Rabu, 15 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Presiden Madagaskar Bubarkan Pemerintahan setelah Demonstrasi Besar besaran Gen Z

Selasa, 30 September 2025 20:18 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Madagaskar, Andry Rajoelina, mengumumkan pembubaran pemerintah pada Senin (29/9/2025) menyusul demonstrasi besar-besaran yang dipimpin kaum muda (Gen Z) sejak pekan lalu. 

"Saya telah memutuskan untuk mengakhiri fungsi Perdana Menteri dan pemerintahan," kata Rajoelina dalam pidato yang disiarkan televisi, seperti dikutip dari DW. 

Rajoelina sempat menghadapi tuntutan demonstran untuk mundur dari jabatannya sebagai presiden sebelum keputusan itu diambil. 

Langkah pembubaran pemerintah oleh Rajoelina ini memberhentikan Perdana Menteri Christian Ntsay beserta seluruh menteri kabinetnya. 

“Perdana Menteri Christian Ntsay dan menteri lainnya akan tetap menjalankan tugas sementara sampai pemerintah baru dibentuk. Saya memberi waktu tiga hari untuk meninjau usulan calon perdana menteri baru,” 
ucap Rajoelina. 

Ia bahkan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengajukan diri menjadi pejabat negara melalui surel dan LinkedIn. 

Langkah pembubaran pemerintah ini ia umumkan sembari menenangkan kemarahan massa dengan mengakui kegelisahan masyarakat. 

“Saya memahami kemarahan, kesedihan, dan kesulitan yang disebabkan oleh pemadaman listrik dan gangguan pasokan air. Saya mendengar seruan itu, merasakan penderitaan, memahami dampaknya pada kehidupan sehari-hari,” kata Rajoelina seperti dilansir Reuters.

Baca: Setelah Indonesia dan Nepal, Kini Bendera One Piece Kembali Berkibar di Madagaskar

Baca: Bendera One Piece Berkibar Lagi! Kini Giliran Madagaskar yang Diguncang Demo

Demonstrasi Madagaskar Sejak Kamis lalu, ribuan demonstran turun ke jalan untuk memprotes pemadaman listrik dan air yang kronis, serta kemiskinan yang merajalela. 

Pada Senin pagi, ribuan demonstran berkumpul di ibu kota Antananarivo, dengan mengenakan pakaian hitam sambil meneriakkan tuntutan agar presiden mengundurkan diri. 

Namun dalam pengumumannya, Rajoelina tidak memberi tanda akan mundur. 

Aksi protes tersebut memuncak di universitas, di mana ribuan mahasiswa mengibarkan poster, menyanyikan lagu kebangsaan, dan mencoba bergerak menuju pusat kota. 

Polisi merespons dengan gas air mata setelah pemerintah sebelumnya memberlakukan jam malam dari senja hingga fajar.

Menurut catatan Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR), 22 orang tewas dalam bentrokan antara aparat keamanan dan demonstran.

PBB juga melaporkan lebih dari 100 orang terluka, yang kemudian dibantah oleh Menteri Luar Negeri Madagaskar, Rasata Rafaravavitafika. 

“Pemerintah dengan tegas membantah klaim bahwa 22 orang meninggal. Data tersebut belum dikonfirmasi dan bukan berasal dari pihak berwenang nasional,” ujar Rafaravavitafika. (Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Demo Madagaskar Memanas, Presiden Tolak Mundur tapi Bubarkan Pemerintahan"

#andryrajoelina #madagaskar #pembubaranpemerintah #demogenz #protes #christianntsay #pemadamanlistrik #antananarivo #ohchr #rasatarafaravavitafika

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Muhammad TaufiqRahman
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved