SMP PGRI 3 Banjarmasin Hanya Dapat Tiga Siswa Baru, Ini Penjelasan Kepala Sekolah

Kamis, 25 Juli 2019 18:45 WIB
Banjarmasin Post

TRIBUN-VIDEO.COM - Pagi menyingsing, pertanda kehidupan warga di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan pun baru dimulai, Selasa (23/7/2019) kemarin.

Tidak terkecuali para pelajar yang berkewajiban mengemban ilmu pendidikan, mereka pun bersiap diri untuk menuju sekolahnya.

Hal itu pula yang dilalui Ahmad Rizki, siswa yang bertempat tinggal HKSN Alalak Utara Kecamatan Banjarmasin Utara.

Menempuh pendidikan di kelas satu di sekolah menengah pertama swasta di kawasan Belitung Darat Gang Samadil Ilham, tak membuatnya malas menimba ilmu.

Rizki merupakan satu dari tiga siswa baru yang masih memilih menimba sekolah swasta Banjarmasin atau tepatnya SMP PGRI 3 Banjarmasin sebagai tempat menimba ilmu pada Tahun ajaran 2019/2020 ini.

Bersama dua orang teman satu kelasnya yang lain, mereka pun mengikuti proses belajar mengajar layaknya siswa di sekolah negeri lainnya.

Kepala SMP PGRI 3 Banjarmasin, Syamsudin Noor mengatakan sejatinya sudah melakukan berbagai upaya demi mendapatkan siswa baru pada tahun ajaran 2019/2020 tadi.

Pihaknya bahkan selain menyediakan tas dan lima buah buku tulis baru sebagai daya tarik masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke SMP PGRI 3 Banjarmasin, juga telah melaksanakan sistem jemput bola.

Namun kenyataannya masih jauh dengan harapan pihaknya. Para siswa baru yang semula diharapkan bisa terjaring lebih banyak dsri tahun tadi atau enam orang, kini hanya tiga siswa.

" Itu pun tiga siswa yang terjaring masing-masing semula kami dapatkan, atas nama Syahroni, yang merupakan dari adik kelas 9. Sedangkan dua orang lainnya lagi, meski berasa dari warga yang cukup jauh, HKSN, tapi ini merupakan hasil penjaringan guru," jelasnya.

Meskipun tambah Syamsu lagi ia mengaku bersyukur. Pasalnya, jika ditotal dengan siswa kelas tujuh hingga sebelas keluar pihaknya masih memiliki 29 orang.

" Jadi untuk total siswa kelas satu, ada tiga orang, kelas dua ada delapan orang dan kelas tiga ada 18 orang. Jadi total hanya 29 siswa," jelasnya.

Syamsu mengatakan hal itu tidak lain merupakan dampak dari penerapan zonasi sekolah sepanjang tiga tahun terakhir.

Terlebih sekolah-sekolah swasta yang biasa bisa menjaring para siswa bernilai rendah karena tidak tertampung di sekolah negeri, kini justru tidak bisa lagi.

"Karena sekarang meski mereka bernilai rendah kan, masih bisa tertampung di sekolah negeri dengan menggunakan sistem zonasi tadi," ungkapnya.

Disinggung mengenai akan ditutupnya sekolah oleh pemerintah lantaran kekurangan siswa dari tahun ke tahun, Syamsu mengaku sebetulnya belum ada untuk di sekolahnya.

Namun dengan kondisi tersebut tidak menutup kemungkinan sekolahnya akan menjadi salah satu sekolah yang akan dimerger.

"Karena kan berdasarkan aturan sekolah yang siswanya kurang dari 60 orang, tidak menutup kemungkinan akan dimerger. Tapi untuk itu kami terserah pemerintah," ujarnya.(banjarmasinpost.co.id/Ahmad Riski Abdul Gani)

Editor: Novri Eka Putra
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Banjarmasin Post
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved