Tribunnews WIKI

Cempaka Putih, Bunga Berbau Harum yang Pohonnya Dapat Mencapai Tinggi 30 Meter

Jumat, 12 Juli 2019 21:34 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COMCempaka Putih atau kantil merupakan bunga berwarna putih dan berbau harum yang pohonnya dapat mencapai tinggi hingga 30 meter.

Cempaka Putih memiliki nama latin Michelia Alba, merupakan tanaman khas dari provinsi Jawa Tengah dan masih satu keluarga dengan bunga jeumpa atau cempaka kuning.

Cempaka Putih memiliki beberapa nama di berbagai daerah di Indonesia.

Di Jawa, bunga ini bernama kantil, di Sunda disebut cempaka bodas, di Madura disebut campaka, di Aceh dikenal dengan jeumpa gadeng, sedangkan di Minangkabau campaka putieh.

Sementara itu, di Mongondow sampaka mopusi, di Makassar bunga eja kebo, di Bugis bunga eja mapute, di Ternate capaka bobudo, serta di Tidore disebut dengan capaka bobulo.

Dalam Bahasa Inggris, Cempaka Putih dikenal dengan nama white champaca, di Filipina lain lagi, kantil dikenal dengan nama tsampakang puti.

Ciri-ciri

Pohon Cempaka Putih merupakan jenis tanaman kayu yang mampu mencapai ketinggian hingga 30 meter.

Ranting-ranting pohon Cempaka Putih biasanya ditumbuhi bulu-bulu halus berwarna keabuan.

Daun bunga Cempaka Putih merupakan jenis daun tunggal berbentuk bulat telur dengan warna hijau.

Tangkai Cempaka Putih lumayan panjang, hampir mencapai setengah dari panjang daun.

Sangat jarang ditemukan Cempaka Putih yang berbuah, karena itu untuk membudidayakannya biasanya dilakukan secara vegetatif.

Habitat dan Persebaran

Pohon Cempaka Putih tersebar mulai dari daratan Asia yang beriklim tropis hingga beberapa pulau di kawasan Pasifik.

Meski terkenal sebagai flora identitas Jawa Tengah, pohon Cempaka Putih tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Habitat tanaman ini meliputi daerah beriklim tropis pada dataran rendah hingga ketinggian mencapai 1.600 mdpl.

Manfaat dan Kegunaan

Di tengah masyarakat Jawa, terutama Jawa Tengah, bunga Cempaka Putih memiliki nilai tradisi yang sangat kuat.

Bunga ini kerap digunakan dalam upacara pernikahan, terutama sebagai hiasan sanggul mempelai perempuan dan keris.

Di samping itu, juga digunakan dalam upacara kematian dan tabur bunga atau biasa disebut nyekar.

Dalam Bahasa Jawa, kantil berasal dari kata 'kemantil-kantil', yang berarti menggantung.

Memiliki makna selalu ingat di manapun berada atau tetap mempunyai hubungan yang erat meski alamnya sudah berbeda.

Filosofi inilah yang kemudian menjadikan bunga Cempaka Putih sangat erat kaitannya dengan upacara pernikahan di Jawa.

Pasangan pengantin yang memakai bunga Cempaka Putih diharapkan dapat bersama selamanya, meskipun sudah berbeda dunia.

Filosofi itu juga yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jawa, salah satu bentuk apresiasinya mereka tunjukkan dalam bentuk karya seni yang beragam seperti dalam ukiran, lukisan batik, dan sebagainya.

Secara medis, bunga, batang, dan daun Cempaka Putih mengandung alkaloid mikelarbina dan liriodenina.

Zat tersebut mempunyai khasiat sebagai ekspektoran dan diuretik.

Karena kandungannya itu, Cempaka Putih dipercaya dapat menjadi obat alternatif untuk mengobati berbagai penyakit seperti bronchitis, batuk, demam, keputihan, radang, prostat, infeksi saluran kemih, hingga sulit kencing.

Sayangnya khasiat yang dimiliki oleh bunga ini belum tereksplorasi secara optimal, sehingga pemanfaatannya sekadar untuk acara-acara spiritual dan tradisi.

Mitos

Ada beberapa mitos yang berkembang di tengah masyarakat tentang bunga ini.

Misalnya di tengah masyarakat Jawa, berkembang mitos bahwa jika seseorang ingin segera bertemu dengan jodohnya, maka harus bisa mencuri bunga Cempaka Putih milik pegantin.

Konon, dengan mencuri bunga ini, maka orang tersebut akan segera menikah.

Banyak orang yang percaya mitos tersebut, dan mencoba untuk mengambil ujung bunga Cempaka Putih milik mempelai secara diam-diam.

Namun tidak sedikit dari mereka gagal, sebab ujung bunga tersebut dijalin dengan kuat menggunakan benang dalam satu rangkaian hiasan kepala.

Fakta tersebut seringkali menangkal kebenaran mitos mencuri bunga Cempaka Putih milik pengantin di tengah masyarakat.

Selain itu, konon aroma bunga Cempaka Putih yang khas sangat disukai oleh kuntilanak, sejenis makhluk halus berjenis kelamin perempuan.

Menurut mitos ini, kuntilanak sering menjadikan pohon Cempaka Putih sebagai tempat tinggalnya.

Cerita mistis itu tidak lepas dari kebiasaan pohon Cempaka Putih yang ditanam di sekitar area pemakaman, sehingga membuat stigma yang melekat padanya menjadi mistis.

Mitos lain, bunga ini konon bisa digunakan untuk mengetes keperawanan seorang perempuan.

Caranya dengan memakaikan bunga ini kepada mempelai wanita.

Jika bunga berubah menjadi tidak wangi lagi dan mulai mekar, maka itu pertanda bahwa mempelai wanita sudah tidak perawan.

Sebaliknya, jika bunga masih tetap wangi dan kuncup, maka sang mempelai wanita dipercaya masih perawan saat akan menikah.

Mungkin karena mitos itu juga bunga Cempaka Putih menjadi ornamen penting dalam pernikahan adat Jawa.

Ada juga mitos yang berkembang bahwa bunga ini dapat dijadikan sebagai penangkal sawan pada bayi hingga dijadikan media pelet.(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cempaka Putih

ARTIKEL POPULER:

Istri Pertama Bahagia Temani Suaminya Menikah Lagi, Senang Melihat Suamiku Punya Istri Kedua

Penasaran dengan Suara Aneh dari AC, Pria Ini Hampir Berteriak Temukan Segerombolan Ular di Dalamnya

Kronologi Pembunuhan Mutilasi Wanita di Banyumas, Lidah Menjulur dan Tergigit

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved