: Kompas.com
Tags
   #Hokben   #restoran Jepang
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved