Terkini Daerah

Siswi SD Kelas V Dicabuli Pamannya saat Ditinggal Orangtuanya Merantau

Senin, 29 Juli 2019 23:10 WIB
Tribun Lampung

TRIBUN-VIDEO.COM, LAMPUNG - Tom (53), warga Kampung Negara Aji Baru, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah tega melakukan aksi pencabulan terhadap keponakannya sendiri.

Bahkan, aksi tidak bermoral Tom diketahui tidak hanya sekali terhadap Bunga (10) (bukan nama sebenarnya), yang tak lain adalah keponakannya sendiri.

Aksi pencabulan sekaligus persetubuhan yang dilakukan Tomadi bermula sejak kedua orangtua Bunga menitipkan sang anak kepada pelaku yang tak lain merupakan kerabat dekatnya sejak Februari 2019 lalu.

"Saya titipkan anak saya kepada dia (Tom), karena kami (ayah dan ibu) ingin bekerja merantau ke Pulau Jawa. Bunga adalah anak satu-satunya kami," terang ayah Bunga di Mapolsek Padang Ratu, Senin (29/7/2019).

Alasan orang tua korban tak membawa anaknya turut ke Jawa, lantaran mereka khawatir jika mereka akan merasa susah di perantauan.

"Kasihan kalau kami bawa (ke Jawa), karena kami pun belum punya kerjaan tetap di perantauan. Lagian kami juga berpikir dia (Tom) adalah keluarga sendiri," imbuhnya.

Namun, setelah lebih kurang lima bulan di perantauan, rupanya ayah dan ibu Bunga mendapati kekecewaan lantaran sang anak tak lagi seceria sebelum mereka tinggal.

Anak yang sekarang duduk di kelas V SD itu saat ini sering murung.

Bunga mengatakan kepada orangtuanya, bahwa sang paman telah melakukan perbuatan yang justru merusak masa depannya.

Atas penjelasan anak itulah, kemudian kedua orangtua korban melaporkan Tom ke Polsek Padang Ratu, atas dugaan pelecehan seksual terhadap anak.

Kapolsek Padang Ratu, Komisaris Indra Herlianto mendampingi Kapolres AKBP I Made Rasma, mengatakan, Tomadi ditangkap di rumahnya, Rabu (24/7) lalu tanpa perlawanan.

Pihaknya telah mendalami laporan orangtua korban sebelumya.

Dari sejumlah saksi mata dan data-data yang dikumpulkan, diketahui kasi pelecehan seksual terhadap Bunga dilakukan lebih dari satu kali.

"Kita sudah melakukan cek medis kepada korban ke rumah skait terdekat. Hasilnya, ada bekas sobekan di areal vital korban, dan diduga akibat benda tumpul," ujar Kompol Indra Herlianto.

Selain itu, pelaku juga telah mengakui perbuatannya melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap Bunga.

Tomadi dijerat Pasal 76D Jo 81 dan 76E Jo 82 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang - undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 penjara.

Pelaku Tom mengakui perbuatannya, ia menjelaskan, sudah berkali-kali melakukan perbuatan persetubuhan kepada Bunga sejak korban dititipkan kepadanya.
Menurut Tomadi, ia biasa melakukan aksi rudapaksa terhadap korban, saat ia pulang sekolah, atau pada siang hari di saat rumah sepi.

Aksi itu ia lakukan di kamar rumahnya.

Korban selama ini tutup mulut, dikarenakan pelaku kerap mengancam korban.

"Saya ancam kalau ngomong-ngomong sama orang lain, nanti saya usir dari rumah. Saya lupa kalau berapa kalinya (melakukan persetubuhan terhadap korban) karena sudah sering," ujar Tomadi.

Banyaknya kasus pelecehan seksual terhadap anak, membuat Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lamteng mendesak pemerintah daerah untuk menerapkan Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Anak.

"Selain Perda Perlindungan Anak, ternyata memang sudah mendesak sekali bahwa Sex Education (pembelajaran seksual) harus segera diajarkan di sekolah-sekolah. Tujuannya supaya anak-anak paham apa itu seksual," terang Ketua LPA Eko Yuwono.

Eko Yuwono menjelaskan, peran orang tua seharusnya menjadi garda terdepan untuk mencegah terjadinya kasus-kasu kekerasan yang melibatkan anak.

"Peran orangtua dalam mengasuh dan mengawasi anak tidak maksimal, seharusnya orangtua harus tahu kapan anak bermain dan dengan siapa anak bermain, serta kemana mereka bermain. Ini yang harus menjadi perhatian semua orangtua di zaman digital ini," pungkasnya.(Tribunlampung.co.id/Syamsir alam)

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Ibu Ini Curiga Putrinya Murung, Ternyata Selama 5 Bulan Ini Dicabuli Sang Paman

ARTIKEL POPULER:

Baca: VIRAL HARI INI: Penampakan Diduga Pocong Bermata Merah di Google Maps, Pemotret: Diambil pada 2017

Baca: Viral Penampakan Diduga Pocong di Google Maps di Desa Dukuh Demak, Pemotret Angkat Bicara

Baca: Ini 4 Fakta Pemuda yang Ditangkap Pakai Pakaian Pocong untuk Takuti Masyarakat

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Bintang Nur Rahman
Sumber: Tribun Lampung
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved