Terkini Daerah

Video Rumah Reot Milik Janda Anak 5 di Tangerang, Kabanjiran Kalau Hujan Sampai Tidur Bareng Tikus

Minggu, 28 Juli 2019 16:30 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUN-VIDEO.COM, KARAWACI - "Ini anak-anak ya tidur di bawah sini pakai karpet. Kadang kalau malam suka tikus melintas ke badan, kan mereka aja tidur sebelah kita di kolong meja," ujar Tati sambil memelas saat ditemui di Kediamannya, Minggu (28/7/2019).

Hal pertama yang Tati utarakan kepada TribunJakarta.com, saat dijumpai di kediamannya di kawasan Cimone, Kota Tangerang.

Rumah reotnya tersebut berada di ujung gang kecil di Jalan Mastam nomor 8 RT03/03 berdiri ringkih di antara tetangganya yang berumah cukup sederhana.

Setidaknya mempunyai pintu yang ada kunci, tidak seperti rumah Tati Sujanawati yang bahkan gagang saja pun tidak mempunyai.

Apa lagi kunci yang membuatnya selalu was-was ketika tidur bersama lima anaknya.

Suami Tati tidak berbuat apa-apa? Tidak seperti yang disangka, Tati menghidupi lima anaknya seorang diri sejak lima tahun yang lalu.

Lantaran sudah berpisah dengan suaminya karena tidak tahan mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Kelam, janda anak lima tersebut sejak lahir, sejak menikah tinggal di sana.

Karena tidak memiliki banyak penghasilan, anak-anaknya yang masih berumur belasan tahun dan anaknya yang paling besar harus tidur beralaskan karpet merah tipis untuk menghabiskan malam.

Menghabiskan malam secara sederhana.

"Tidurnya di bawah sini aja mas, sama anak-anak ditemenin sama tikus-tikus. Soalnya kan di kolong kasur sama meja ini tikus semua. Tuh lubangnya gede banget," ujar Tati seraya menunjukan lobang tikus tersebut.

Bahkan, anaknya yang masih lugu dan polos sering kali jadi korban keganasan tikus.

Jempol, kaki dan tangan, sampai telapak kaki sering kali menjadi sasaran gigitan tikus liar itu.

Berdasarkan pengamatan TribunJakarta, benar saja banyak tikus berkeliaran di dalam rumah saat berbincang hangat dengan Tati.

Tikus sebesar helm anak-anak pun tak malu menampakan wujudnya seakan berada di rumahnya sendiri.

"Tuh kan liat mas, itu baru satu yang keliatan gede. Ada banyak kayaknya," sambung Tati.

Segala penyakit pun menghantui anak dan dirinya sendiri. Tak jarang anaknya terserang penyakit kulit yang Tati sendiri itu penyakit kulit apa.

Gatal-gatal kulit pun sudah seperti ucapan selamat pagi untuk Tati dan kelima anaknya ketika membuka mata.

"Saya kasih salep aja apaan dah enggak tahu itu di warung. Saya beli 13 ribuan itu juga kadang ngutang karena enggak ada duit sama udah kenal sama yang punya warung," ungkap Tati.

Ngutang juga sudah mendarah-daging untuk Tati, bukan karena kebiasaan namun karena keadaan.

Bagaimana tidak, janda tersebut hanya seorang penjual kerang hijau dan kerang bulu di Tangerang.

Pendapatannya hanya 100 ribu perhari untuk menghidupi lima anaknya untuk sekedar bisa memasukan nasi ke perut si anak.

Setiap harinya pun ia harus menaiki sepeda motor membawa dua buah sterofoam raksasa menuju Tanjung Kait, Pesisir Utara Tangerang.

Perjalanannya satu jam lebih sekali perjalanan, belum ditambah pulangnya ke Tangerang untuk menjual kerang hijau di Cimone, Karawaci, Kota Tangerang.

"Dijual 13 ribuan sekilo, belum kalau amis dibersihin sendiri. Mual-mual sendiri, setiap hari. Pulang pasti menuju maghrib," keluh Tati.

Air matanya pun mulai bercucuran ketika ingat anak-anaknya harus tinggal di rumahnya yang reot dan bolong dimana-mana.

Tak ada jalan lain, dia hanya berharap hati yang tulus dari Pemerintahan Kota Tangerang melalui program bedah rumah dari Dinas Permukiman. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Kisah Janda Tangerang, Rumah Tak Layak Huni Sampai Tidur Bareng Tikus Besar dan Kaki Anaknya Digigit

ARTIKEL POPULER:

Begal Sadis Diamankan Polisi setelah Berulang Kali Beraksi di Kabupaten Tangerang

Mengintip Sapi Kurban Milik Jokowi di Tangerang Berbobot 1,2 Ton Seharga Rp 90 Juta

Perseteruan Walikota Tangerang dan Menkumham Berakhir dengan Senyuman dan Cabut Laporan

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Bintang Nur Rahman
Sumber: TribunJakarta
Tags
   #Tangerang
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved