Tribun-Video Update
Sudan Memanas! Perwakilan Desak PBB Selidiki 'Genosida' di El Fasher, PBB Beri Kecaman atas Aksi RSF
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Sudan memanas.
Perwakilan Sudan untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Al-Harith Idriss al-Harith Mohamed mendesak Dewan Keamanan PBB (DK PBB).
Tujuannya, untuk meluncurkan penyelidikan resmi atas “genosida” di El Fasher, ibu kota Darfur Utara.
Sementara pihak PBB mengecam kekejaman di Sudan dengan menyebutnya "situasi sangat mengerikan" dan "neraka yang gelap".
Baca: Trump Hidupkan Lagi Uji Coba Nuklir, Pihak Internasional Sebut AS Langgar Komitmen demi Saingi Rusia
Mengutip Al Mayadeen dan Al Jazeera pada (31/10), konflik Sudan akhirnya mendapatkan perhatian dunia.
Mengingat, ribuan orang telah dibunuh di kota el-Fasher, Sudan barat, ibu kota negara bagian Darfur Utara, sejak Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter merebutnya.
El-Fasher jatuh pada Minggu (26/10/2025), setelah 18 bulan pengepungan RSF.
Akhirnya, menghalangi masuknya makanan dan kebutuhan pokok bagi ratusan ribu orang yang terjebak di dalamnya.
Baca: Korban Selamat Perang Sudan Beri Kesaksian: Mayat Berserakan di Jalan, Melarikan Diri dari El-Fasher
Sehingga terkini, Perwakilan Sudan Idriss mendesak DK PBB meluncurkan penyelidikan atas genosida di El Fasher.
Mengingat, RSF setiap hari mengeluarkan ancaman pembunuhan massal di lokasi tersebut.
"Kami mendesak Dewan untuk meluncurkan penyelidikan atas genosida penduduk kota El Fasher guna mendorong akuntabilitas," ujar al-Harith Mohamed kepada DK PBB dalam sebuah sesi mengenai Sudan. "Milisi tersebut setiap hari mengeluarkan ancaman pembunuhan massal," tambahnya, merujuk pada Pasukan Dukungan Cepat (RSF) .
Sebagai respons, DK PBB pada Kamis (30/10) mengutuk apa yang digambarkannya sebagai kekejaman yang dilakukan oleh RSF.
Baca: LIVE: Kecelakaan Maut Truk Tangki Tabrak Angkot hingga Penyok di Toba, 1 Tewas dan 10 Luka-Luka
Tom Fletcher berkata ke DK PBB, di mana El Fasher “sudah menjadi tempat penderitaan manusia yang sangat parah, dan telah jatuh ke dalam neraka yang lebih gelap”.
Martha Ama Akyaa Pobee, asisten sekretaris jenderal PBB untuk Afrika, menegaskan bahwa situasi di Sudan sangat mengerikan.
"Situasinya sungguh mengerikan," ujar Martha Ama Akyaa Pobee, asisten sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Afrika, dalam sidang darurat Dewan Keamanan pada hari Kamis.
Merujuk pada laporan yang diterima Kantor Hak Asasi Manusia PBB, mengenai pembunuhan massal, eksekusi singkat, dan penggeledahan dari rumah ke rumah saat warga sipil berusaha melarikan diri.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Al Mayadeen dengan judul Sudan urges UNSC to investigate 'genocide' in Darfur's El Fasher,
Reporter: Hadiyya QurrataAyyuun
Video Production: Yessy Arisanti Wienata
Sumber: Tribun Video
Tribunnews Update
Dubes Israel Pertanyakan Dugaan Kesepakatan Kapal Tiga Negara di Tengah Pembatasan Selat Hormuz
7 jam lalu
Mancanegara
Pasukan Tewas! UNIFIL Dibantu Militer Lebanon Bergerak ke Wilayah Strategis di Kawasan Selatan
1 hari lalu
Tribunnews Update
Perundingan di Islamabad Gagal, Sekjen PBB Buka Kemungkinan Negosiasi AS-Iran Putaran Kedua
5 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Israel Kembali Targetkan Hizbullah, Badan Keamanan Lebanon Konfirmasi 13 Petugas Keamanan Tewas
Sabtu, 11 April 2026
Tribunnews Update
PBB Kecam Serangan yang Tewaskan Pasukan UNIFIL Indonesia, Sebut Insiden Kejahatan Perang
Jumat, 10 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.