Nasional
Prabowo dan Anies Saling Sindir Bikin Suasana Politik Kembali Panas, Gerindra Tak Tinggal Diam
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Suasana politik Tanah Air kembali diwarnai saling sindir antara Presiden RI Prabowo Subianto dan lawannya pada Pilpres 2024, Anies Baswedan.
Keduanya sama-sama melontarkan pernyataan yang membuat publik kembali mengingat ketegangan hubungan mereka dan dinamika di panggung Pilpres 2024.
Kondisi tersebut bermula dari pernyataan Prabowo yang menyinggung kembali penilaian rendah yang pernah diberikan Anies kepada dirinya saat debat Pilpres 2024.
Kala itu, Anies memberi nilai 11 dari 100 terhadap kinerja Prabowo sebagai Menhan di era pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua.
Bukan mengungkitnya dengan nada marah, Prabowo justru memilih berkelakar dan menjadikan isu tersebut sebagai candaan.
Dia menegaskan tidak menyimpan dendam, bahkan menertawakan penilaian rendah itu.
Baca: Aksi Roy Cs Datangi Makam Keluarga Jokowi Picu Reaksi Keras Relawan: G*bl*k Sekali, Tangkap Mereka!
Pernyataan itu disambut tawa para hadirin.
Bahkan, Prabowo melanjutkan dengan guyonan yang menyinggung peran “emak-emak” dalam kemenangannya di pilpres.
Di balik gurauan itu, Prabowo pun menyelipkan pesan serius tentang kedewasaan berpolitik.
Dia menekankan pentingnya menerima kekalahan dengan lapang dada, seraya menyinggung perjalanan panjangnya dalam lima kali kontestasi pemilihan umum.
Baca: Sebut Arahan Prabowo! Yusril Ungkap Alasan Indonesia Tak Berikan Visa ke Atlet Senam Israel
Sindiran itu tampaknya tak dibiarkan berlalu begitu saja.
Dalam kesempatan berbeda, Anies menyinggung praktik pemerintahan Prabowo.
Eks Gubernur DKI Jakarta itu menilai tata kelola birokrasi dan politik di era sekarang semakin jauh dari prinsip integritas dan meritokrasi.
Menurut Anies, jabatan publik seharusnya diberikan berdasarkan kompetensi, bukan karena kedekatan politik atau kepentingan kekuasaan.
Anies menilai, sistem yang dibangun pemerintah saat ini tidak lagi berpihak pada kualitas sumber daya manusia dan profesionalisme.
Oleh karena itu, dia pun menekankan pentingnya mengembalikan integritas sebagai dasar dalam tata kelola pemerintahan.
Dalam kesempatan tersebut, Anies juga menyinggung lemahnya pengawasan ekonomi nasional.
Menurutnya, masih banyak aktivitas ekonomi yang tidak tercatat atau underground economy, yang menunjukkan rapuhnya sistem pengawasan negara.
Jajaran Partai Gerindra tak tinggal diam menanggapi sindiran Anies terhadap Presiden yang sekaligus ketua umumnya.
Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta sekaligus Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa Prabowo tidak pernah mengedepankan koneksi dalam memilih pembantunya.
Riza yang sempat menjadi wakil gubernur mendampingi Anies di DKI Jakarta menyebutkan, Prabowo selalu bersikap akomodatif dan berupaya merangkul semua pihak untuk berkontribusi bagi negara.
Menurut Riza, hal terpenting bukan pada siapa yang dipilih, tetapi pada hasil kerja nyata yang ditunjukkan.
Riza juga menegaskan bahwa setiap presiden memiliki gaya tersendiri dalam menyusun kabinetnya.
Khusus Prabowo, kata Riza, memilih merangkul putra-putri bangsa yang terbaik untuk ikut berperan membangun bangsa dan negara.
(*)
Video Production: Elvera Kumalasari
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Teguran Menteri HAM ke Amien Rais: Minta Pernyataan soal Teddy-Prabowo Dicabut & Mohon Maaf
5 hari lalu
Terkini Nasional
Sekjen PKB Ingatkan Amien Rais soal Adab Bicara di Hadapan Publik: Buat Gaduh Itu Gak Menarik
5 hari lalu
Terkini Nasional
Said PDIP Sentil Amien Rais: Minta Maaf Tak Turunkan Derajat, Etika soal Tuduhan Prabowo-Teddy
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.