Ini Faktor Mendasar Stabilitas Keamanan dan Politik Menurut Kapolri Tito Karnavian

Sabtu, 13 Juli 2019 13:19 WIB
Tribunnews.com

Laporan wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUN-VIDEO.COM - Kapolri, Jend. Pol. Tito Karnavian nyatakan negara yang stabil dalam poltik dan keamanan mayoritas masyarakatnya berada di kelas ekonomi menengah.

Hal tersebut dinyatakan saat memberikan pembekalan para Calon Perwira Remaja (Caraja) TNI/Polri di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (12/7/2019).

Tito menjelaskan, masyarakat kelas ekonomi menengah rata-rata memiliki pendidikan yang cukup tinggi dan memiliki tingkat kedewasaan berdemokrasi yang juga cukup tinggi.

Oleh sebab itu, masyarakat ekonomi kelas menengah tak mudah digerakkan untuk sesuatu yang bersifat destruktif hanya untuk mendapatkan keuntungan ekonomi sesaat.

"Negara-negara yang stabil politik dan keamanannya merupakan negara yang didominasi oleh kelas menengah, seperti Denmark, Norwegia, Amerika (Serikat), dan Singapura. Masyarakat ekonomi kelas bawah itu, mereka tidak lagi berpikir masalah perut. Jadi lebih kritis terhadap pemerintah. Ada check and balance, dan cenderung tidak mudah digerakkan untuk sesuatu yang ga ada gunanya," kata Tito Karnavian.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu membandingkan dengan Indonesia.

Menurutnya masyarakat kelas bawah Indonesia masih relatif banyak, meski masyarakat kelas menengahnya sedang tumbuh pesat.

Oleh sebab itu, stabilitas keamanan di Indonesia belum setingkat negara-negara maju yang didominasi kelas menengah, seperti: Denmark, Norwegia, USA, dan Singapura.

Masyarakat ekonomi kelas bawah, menurut Tito adalah masyarakat yang mudah digerakkan untuk melakukan tindakan-tindakan melawan hukum, seperti berbuat kerusuhan.

"Lantas bagaimana dengan Indonesia, di Indonesia masyarakat kelas bawah masih tidak sedikit. Jadi gangguan keamanan masih bisa terjadi," tambah Tito.

Namun Tito juga menjelaskan, pemerintah sudah melakukan usaha-usaha pembangunan untuk menumbuhkan kelas menengah baru melalui program-program seperti Dana Desa dan pembangunan infrastruktur.

Hasilnya terbukti, menurut Tito Indonesia berada di tiga besar negara-negara anggota G20 yang pertumbuhan ekonominya di atas lima persen.

"Pemerintah saat ini sudah on the track untuk memunculkan kelas menengah baru melalui program-program seperti Dana Desa dan Pembangunan Infrastruktur," jelas Tito.

Dalam penjelasannya Tito menjelaskan melalui data-data yang bersumber dari luar negeri, karena menurutnya menilai negara sendiri lebih baik dilakukan oleh negara lain agar lebih objektif.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Reporter: Lendy Ramadhan
Videografer: Lendy Ramadhan
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved