Penjaga Makam Sultan Suriansyah Bekerja Tanpa Pamrih

Sabtu, 27 Juli 2019 11:48 WIB
Banjarmasin Post

TRIBUN-VIDEO.COM - Dengan cekatan tangan H Ahmad Syairani mengambil sebuah benda yang terbuat dari dedaunan yang berada pada sebuah mangkuk yang berisi air dan juga beragam jenis kembang.

Kemudian H Syairani pun memercikkannya ke beberapa bagian tubuh pengunjung atau peziarah yang baru saja menziarahi makam Sultan Suriansyah.

Sebelum melakukan prosesi yang dikenal dengan istilah tapung tawar tersebut, H Syairani yang selalu didampingi kerabatnya yakni Hamdani, terlebih dahulu mengajak peziarah yang mampir untuk menaikkan doa bersama-sama.

Sementara itu beberapa meter di samping tempat duduknya, terdapat makam Sultan Suriansyah dan para peziarah yang sedang menaikkan doa dan membacakan tahlil.

Ya, H Syairani ini tidak lain adalah penunggu makam Sultan Suriansyah dan juga belasan makam lainnya yang ada di kompleks pemakaman yang terletak di Jalan Kuin Utara tersebut.

H Syairani menjadi penjaga makam Sultan Suriansyah kurang lebih sejak lima tahun terakhir, dan setiap harinya dari pagi hingga sore menjaga makam.

Selain berdoa dan juga melakukan tapung tawar, H Syairani pun juga melayani peziarah yang tak sedikit ingin mengetahui sejarah dari Kerajaan Banjar dan juga tentang sosok Sultan Suriansyah.

"Utamanya yang datang niatnya tentunya adalah berziarah. Tapi ada juga yang sekaligus ingin mengetahui sejarah, dan biasanya kami ceritakan berdasarkan cerita turun termurun yang ada disini. Ada yang bertanya mengenai kuliner zaman dahulu, kebiasaan-kebiasaan dan juga hukum yang berlaku di zaman kesultanan. Bahkan ada juga yang menanyakan bentuk bangunan kerajaan, pokoknya macam-macam," kata Syairani.

Peziarah yang datang sendiri tidak hanya datang dari seputaran Kalsel dan Kalimantan saja, pasalnya tak sedikit yang datang dari daerah lain.

"Memang didominasi dari Kalsel. Tapi yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, dan banyak juga yang dari Malaysia, Singapura dan Brunei Darusallam," jelas pria yang merupakan juriat dari Khatib Dayan ini.

Ditanya mengenai pengalaman spiritual, H Syairani pun mengaku hampir tidak pernah mengalaminya selama menjadi penjaga makam.

"Hampir tidak pernah. Tapi kadang ada peziarah yang datang kesini karena mengaku ditemui (mimpi) dengan Sultan sehingga datang kesini dan berziarah," jelasnya.

Tak jarang juga H Syairani kedatangan peziarah yang sedang dalam kondisi kesurupan, kemudian didoakan dan ada juga yang dimandikan kemudian langsung sembuh.

"Memang kadang ada yang datang dalam kondisi kesurupan, dan biasanya mereka adalah perias pengantin dan pakaian adat Banjar. Kemudian dimandikan dan alhamdulillah sembuh," jelasnya.

Syairani menambahkan bahwa tak jarang peziarah yang datang juga mandi pada sebuah tempat yang berada di belakang makam, dan menggunakan air dari sumur tua yang ada di sekitar makam.

"Ada yang mandi dan mengambil air dari sumur peninggalan Sultan Suriansyah. Dan biasanya berharap keberkahan

Meskipun setiap harinya menjaga makam, namun H Syairani dan kerabatnya ini ternyata tidak mendapatkan pendapatan atau insentif dari pemerintah.

Dia hanya mengandalkan sumbangan sukarela dari peziarah yang datang dan dimasukkan ke dalam sebuah wadah bekas biskuit.

Meskipun demikian, Syairani menerangkan dirinya sampai saat ini masih tetap saja menjalankan tugasnya sebagai penjaga makam.

"Tidak ada insentif. Paling dari sumbangan sukarela peziarah saja. Dan ini karena panggilan hati dan ingin menjaga karena ini juga merupakan situs daerah," pungkasnya.(banjarmasinpost.co.id/Tim)

Editor: Novri Eka Putra
Sumber: Banjarmasin Post
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved