Puluhan Tahun Warga Desa Pantaiharapan Terpaksa Membeli Air Bersih dari Desa Tetangga

Rabu, 31 Juli 2019 16:25 WIB
Banjarmasin Post

TRIBUN-VIDEO.COM - Kekeringan pada musim kemarau ini nampaknya sudah melanda desa. Satu di antaranya yakni Desa Pantaiharapan, Kecamatan Bumimakmur, Kabupaten Tanahlaut.

Karena adanya keterbatasan penggunaan air, desa ini pun harus merogoh kocek jutaan untuk penanganannya. Sementara warga, harus mengeluarkan uang paling sedikit Rp 6.000 perhari untuk membeli air bersih. Karena desa juga hanya bisa menyediakan air untuk mandi dan mencuci pakaian melalui sumur bor.

Air bersih menjadi permasalahan yang kerab datang menyapa warga desa. Pasalnya, untuk minum ketika musim kemarau, mereka harus menunggu penjual air bersih yang masuk desa dan membeli di tempat tersebut.

Satu jirigen air bersih yang bisa dimanfaatkan untuk minum, menghabiskan paling tidak Rp 6.000 perjirigennya. Tak sedikit warga membeli dua hingga tiga jirigen sekaligus yakni ukuran 20 litar.

Puluhan tahun sudah warga Desa Pantaiharapan selalu menghadapi kekeringan dan sulitnya mendapatkan air bersih.

Ketika hujan, mereka menyediakan tempat untuk menampung air. Sementara saat musim kemarau tiba, air simpanan pun telah habis. Membeli adalah satu-satunya cara.

Kepala Desa Pantaiharapan, Bahrul Muji mengungkapkan, sebagai pemangku kebijakan di desa itu dirinya sudah mengupayakan agar warga mendapatkan air bersih.

Namun sejauh ini sebutnya, untuk air bersih khususnya air minum memang masih belum bisa diadakan. Sehingga ketika musim kemarau tiba, warga harus membeli air tersebut pada orang yang setiap waktu menjajakan air di Desa Pantaiharapan.

Sedangkan saat musim hujan jelasnya, para warga akan menampung air pada tandon yang sudah disediakan oleh desa. Yakni satu tandon untuk dua unit rumah.

"Selama ini masyarakat kami memang sangat membutuhkan air besih. Karena untuk air minum kami harus mendatangkan dari kampung sebelah," ucap Maji.

Dalam sehari saja ujar Maji, apabila dihitung-hitung, kebutuhan air minum warga mencapai lebih dari 100 jerigen. Adapun jumlah KK mencapai 130.

Sebagai kepala desa, ia juga berharap agar Desa Pantaiharapan juga mendapat perhatian dari pemerintah. Utamanya masuk aliran PDAM yang bisa membantu warga mendapatkan air bersih, layaknya desa tetangga yakni Desa Sungairasau.

"Apabila masuk jaringan PDAM ke desa kami, paling tidak akan membantu mengurangi beban ekonomi masyarakat untuk pembelian air," ucapnya.(banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Editor: Novri Eka Putra
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Banjarmasin Post
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved