Terkini Daerah

Kasus Mutilasi PNS Kemenag, Pelaku dan Korban Sempat Berhubungan Intim

Minggu, 14 Juli 2019 16:12 WIB
Tribun Jabar

TRIBUN-VIDEO.COM, BANDUNG - Wanita PNS Kemenag Kota Bandung korban mutilasi oleh teman laki-lakinya, ternyata sempat melakukan hubungan intim sebelum pembunuhan itu terjadi.

Bahkan, sebelum pembunuhan sadis itu dilakukan, KW (51), wanita korban mutilasi, sempat menyeduh teh. Sedangkan pelaku mutilasi, DP (37), sempat menyeduh kopi.

Hubungan antara KW dan DP terlihat akrab.

Hal ini bisa terlihat ketika KW berkunjung ke kontrakan DP di Jl H Hasan, Kota Bandung pada Minggu (07/7/2019).

Di hari naas itu, KW tanpa malu-malu mengganti bajunya dengan daster di depan DP.

Setelah keduanya menyeduh minuman hangat.

Persitiwa hubungan intim atau hubungan badan pun terjadi. Mulanya, hubungan intim itu dilakukan dengan posisi korban di atas pelaku.

Lalu, pelaku mememinta KW yang sudah tak mengenakan pakaian itu berbalik badan.

Niat jahat itu kemudian diwujudkan DP. Pelaku mengambil palu dan memukul kepala korban berulang-ulang hingga tewas.

Palu itu ternyata sudah disiapkan oleh DP.

Melihat korban sudah tak berdaya, pelaku membawa korban ke dalam kamar mandi.

Di kamar mandi, pelaku melihat bahwa korban masih bergerak dan pelaku kembali mengambil palu dan memukul korban. Setelahnya, palu tersebut dibersihkan dari darah korban.

Korban sudah terkapar di kamar mandi, pelaku pun keluar untuk membeli wadah (Tupperware) sebanyak tiga unit dan sebilah golok.

Uang untuk membeli perlengkapan tersebut, diambil pelaku dari dompet korban.

Usai membeli, pelaku kembali masuk ke kamar dan mulai memutilasi korban.

Bagian kepala korban, merupakan bagian yang pertama dimutilasi pelaku.

Sebanyak tiga kali pelaku memotong bagian leher korban namun tidak putus.

Kemudian pelaku memegang rambut korban, dan kembali menyayat leher korban hingga putus.

Potongan kepala korban dimasukkan ke dalam bungkusan plastik dan dimasukkan ke dalam wadah yang sudah disiapkan.

Kemudian pelaku kemabali masuk ke kamar mandi dan melanjutkan aksi mutilasinya.

Kanit 3 Reskrim Polres Banyumas IPDA Rizky Adhiyanzah, mengatakan bahwa tubuh korban dibagi menjadi tiga bagian.

Bagian pertama ialah kepala dan kedua tangan, bagian kedua ialah badan, dan bagian ketiga ialah pinggul hingga ke kaki.

Untuk mengangkat ketiga boks tersebut, pelaku meminta bantuan kepada orang yang kebetulan sedang menghadairi kondangan di sekitar kos-kosan tersebut.

"Pelaku meminta bantuan orang lain mengangkat kontainer yang berisi potongan badan korban. Pelaku mengatakan kepada orang tersebut bahwa isi kontainer tersebut adalah barang pecah belah," katanya.

Kontainer yang berisi potongan tubuh tersebut disusun oleh pelaku di bagian belakang mobil korban berwarna silver bernomor polisi D 1058 VBQ.

Pelaku langsung membawa mobil dan potongan tubuh korban ke Banyumas.

Rekonstruksi dibagi dalam tiga sesi. Secara tegas Kanit 3 Reskrim Polres Banyumas mengatakan bahwa pengakuan pelaku tentang lokasi mutilasi di Bogor, adalah pengakuan yang bohong.

Potongan tubuh korban dibawa oleh pelaku ke Banyumas yang kemudian dibakar di suatu lokasi.

Proses rekonstruski berakhir sekira pukul 15.30 WIB yang dimulai pukul sekira pukul 13.30 WIB.

Proses mutilasi dilakukan pada Minggu (07/7/2019) sekira sore hari.(*)


Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Mutilasi PNS Kemenag Bandung, Pelaku dan Korban Sempat Berhubungan Intim, Ini Kronologi Lengkapnya!

ARTIKEL POPULER:

Terungkap Motif Pembunuhan dan Mutilasi PNS Kemenag Bandung, Bukan soal Asmara

Kronologi Pembunuhan dan Mutilasi PNS Kemenag, Pelaku Beraksi setelah Berhubungan Intim

Kronologi Mutilasi PNS Kemenag, Sempat Minum Teh dan Berhubungan Intim sebelum Dibunuh

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved