Tribunnews WIKI

Pensil, Alat Tulis dengan Grafit di Tengahnya dan Dibungkus oleh Kayu

Jumat, 12 Juli 2019 23:06 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM – Pensil merupakan alat tulis yang telah ada sejak zaman Romawi Kuno.

Sebelum mengenal pensil, orang-orang di zaman Romawi Kuno menggunakan alat tulis yang disebut stylus.

Saat itu para juru tulis menggunakan batang logam tipis untuk meninggalkan bekas yang ringan tetapi mudah dibaca pada papirus (bentuk kertas awal).

Stylus paling awal terbuat dari timah, yang masih disebut saat ini inti pensil, meskipun sebenarnya terbuat dari grafit yang tidak beracun.

Codex, kata latin untuk batang pohon, mulai digunakan untuk tablet kayu berlapis lilin yang menjadi pendahulu buku modern.

Stylus logam yang tajam sebenarnya merupakan senjata di zaman Romawi.

Campuran logam yang digunakan untuk stylus berevolusi, dan akhirnya paduan timbal dengan timah, bismuth dan merkuri dikembangkan.

Stylus dari dua bagian timah, satu bagian timah dikenal sebagai plummets.

Plummets juga terus digunakan hingga abad ke-19 di Amerika, di samping pensil, bulu angsa, dan pena.

Pensil Grafit

Sejarah pensil modern dimulai sekitar tahun 1550, ketika sejumlah besar grafit ditemukan di Inggris.

Tidak butuh waktu lama bagi orang untuk mengetahui kegunaannya.

Pada awalnya orang-orang berpikir grafit hanya untuk menandai domba dan hewan lumbung lainnya.

Namun dengan cepat hal itu berubah, grafit menjadi alat untuk tulis menulis dan menggambar.

Ketenaran pensil tumbuh dan segera menyebar ke seluruh Eropa, dan setiap wanita atau pria terhormat harus memilikinya.

Grafit meninggalkan bekas lebih gelap daripada timbal, mineral tersebut sangat lembut dan rapuh sehingga memerlukan sesuatu untuk membungkusnya.

Awalnya batang grafit dibungkus dengan tali.

Kemudian grafit itu dimasukkan ke dalam tongkat kayu berlubang.

Dengan demikian pensil yang terbuat dari kayu tercipta.

Nuremberg, Jerman adalah tempat kelahiran pensil yang diproduksi secara massal pertama pada 1662.

Pada 1790-an, selama salah satu dari banyak perang antara Inggris dan Prancis, impor grafit ke pihak Prancis dihentikan.

Napoleon menyukai pensilnya dan menginginkan lebih dari itu, dan salah satu jenderalnya, Nicolas-Jacques Conté, menemukan cara untuk mencampur bubuk grafit, yang jauh lebih mudah didapat, dengan tanah liat, menghangatkannya dan menghasilkan pensil berkualitas baik.

Tambahkan jumlah grafit dan tanah liat yang berbeda, dan membuat timah dengan tingkat kelembutan dan intensitas yang berbeda.

Pada 1802, teknik ini dipatenkan oleh perusahaan Koh-I-Noor, yang dimiliki oleh Joseph Hardtmuth dari Austria.

Hari itu dan seterusnya tidak banyak berubah tentang bentuk sebenarnya dari pensil, yang sekarang banyak orang tahu.

Ada perubahan kayu dan bentuk, ukuran dan klasifikasi karakteristiknya, tetapi secara keseluruhan pensil terlalu sempurna untuk diubah.

Mesin Pembuat Pensil

Pada 1847, Joseph Dixon membuka pabrik pensil dan wadahnya di Jersey City.

Awalnya cawan lebur merupakan bisnis yang menguntungkan, tapi pada 1866, Dixon mematenkan mesin kayu yang mampu menghasilkan 132 pensil per menit.

Selanjutnya di 1873 proses pencampuran grafit Dixon telah meningkat.

Pemasaran pensil sebagai produk Amerika dibuat di rumah, menjadikan Dixon sebagai tempat kelahiran pensil yang diproduksi secara massal pertama di dunia.

Pada abad ke-19, lebih dari 240 ribu pensil digunakan setiap hari di Amerika Serikat.

Didorong oleh Faber-Castell (didirikan pada 1761), Lyra, Steadtler dan perusahaan lain, industri pensil aktif dikembangkan sepanjang revolusi industri abad ke-19.

Mesin Otomastis Penjual Pensil

E. Peck Co, New York, mengiklankan mesin penjual pensil di majalan Book-Keeper edisi Juli 1910.

Iklan tersebut menyatakan “mesin baru ini – sebuah inovasi absolut dalam perangkat penjual otomatis, karena pensil belum pernah dijual melalui mesin slot sebelumnya.”

Iklan ini mengklaim bahwa ribuan mesin tersebut sudah dipasang di New York.

Mesin penjual pensil lainnya dipasarkan oleh Osborne Speciality Co, Parker Pencil Services, Clawson Machine Co, Charles Weeks Co, Miller Vending Machine Co, dan Bally Manufacturing Co.

Pada tahun 1923, Weeks menawarkan mesin penjual pensil yang dicetak hingga 16 buah.

Pada tahun 1928 dan 1936, Miller mengiklankan dispenser pensil dengan rautan pensil di atasnya,

Kemudian pada 1938, Bally mengiklankan Penjual Pensil Pelangi listrik setinggi 56 inci.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita Oktaviani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pensil

ARTIKEL POPULER:

Istri Pertama Bahagia Temani Suaminya Menikah Lagi, Senang Melihat Suamiku Punya Istri Kedua

Penasaran dengan Suara Aneh dari AC, Pria Ini Hampir Berteriak Temukan Segerombolan Ular di Dalamnya

Kronologi Pembunuhan Mutilasi Wanita di Banyumas, Lidah Menjulur dan Tergigit

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved