Tribunnews WIKI

Liputan On The Spot Tumurun Private Museum

Rabu, 31 Juli 2019 12:53 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Tumurun Private Museum merupakan museum seni milik anak dari pendiri PT Sri Rejeki Tekstil (Sritex), Iwan Lukminto.

Dibuka pada 24 Maret 2018 lalu, Tumurun Private Museum berlokasi di Jl. Kebangkitan Nasional No. 2, Sriwedari, Laweyan, Kota Surakarta.

Iwan Lukminto mendirikan museum ini sebagai bentuk penghormatan kepada sang ayah, HM Lukminto.

HM Lukminto memiliki hobi mengoleksi dan mengapresiasi karya seni.

Nama Tumurun sendiri berasal dari kata Turun Temurun yang berarti diwariskan dari satu generasi ke generasi lain.

Karya-karya seni di Tumurun Private Museum memang merupakan koleksi pribadi milik keluarga besar Lukminto.

Iwan Lukminto mendirikan Tumurun Private Museum dengan tujuan untuk mengedukasi khalayak umum tentang seni.

Pengunjung tidak dipungut biaya apapun untuk masuk ek dalam Tumurun Private Museum.

Awalnya Tumurun Private Museum tidak diperuntuk untuk umum, museum hanya dapat dikunjungi oleh tamu-tamu khusus pemilik museum saja.

Tumurun Private Museum mengadakan Open House pertama kali pada 14 April 2018.

Dibuka selama satu hari penuh, kuota pengunjung yang dibatasi 300 orang pun membludak menjadi 400-an orang.

Koleksi Museum

Tumurun Private Museum memiliki total sekitar lebih dari 300 koleksi karya seni.

Karya seni yang dipajang di dalam museum hanya berjumlah sekitar 100 karya seni.

Begitu memasuki bangunan museum, pengunjung akan disambut oleh instalasi besar 'Floating Eyes' karya seniman kelahiran Yogyakarta, Wendhar Riyadi.

Tumpukan bola mata setinggi 7 meter itu menjadi spot terkenal untuk mengambil foto karena diletakkan di tengah ruangan.

Tumurun Private Museum terdiri dari dua lantai.

Lantai pertama terdiri atas koleksi contemporary art, sementara lantai atas adalah untuk koleksi modern art.

Lantai atas tidak dibuka untuk umum karena berisi koleksi karya seni berharga.

Karya seni di Tumurun Private Museum tidak hanya berasal dari seniman-seniman Indonesia tetapi juga seniman luar negeri.

Beberapa nama seniman yang karyanya dipajang di Tumurun Private Museum adalah Ahmad Sadali, Affandi, Lee Man Fong, Emil Rizek, But Muchtar, Srihadi Soedarsono, Hendra Gunawan, S.Sudjojono, H. Widayat, Johan Rudolf Bonnet, Walter Spies, Willem Gerard Hofker, Sudjana Kerton, Basoeki Abdullah, Raden Saleh Sjarif Boestaman, Auke Sonnega, Ries Mulder, Lladro High Porcelain, Heri Dono, Wedhar Riyadi, Rudi Mantofani, Sinta Tantra, Eko Nugroho, Mochtar Sarman, Eddie Hara, Eddy Susanto, Handiriwirman Saputra, Syaiful Garibaldi, Mr. Yanen, dan masih banyak lagi.

Selain seni lukis dan seni rupa, dipajang pula tiga mobil antik koleksi pribadi HM Lukminto merk Dodge dan Mercedes Benz.

Sofyan Prasetyo, salah seorang pemandu yang sudah bekerja sejak Tumurun Private Museum dibuka mengungkapkan sebagian besar karya seni adalah hasil pencarian Iwan Lukminto sendiri.

Sofyan Prasetyo menambahkan, biasanya akan diadakan rolling karya seni setiap sebulan sekali agar pengunjung tetap dapat melihat koleksi karya seni lain.

Namun, untuk instalasi yang berukuran besar, biasanya jarang di-rolling karena sulit untuk dipindahkan.

Jadwal rolling dan karya seni mana yang akan diganti biasanya ditentukan oleh pemilik museum, Iwan Lukminto.

Dalam sekali rolling minimal ada tiga lukisan yang diganti dengan koleksi lukisan lain.

Salah satu lukisan di Tumurun Private Museum, contohnya 'The Dog's Best Friend' karya Eddie Hara.

Campuran warna-warni mencolok dan pola-pola yang abstrak dan acak seolah menarik perhatian pengunjung.

Lokasi Museum

Tumurun Private Museum terletak di Jalan Kebangkitan Nasional No. 2 Sriwedari, Laweyan, Solo.

Bangunan berwarna putih dan berpagar hitam tinggi itu terletak di dekat pertigaan Jalan Kebangkitan Nasional dengan Jalan Honggowongso.

Sebelah utara, Tumurun Private Museum berdekatan dengan Museum Danar Hadi.

Sebelah timur, di Jalan Honggowongso ada SMP Kanisius 2.

Pasar Kembang di Jalan Dr Rajiman terletak di sebelah selatan Tumurun Private Museum,

Sementara di sebelah barat ada GOR Sritex Arena tepat di Jalan Abiyoso.

Panduan Mengunjungi Museum

Tumurun Private Museum tidak memungut biaya apapun pada pengunjung.

Satu hal penting yang harus dilakukan sebelum mengunjungi museum adalah melakukan registrasi online terlebih dahulu di website Tumurun Private Museum.

Registrasi dilakukan tiga hari sebelum hari H.

Tumurun Private Museum buka dari Selasa hingga Minggu, tetapi tutup di hari Senin.

Kecuali saat Open House, Tumurun Private Museum biasanya beroperasi dari pukul 9 pagi hingga 1 siang.

Dalam sehari, Tumurun Private Museum hanya memberi kuota kurang lebih 50 orang untuk memasuki museum.

Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan koleksi karya seni di dalamnya.

Saat melakukan registrasi, pengunjung dapat memilih waktu berkunjung dari pukul 09.00, 10.00, 11.00 atau 12.00 WIB.

Pengunjung diharapkan hadir tepat waktu atau tidak akan diperkenankan untuk masuk ke dalam bangunan.

Seorang pengunjung bisa melakukan registrasi untuk maksimal lima orang.

Untuk kunjungan lebih dari lima orang atau untuk tujuan tertentu seperti study tour, dapat menghubungi 0271-7463320 atau melalui whatsapp ke nomor +6281227002152.

Saat berkunjung, pengunjung akan dipandu oleh petugas di sana.

Sebelum memasuki ruangan, pemandu akan memberi informasi tentang sejarah singkat Tumurun Private Museum dan peraturan-peraturan yang berlaku saat berkunjung.

Pengunjung hanya mendapat kesempatan selama satu jam untuk menikmati koleksi karya seni di sana.

Setelah itu, rombongan pengunjung keluar dengan tertib.

(TribunnewsWiki/Indah Puspitawati)

TONTON JUGA:

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved