Tribunnews Update
Iran Tuding Trump Munafik: Bicara Perdamaian tapi Justru Memprovokasi Perang di Asia Barat
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menilai, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tak bisa dikatakan sebagai pembawa perdamaian di kawasan Asia Barat.
Ia malah menilai, Trump telah memprovokasi perang di kawasan tersebut.
Baca: Berani, Greta Thunberg Balas Ledekan Presiden AS Donald Trump dengan Sindiran Pedas!
Araghchi mengungkap alasan mengapa menyebut Trump telah memprovokasi kawasan Asia Barat.
Pasalnya, saat presiden AS itu mengaku sebagai pembawa perdamaian, di saat yang sama ia menjalankan kebijakan agresif.
Bahkan, ia dinilai bersekutu dengan pihak-pihak yang disebutnya sebagai penjahat perang.
Ia menegaskan bahwa seseorang tidak dapat disebut Presiden Perdamaian jika pada saat yang sama memprovokasi perang tanpa akhir.
Baca: Balasan Menohok Greta Thunberg soal Nyinyiran Trump: Dari Rekam Jejak Anda juga Emosian
Menurut Araghchi, Trump hanya bisa menjadi Presiden Perdamaian atau Presiden Perang, dan tidak mungkin menjadi keduanya sekaligus.
Araghchi lantas merespons klaim Trump yang menyebut Iran hampir mengembangkan senjata nuklir sebelum agresi AS-Israel terhadap fasilitas nuklirnya.
Menurutnya, pernyataan Trump sebagai kebohongan besar.
Baca: Girang! Trump Puji Hamas hingga Optimis Sinyal Perdamaian Perang Palestina Vs Israel segera Berakhir
Ia menuduh kelompok berkepentingan pro-Israel telah memberi informasi palsu kepada AS.
“Sudah sangat jelas bahwa Presiden AS telah disesatkan dengan informasi palsu, seolah-olah program nuklir damai Iran berada di ambang persenjataan musim semi ini,” kata Araghchi. (Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Araghchi: Trump Tidak Bisa Disebut Presiden Perdamaian Jika Terus Memprovokasi Perang
# TRIBUNNEWS UPDATE # perdamaian # perang # Donald Trump # Amerika Serikat # Iran
Reporter: Tri Suhartini
Video Production: Nur Rohman Urip
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkini
Markas CIA di Riyadh Digempur Rudal Iran, Serangan Tembus Pertahanan Udara AS
6 hari lalu
Berita Terkini
Iran Abaikan Ultimatum 48 Jam Donald Trump, Sebut Ancaman Presiden AS Tindakan Bodoh
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Malu dan Kecewa, AS Disebut Ingin Bunuh Pilotnya Sendiri seusai Jet Tempur F-15E Jatuh Ditembak Iran
6 hari lalu
Berita Terkini
Operasi True Promise 4: Iran Serang Baterai HIMARS Amerika dan Markas Komando di UEA
6 hari lalu
Terkini Nasional
Tangis Haru Keluarga Pecah di Hadapan Prabowo Saat Temui 3 Jenazah Prajurit TNI
6 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.