Tribunnews WIKI

Sindrom Baby Blues, Sindrom yang Diderita Ibu Pasca-Melahirkan

Rabu, 31 Juli 2019 21:25 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Postpartum blues atau baby blues syndrom atau sindrom baby blues dan lebih dikenal dengan baby blues adalah perasaan sedih dan kesulitan menerima kehadiran sang bayi yang dibawa ibu sejak hamil.

Baby blues biasanya terjadi pada 14 hari pertama setelah melahirkan dan cenderung memburuk pada hari ketiga dan keempat.

Baby blues ditandai dengan memuncaknya emosi kegembiraan yang diikuti dengan perasaan cemas, kaget, dan sedih sehingga menimbulkan kelelahan psikis sang ibu.

Hampir sebagian besar atau 50 persen ibu yang baru melahirkan dapat mengalami baby blues.

Gejala

Gejala yang terjadi pada ibu yang menderita baby blues adalah sebagai berikut:

  1. Sulit tidur atau tidur lebih banyak dari biasanya
  2. Perubahan nafsu makan
  3. Kekhawatiran ekstrem dan khawatir tentang bayi atau kurangnya minat atau perasaan untuk bayi
  4. Merasa tidak mampu mencintai bayi atau keluarga
  5. Kemarahan terhadap bayi, pasangan, atau anggota keluarga lainnya
  6. Kecemasan atau mengalami gangguan panik
  7. Merasa takut ditinggal sendirian di rumah dengan sang bayi
  8. Selalu merasa sedih atau menangis berlebihan
  9. Kesulitan berkonsentrasi atau mengingat
  10. Perasaan ragu, rasa bersalah, tak berdaya, putus asa, atau gelisah mengalami pengingkatan
  11. Kelelahan ekstrim
  12. Kehilangan minat pada hobi atau kegiatan biasa lainnya
  13. Perubahan suasana hati yang berlebihan atau mood-swing

Penyebab

Penyebab terjadinya baby blues adalah sebagai berikut:

  1. Perubahan hormonal
  2. Pascamelahirkan kadar hormon estrogen dan progesteron menurun drastis.
  3. Selain itu produksi hormon yang dihasilkan olrh kelenjar tiroid juga terjadi penurunan.
  4. Hal tersebut mengakibatkan ibu mudah merasa lelah, penurunan mood, dan muncul perasaan tertekan.
  5. Kelelahan fisik
  6. Kehadiran bayi menyebabkan perubahan ritme sosial dalam keluarga terutama untuk ibu.
  7. Karena beradaptasi dan mengasuh sang bayi sepanjang hari mrmbuat ibu kekurangan waktu istirahat.

Psikis

Kondisi psikis ibu mulai terganggu ketika mengalami kendala dalam mengurus sang bayi.

Karena hal tersebut muncul perasaan tidak mampu dan timbul rasa tidak percaya diri.

Sosial

Ketika sang ibu terus merasa sedih dan tidak mampu, kondisi tersebut kaan diperparah jika lingkungan keluarga terutama suami tidak ada untuk memberi dukungan.

Ibu hamil dan baru saja melahirkan harus selalu didampingi.

Dukungan tersebut terutama perhatian dan komunikasi.

Jika ibu tidak mendapatkan hal tersebut besar kemungkinan sang ibu mengalami baby blues.

Riwayat depresi

Ibu yang sebelum hamil atau sebelum menjalani persalinan telah memiliki riwayat depresi sebelumnya, rentan untuk mengalami baby blues.

Keadaan bayi

Kondisi bayi juga dapat memicu baby blues pada ibu.

Misalnya bayi terlahir tidak sesuai harapan, atau bayi lahir cacat bawaan atau kondisi kesehatan bayi tidak cukup baik.

Faktor psikososial

Faktor psikososial diantaranya kondisi latar belakang ekonomi, tingkat pendidikan, umur, dan tingkat ketahanan terdapat stress minor.

Dampak

Ketika ibu mengalami baby blues, produksi ASI pada ibu juga akan terganggu.

Selain itu ikatan batin anatar ibu dan bayi semakin menghilang, bahkan jika semakin parah ibu bisa tidak menyukai bayinya sendiri.

Ibu juga akan merasa bersalah secara terus menerus namun tidak tahu bagaimana menghadapi hal tersebut hingga ibu akan mengalami kelelahan psikis.

Selain itu pertumbuhan bayi juga akan terganggu misalnya menjadi mudah rewel.

Baby blues juga akan mempengaruhi kondisi keluarga secara keseluruhan terutama bagi sang ayah.

Baik ayah maupun ibu juga dapat kehilangan rasa percaya diri dalam mengurus si bayi.

Kemudian terjadi kesalahpahaman di lingkungan keluarga karena biasanya baby blues cukup awam di Indonesia.

Sehingga sangat mungkin akan ada saling tunjuk kesalahan antara anggota keluarga satu dengan keluarga lain.

Pencegahan

Komunikasi

Selalu jalin komunikasi yang baik dengan keluarga dan dokter kandungan.

Termasuk setiap kekhawatiran dan kesedihan yang dirasakan.

Profesional kesehatan bisa mendeteksi tanda-tanda depresi yang mungkin tidak pernah sadari, sehingga pemeriksaan rutin jangan sampai terlewatkan.

Dokter dapat dengan segera memberikan tindakan jika gejala baby blues mulai terdeteksi.

Selain itu selalu berkomunikasi dengan suami mengenai segala sesutu baik perasaan hingga persiapan menjadi orangtua nantinya.

'Me Time'

Ibu setidaknya menyisihkan15 menit setiap hari untuk melepas stres selama masa kehamilan atau setelah melahirkan.

Ibu dapat melakukan 'me time' dengan melakukan berbagai kegiatan positif misalnya meditasi, melkaukan perawatan diri di salon, atau sekadar bertemu dan bertukar cerita dengan para calon ibu lainnya.

Cukup istirahat

Setiap sang bayi tidur, kebanyakan ibu justru sering kali menggunakan waktu 'bebas-bayi' untuk melakukan pekerjaan rumah atau berbelanja perlengkapan bayi.

Meskipun hal tersebut tidak salah untuk dilakukan, tapi sebaiknya jika sang bayi sedang tidur ibu juga ikut beristirahat.

Oleh karena itu jangan sungkan untuk meminta bantuan orang lain seperti suami, ibu, atau menyewa asisten rumah tangga untuk mengurusi pekerjaan rumah atau merawat bayi.

Pastikan setiap anggota keluarga tidak menekan ibu untuk melakukan banyak pekerjaan rumah tangga.

Perbanyak asupan Omega-3

Sejumlah penelitian membuktikan bahwa mengonsumsi asam lemak omega-3 (EPA dan DHA) dapat menekan risiko kelahiran prematur dan mencegah baby blues pada ibu.

Omega-3 adalah asam lemak esensial yang tidak dapat diproduksi secara alami oleh tubuh, sehingga ibu harus menambah porsi memakan ikan dan suplemen bila perlu.

Olahraga

Sebuah studi menemukan bahwa ibu yang rajin berolahraga sebelum dan setelah melahirkan cenderunglebih stabil secara emosional.

namun bukan berarti ibu harus memaksakan diri melakukan olahraga berat.

Lakukan olahraga ringan seperti jalan-jalan di taman, sambil menikmati udara segar dan pemandangan sekitar.

Tidak ada orangtua yang sempurna

Ibu mungkin berencana untuk menjadi orangtua yang sempurna untuk sang buah hati.

Ibu akan merasa bersalah kemudian jika rencana tersebut tidak terwujud sesuai harapan.

Menjadi orangtua adalah pekerjaan yang tidak mudah.

Tidak masalah jika ibu melakukan sedikit kesalahan atau keteledoran dalam mengurus si bayi.

Hargai setiap waktu bersama buah hati dan keluarga karena setiap proses mengurus bayi yang dijalani tanpa memaksakan realitas tidak akan menimbulkan kekacauan seperti ganggguan panik yang kemudian menimbulkan baby blues.

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)

ARTIKEL POPULER:

Baca: Profil Billy Syahputra - Presenter, Komedian, dan Aktor

Baca: Profil Wulan Lorraine Guritno - Aktris, Presenter, dan Penulis

Baca: Ussy Sulistiawaty - Model, Aktris, Presenter, dan Penyanyi

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved