Jumat, 22 Mei 2026

Terkini Nasional

Cerita Haru Korban Selamat Ponpes Al Khoziny Tertidur 3 Hari di Puing-puing & Mimpi Minum Air

Jumat, 3 Oktober 2025 08:28 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Abdul Hannan, ayah seorang santri yang bernama Alfatih Cakra Buana, tak berhenti mengungkapkan rasa syukurnya setelah sang anak bisa diselamatkan dari reruntuhan bangunan musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang ambruk pada Senin (29/9/2025) lalu.

Alfatih telah tertimbun selama tiga hari di reruntuhan bangunan musala.

Siswa kelas 3 SMP itu baru bisa diselamatkan pada Rabu (1/10/2025) sore.

Hingga kini Alfatih masih dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo.

Beruntung, Alfatih tidak mengalami luka yang serius. Alfatih hanya mengalami luka ringan dan lecet di tubuhnya.

Baca: Haikal 3 Hari Bertahan di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny, Ajak Teman Salat yang Ternyata Meninggal

Ketika ditanya soal kejadian ambruknya musala, Alfatih mengaku tak mengingatnya dengan jelas.

Alfatih hanya mengingat saat kejadian ia sempat mendengar suara gemuruh seperti gempa.

Begitu gedung itu roboh, Alfatih sempat berlari untuk keluar gedung. Namun ia tak berhasil dan pingsan.

Saat bangun, Alfatih sudah tak bisa melihat apa-apa alias gelap gulita.

Namun, Alfatih masih sempat berkomunikasi dengan teman di sebelahnya dalam posisi sama-sama terjebak.

Alfatih kemudian tertidur dan tidak ingat apa-apa lagi. Ia hanya merasa sedang bermimpi minum melalui selang.

Baca: 59 Santri Tertimbun Puing Ponpes Sidoarjo Tanpa Tanda Kehidupan, Alat Berat Dikerahkan Evakuasi

"Setelah itu saya tidur dan tidak ingat lagi. Saya sempat mimpi minum lewat selang. Mimpi tapi kayak asli rasanya," kata Alfatih saat bercerita diatas tempat tidur tempat ia dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo.

Dalam tidurnya di bawah reruntuhan bangunan musala, Alfatih juga bermimpi berkeliling ke sejumlah tempat. Namun, ia tak mengingat detailnya.

Ia hanya ingat berkeliling menggunakan mobil pikap.

Santri Ponpes Al Khoziny itu baru sadar ketika mendengar bunyi suara petugas tengah mengetok puing-puing.

Semula ia mengira itu suara tukang sedang menggarap bangunan.

Namun, rupanya itu adalah petugas yang berupaya untuk menyelamatkan Alfatih.

Alfatih bisa selamat setelah tiga hari tertimbun karena tubuhnya berada di gundukan pasir dan kepalanya terlindungi oleh atap seng.

Komponen inilah yang menyelamatkan posisi Alfatih dari puing-puing bangunan.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kisah Alfatih Santri Ponpes Al Khoziny, Selamat setelah 3 Hari Tertimbun, Atap Seng Lindungi Dia

# ambruk # Sidoarjo # Ponpes

Editor: Fitriana SekarAyu
Video Production: Yogi Putra Anggitatama
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Ponpes   #Sidoarjo   #ambruk

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved