Tribunnews Update
Hamas Bersorak Israel Dikhianati Sekutu hingga Inggris, Kanada, Australia Akui Palestina
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Inggris, Kanada, Australia resmi mengkaui kenegaraan Palestina pada Minggu (21/8).
Hal itu disambut baik oleh sayam militan Palestina seperti Hamas dan Fatah.
Mereka girang lantaran Israel dikhianati oleh negara-negara sekutunya.
Dikutip dari Almayadeen Net, Hamas memuji langkah ketiga negara itu seusai mengakui Palestina.
Baca: Karier Politik Hancur, Anggota DPRD Gorontalo Bakal Di-PAW seusai Niat Rampok Uang Negara
Hamas menyebut langkah itu sebagai penegasan hak rakyat Palestina atas tanah dan tempat suci mereka.
Pihaknya menekankan bahwa langkah tersebut harus disertai dengan tindakan-tindakan praktis untuk menghentikan genosida.
Hamas juga meminta agar negara-negara itu melawan proyek aneksasi dan yahudisasi di Tepi Barat serta Al-Quds yang diduduki.
Militan Palestina juga mendesak masyarakat internasional dan PBB mengisolasi Israel.
Baca: Kritik Tajam Hotman Paris ke Menkeu Purbaya soal Tarik Dolar WNI di Luar Negeri: Siapa Mau Pak?
Tak hanya itu, Hamas meminta agar para pemimpin Israel diberi sanksi dan meminta pertanggung jawaban mereka atas kejahatan kemanusiaan.
Fatah juga menyambut baik keputusan Inggris, Australia, dan Kanada.
Pihaknya menggambarkan langkah tersebut sebagai pengakuan bersejarah dan kemenangan bagi hak-hak Palestina.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Almayadeen Net dengan judul Hamas dan Fatah puji pengakuan Inggris, Kanada, dan Australia atas Palestina
# Hamas #Israel # Inggris # Kanada # Palestina
Reporter: Maria Nanda Ayu Saputri
Video Production: Ni'amu Shoim Assari Alfani
Sumber: Tribun Video
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik Timur Tengah: Iran Diminta Tak Mudah Percayai AS, Prabowo Incar Minyak Rusia
5 hari lalu
Tribunnews Update
Balas Serangan di Lebanon, Hizbullah Gempur Israel dengan Rudal di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran
5 hari lalu
Tribunnews Update
Eks Pejabat Libya Minta Iran Jangan Percaya Rencana Perdamaian AS, Belajar dari Kesalahan Masa Lalu
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.