Rabu, 20 Mei 2026

Nasional

TERBONGKAR! KEBOHONGAN Pembunuh Pegawai Minimarket, Ngaku Minta Antar ke Orang Pintar

Minggu, 12 Oktober 2025 12:28 WIB
Tribunnews Bogor

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM -- Kebohongan pelaku pembunuhan pegawai minimarket Dina Oktaviana diungkap oleh ibu kandung korban.

Ternyata menurut ibu Dina Oktaviana, Yayah, Heryanto berbohong ke penyidik soal putrinya.

Yayah mengatakan, putrinya itu ke rumah pelaku Heryanto bukan untuk minta dicarikan orang pintar.

Bahkan jika memang Dina minta dicarikan orang pintar, kenapa harus dibunuh oleh pelaku.

Dina Oktaviani dan Heryanto sama-sama bekerja di Alfamart Rest Area Km 72 Tol Cipularang, Purwakarta, Jawa Barat.

Heryanto menjabat sebagai kepala toko, sementara Dina Oktaviani sebagai pegawai.

Dina dihabisi oleh Heryanto di rumah pelaku, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta.

Setelah meninggal dunia, Dina diduga sempat diperkosa oleh Heryanto sebelum jenazahnya dimasukkan ke dalam dus.

Heryanto kemudian membawa dus itu ke jembatan dan membuangnya di Sungai Citarum.

Berdasarkan pengakuannya ke penyidik, Dina Oktaviani meminta diantar ke orang pintar.

Tujuannya yakni karena Dina ingin melupakan mantan kekasihnya.

Ia juga sering curhat ke Heryanto soal kisah cintanya yang kandas itu.

"Dia sering curhat, 'pak saya ada masalah'. 'Masalahnya kenapa neng ?'. 'Saya itu suka sama cowok saya pacaran sama dia tapi dia sekarang udah gak punya rasa lagi sama saya'," katanya.

Baca: MODUS KEJI HERYANTO Kelabui Pegawai Minimarket untuk Dibunuh, Libatkan 2 Teman

Menurutnya Dina Oktaviani kemudian meminta bantuan padanya untuk bertemu dengan orang pintar.

"Kebetulan saya dekat sama orang-orang yang bisa diminta pertolongan, kayak hal kayak gitu," katanya.

Dina kata Heryanto mendatangi orang pintar agar bisa melupakan mantan pacarnya, Ahmad.

"Beliau juga cerita sama saya juga pernah (ke orang pintar)," katanya.

Menurut ibunda Dina Oktaviani, Yayah, hal itu bohong.

Yayah mengatakan kalau Heryanto berniat meminjam uang kepada korban.

"Si pelaku, si bajingan, si brengsek itu pinjem uang, mau di-transfer katanya gak boleh," ucap Yayah.

Hal itu disampaikan oleh Dina kepada ibunya sebelum meninggal dunia dibunuh Heryanto.

"Katanya 'ma Pak Hery itu pengen pinjam uang tapi nggak mau di-transfer, pengennya dianter langsung'. Makanya Dina itu diundang ke rumahnya," tutur Yayah.

Baca: PENJELASAN MBAH TARMAN soal Sumber Dana Rp3 Miliar untuk Mahar, Ngaku tengah Bangun Pabrik

Ia pun menegaskan kalau pengakuan Heryanto ke penyidik itu semuanya bohong.

"Itu bohong, sebenarnya bohong. Kalau memang mau nyari yang seperti itu (orang pintar), kenapa harus membunuh anak saya. Iya kan?," ucapnya.

"Kalau dia memang mau nganter ke tempat yang seperti itu, kenapa harus membunuh anak saya. Mungkin udah direncanakan," kata Yayah lagi.

Menurut Yayah, putrinya itu juga tak pernah menceritakan hal tak baik soal bosnya.

"Dia bilang semua orang toko baik, makanya ibu nggak nyangka pelakunya temen kerjanya sendiri," ujarnya.

Ia tidak menampik kalau putrinya itu memang baru saja putus dari pacarnya.

Namun ia menegaskan kalau korban datang ke rumah pelaku untuk memberikan pinjaman uang.

"Kalau masalah putus iya, cuma kalau mau ke tempat seperti itu bohong besar. Karena dia diundang itu buat nganterin uang, mau di TF sama dina gak boleh, pengen langsung," katanya

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Kebohongan Pelaku Pembunuhan Pegawai Minimarket, Korban Ternyata Bukan Minta Antar ke Orang Pintar

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribunnews Bogor

Tags
   #pembunuh   #minimarket   #pembunuhan   #Kebohongan

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved