Tribunnews Update
Eks Anggota BIN Soroti Kejanggalan saat Pasukan Tempur TNI Terjun dalam Pengamanan Demo Ricuh
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Eks anggota Badan Intelijen Negara (BIN), Kolonel Inf (purn) Sri Radjasa Chandra menyorot sebuah kejanggalan dalam pengerahan personil TNI saat demo ricuh.
Menurut keterangannya di Jakarta, Selasa (2/9), polisi memberi ruang kepada TNI untuk terlibat langsung dalam penanganan demo.
Hal ini merupakan suatu hal yang baru pertama kali terjadi, lantaran kejadian seperti ini seharusnya mengoyak harga diri pasukan TNI.
Menurut pandangan Sri, keterlibatan prajutit TNI, terlebih pasukan tempur dalam mengamankan demo bak upaya menempatkan TNI masuk ke dalam killing zone.
Jika ada massa yang menyerang pasukan tempur saat kericuhan sudah tak terbendung, maka kemungkinan besar akan terjadi tindakan militer terhadap massa aksi.
"Ini kan rawanan sebetulnya. Kenapa itu bisa terjadi? Itu satu hal yang harus TNI perhatikan. Bukan tidak boleh melibatkan Pasukan TNI. Memang ada dalam undang-undang kan, dalam operasi militer boleh Atas permintaan polisi. Cuma yang mana? Yang lebih patut untuk melakukan, ya itu Pasukan Teritorial lah. Ada Kodam, Kodim, Korem, Koramil," tutur Sri.
Perlu diketahui, Polri sendiri menyatakan sudah menangkap total 3.195 orang terkait demonstrasi ricuh di sejumlah wilayah di Indonesia.
Menurut Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, ribuan orang tersebut ditangkap oleh 15 Polda jajaran.
Diantara ribuan orang tersebut, 55 diantaranya kini sudah ditetapkan menjadi tersangka.
Sementara itu 387 lainnya telah dipulangkan, dan 2.753 lainnya masih dalam proses pemeriksaan oleh petugas.
Berdasarkan data yang kami terima, dari 15 Polda yang melakukan penangkapan, Polda Metro Jaya adalah institusi yang melakukan penangkapan terbanyak.
Polda Metro Jaya diketahui mengamankan sebanyak 1.240 orang yang terlibat kericuhan atas aks demo yang berujung ricuh.
Berikut, kami akan melaporkan rincian jumlah orang yang ditangkap oleh ke-15 Polda jajaran, dalam peristiwa demonstrasi di sejumlah wilayah.
1. Polda Metro Jaya: (1.240 orang)
2. Polda Jatim: (709 orang: 173 telah dipulangkan, 485 dalam tahap pemeriksaan, dan 51 ditetapkan tersangka);
3. Polda Jateng: (653 orang: dalam tahap pemeriksaan);
4. Polda Jabar: (147 orang: 23 telah dipulangkan, 124 dalam tahap pemeriksaan);
5. Polda Bali: (138 orang: 38 telah dipulangkan, 100 dalam tahap pemeriksaan);
6. Polda Kalbar: (91 orang: 86 telah dipulangkan, 5 dalam tahap pemeriksaan);
7. Polda Sumsel: (63 orang: dalam tahap pemeriksaan);
8. Polda DIY: (60 orang: dalam tahap pemeriksaan);
9. Polda Sumut: (50 orang: 48 telah dipulangkan, 2 dalam tahap pemeriksaan karena positif narkoba);
10. Polda Jambi: (17 orang: telah dipulangkan);
11. Polda Banten: (15 orang: dalam tahap pemeriksaan);
12. Polda Sulbar: (6 orang: dalam tahap pemeriksaan);
13. Polda Papua Barat Daya: (4 orang: ditetapkan tersangka);
14. Polda Sulteng: (1 orang: telah dipulangkan);
15. Polda NTB: (1 orang: telah dipulangkan).
(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Eks Anggota BIN Soroti Pengerahan Pasukan Tempur TNI yang Dianggap Janggal saat Demo Berujung Ricuh
Reporter: Putri Dwi Arrini
Video Production: Rahmat Gilang Maulana
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Demo Mahasiswa Bertajuk 'Papua Darurat Militer' di Waena Ricuh, Polisi Lepaskan Gas Air Mata
Senin, 27 April 2026
Live Update
Demo Buruh Tuntut Kenaikan UMK 2026 di Purwakarta Ricuh, Warga & Pengemudi Ojol Saling Lempar Batu
Selasa, 23 Desember 2025
Polisi Amankan 2 Pria Terduga Pelaku Pelemparan Batu Kapolresta Kendari hingga Bersimbah Darah
Kamis, 20 November 2025
Detik-Detik Kapolresta Kendari Maju Tanpa Tameng Hadang Demo Ricuh Wua-Wua, Berakhir Bibir Pecah
Kamis, 20 November 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.