Ibadah Haji 2019

Ini Cara Petugas Haji Atasi Penumpukan Jemaah di Terminal Bus Sekitaran Masjidil Haram

Minggu, 21 Juli 2019 16:26 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUN-VIDEO.COM - Situasi di Makkah Al Mukkarromah sudah penuh sesak dengan jemaah haji dari berbagai negara tak terkecuali jemaah haji dari Indonesia. Bahkan dari pantauan hingga Minggu (21/7/2019) dini hari, ribuan jemaah haji asal Indonesia semakin banyak menuju Masjidil Haram.

Hal ini bisa dimaklumi, sejak Sabtu siang Makkah memang kedatangan 30 kloter jemaah haji dari dua arah, Madina dan Jeddah. Dan di malam harinya mereka melakukan ibadah umrah wajib di Masjidil Haram.

Penumpukan jemaah ini tentu menyebabkan alur lalu lintas untuk kendaraan jemaah haji dari hotel menuju Masjidil Haram menjadi sangat ramai. Dan penumpukan jemaah pun tak terelakkan terutama di terminal bus saat selesai ibadah di Masjidil Haram.

Antrian bus shalawat di terminal pun kerap terjadi, utamanya setelah selesai jemaah Isya dan Subuh.

"Kami imbau, jemaah tidak bergegas pulang secara bersamaan usai salat berjemaah. Manfaatkan waktu untuk beribadah di Masjidil Haram kurang lebih hingga setengah jam usai salat sehingga jemaah tidak menumpuk di terminal," terang Kadaker Makkah Subhan Cholid di Syisyah, Minggu (21/07/2019).

Menurutnya, sampai hari ini, Daker Makka sudah mengoperasikan 111 bus shalawat untuk melayani jemaah haji Indonesia beribadah di Masjidil Haram. Jumlah ini akan terus ditambah secara bertahap sesuai proporsi jumlah jemaah yang sudah ada di Makkah.

"Total kami akan siapkan 419 armada dan 31 bus cadangan pada fase puncak kepadatan jemaah haji Indonesia di Makkah," lanjutnya.

Dijelaskan Subhan, bus shalawat melayani seluruh rute jemaah haji Indonesia selama 24 jam, sehingga jemaah tidak perlu khawatir tidak mendapat layanan.

Ada 9 rute bus dengan 56 halte terdekat hotel jemaah, serta tiga terminal di sekitar Masjidil Haram, yaitu: Terminal Bus Jiad, Syib Amir, dan Bab Ali, semuanya beroperasi 24 jam.

"Jangan langsung pulang secara bersamaan usai jemaah di Haram, agar tidak terjadi penumpukan di terminal," imbau Subhan.

Disinggung soal kekurangan armada, Subhan menjelaskan penggunaan bus shalawat sudah dihitung secara proporsional dan memperhatikan kepadatan lalu lintas di Makkah.

Penambahan armada secara tidak terukur, justru berpotensi menambah kemacetan di Makkah. Sebab, ke depan akan semakin banyak jemaah haji dari berbagai negara yang tiba di Makkah.(*)

ARTIKEL POPULER:

Jemaah Haji Indonesia Sudah Bisa Mulai Bayar Dam, Denda Bagi Haji Tamattu

Kisah Romantis Jemaah Haji Kakek-Nenek Tak Mau Dipisahkan di Tanah Suci

Jemaah Haji Asal Makassar Tiba di Makkah, Disambut Lagu Angin Mamiri

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Husein Sanusi
Video Production: Teta Dian Wijayanto
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved